Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2013

Tong Seng Bagelen; Pengganjal Perut, Penambah Tenaga Josss!!!

Menyusuri jalan buat saya sudah biasa. Sejak sedari pendidikan tingkat sekolah dasar hingga tingkat pendidikan sekolah menengah pertama, saya sudah terbiasa untuk berjalan kaki dari rumah ke sekolah dan begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu ketika di desa Ketangi-Purworejo setelah saya mengunjungi makam Bapak, saya pun tanpa lelah berjalan kaki keluar dari desa tersebut. Kemudian karena cacing-cacing di perut saya sudah mulai berteriak meminta asupan, maka saya berencana untuk mencari makan untuk mengganjal perut yang memang sedari tadi pagi ketika tiba dari stasiun belum saya isi sedikit pun. Dan dimulailah "trekking" dari depan pemberhentian bus P.O. Sumber Alam yang sering disebut sebagai daerah Kijing, berjalan kaki hingga menyeberangi jembatan Bogowonto dan tiba di daerah Bagelen. Tong Seng Kambing Bagelen

Dawet Ireng, Si Hitam Manis Asal Purworejo

Entah apakah dawet ireng atau dawet berwarna hitam ini ada juga didaerah lain atau hanya ada di Purworejo. Yang pasti saya mencicipi si hitam manis ini di Purworejo dan setelah saya browsing-browsing, kebanyakan orang mengatakan bahwa dawet ireng atau dawet hitam merupakan kuliner khas Purworejo.

Naik Commuter Line, Mencoba Tarif Progresif KRL

Pulang dari jumatan di masjid Nurul Islam-Islamic Center Bekasi berkesempatan untuk mencoba naik Commuter Line yang katanya sudah memberlakukan e-ticketing dengan tarif progresif. Apa sih yang dimaksud dengan tarif progresif itu? Tarif progresif adalah "kebijakan" terkait tarif KRL yang diberlakukan oleh PT. KAI mulai bulan Juli dimana tarif untuk perjalanan menuju lima stasiun pertama dikenakan biaya sebesar Rp. 2000 dan akan bertambah Rp. 500 untuk setiap tiga stasiun berikutnya. ( detik.com - red) Info Tiket Multi

Sholat Jumat di Masjid Nurul Islam, Islamic Center Bekasi

Pertengahan bulan Ramadhan tahun ini pertama kalinya merasakan sholat Jumat di daerah kota Bekasi, tepatnya di Masjid Nurul Islam-Islamic Center Bekasi. Masjid ini dikelola oleh Yayasan Nurul Islam. Letaknya yang dikota Bekasi menjadikan masjid ini berpotensi menjadi ramai dikemudian hari. Hal ini bisa terlihat dari mulai diperluasnya bangunan masjid. Meskipun masih berproses untuk renovasi, masjid ini tetap ramai dikunjungi jamaah. Tampak Depan Masjid Struktur bangunan atapnya kalau dilihat sekilas mirip masjid wali di Demak, Jawa Tengah. Menurut info yang saya dapat, rencananya masjid ini akan diperluas bangunannya hingga tiga lantai.Nah lho! Gede banget kan?

Perjalanan Pun Berlanjut ke Museum Nasional

Meskipun bulan puasa, bukan berarti kita malas-malasan kan? Apalagi libur panjang. Sepertinya aktivitas bakal berkurang drastis dan prioritas aktivitas yang diutamakan adalah "ibadah" alias tidur dirumah nunggu bedug maghrib. Jyaaaa.. Kalau seperti itu apanya yang menarik? Baiklah kita jalan-jalan. Setelah keliling monas, kita melanjutkan jalan-jalan ke.. Museum Nasional alias Museum Gajah. Bagi yang belum tahu kenapa disebut Museum Gajah, hal ini dikarenakan ada patung gajah terpampang didepan museum. Patung ini berasal dari Thailand dan merupakan hadiah dari raja Thailand yang dipersembahkan untuk Indonesia. Jadilah makanya dinamakan Museum Gajah. Museum Nasional

Jalan Pagi Keliling Monas di Bulan Ramadhan

Pagi-pagi keliling monas di bulan puasa? Bisa kering bro! Ah! Nggak juga. Asik kok jalan pagi keliling monas, tak terkecuali di bulan puasa. Kita bisa lihat suasana yang lain daripada biasanya. Bahkan banyak juga hal yang menarik. Contoh: Ternyata penyewaan sepeda masih beroperasi lho. Ini kan bulan puasa. Tapi nyatanya penyewaan alat olahraga sederhana itu masih jalan. Tarifnya masih sama (insyaAllah gak naik) Rp. 10.000 / jam. Pagi di Monas