Menyusuri jalan buat saya sudah biasa. Sejak sedari pendidikan tingkat sekolah dasar hingga tingkat pendidikan sekolah menengah pertama, saya sudah terbiasa untuk berjalan kaki dari rumah ke sekolah dan begitu pula sebaliknya. Oleh karena itu ketika di desa Ketangi-Purworejo setelah saya mengunjungi makam Bapak, saya pun tanpa lelah berjalan kaki keluar dari desa tersebut. Kemudian karena cacing-cacing di perut saya sudah mulai berteriak meminta asupan, maka saya berencana untuk mencari makan untuk mengganjal perut yang memang sedari tadi pagi ketika tiba dari stasiun belum saya isi sedikit pun. Dan dimulailah "trekking" dari depan pemberhentian bus P.O. Sumber Alam yang sering disebut sebagai daerah Kijing, berjalan kaki hingga menyeberangi jembatan Bogowonto dan tiba di daerah Bagelen. Tong Seng Kambing Bagelen
Media kanvas bagi saya untuk belajar menulis