Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2013

Megahnya Masjid Agung Jawa Tengah

Setelah berkeliling lebaran Ungaran-Kendal-Semarang, akhirnya tiba waktunya untuk kembali pulang ke Ungaran. Tapi sore telah datang dan itu waktunya untuk sholat Ashar karena waktu sudah menunjukkan pukul 4 waktu setempat. Sejenak berpikir dan kami pun menuju ke jalan Gajah Raya dimana terdapat salah satu masjid termegah di Indonesia yaitu Masjid Agung Jawa Tengah. Tampak Masjid dari Kejauhan Denah Lokasi Masjid Meskipun menjadi masjid dengan arsitektur megah, tidak menjadikan masjid ini ramai dikunjungi. Mungkin karena letaknya yang kurang strategis, nyempil di jalan Gajah Raya (saya pun tidak tahu kenapa nama jalannya Gajah).

Ngemall di Ungaran? Ya Luwes Tempatnya

Bila kita ingin belanja di mall ketika sedang berkunjung ke Ungaran, maka tempat yang tepat dan tidak jauh-jauh adalah Luwes. Mall bermotto: "Pilihan Tepat Belanja Hemat" ini terletak di pinggir jalan utama Ungaran. Mudah dikenali karena memang inilah satu-satunya mall di kabupaten Ungaran. Meskipun sudah beberapa kali melewati jalan raya Semarang-Jogja, tapi saya pun baru mengetahui bahwa disitu ada mall Luwes. Jalan Menuju Mall Maka layak apabila Indonesia saya juluki sebagai negara dengan sejuta mall karena kemanapun saya pergi di Indonesia, selalu akan kita temui tempat yang dinamakan mall.

Icip-Icip Tahu Campur Pasar Bandarjo

Saya baru tahu bahwa di Jawa khususnya Jawa Tengah dan lebih khusus lagi di Ungaran, ternyata ada makanan yang dinamakan Tahu Campur. Menurut keterangan dari orang asli sana selain disebut dengan nama Tahu Campur, makanan ini juga dikenal dengan nama Kupat Tahu. Dalam bayangan saya, kupat tahu yang dimaksud adalah makanan yang terdiri dari ketupat dan tahu yang diguyur dengan kuah santan seperti yang ada di Purworejo. Tapi ternyata bukan demikian! Siapa Mau Coba? :)

Mengintip Aktivitas Keramaian Pasar Bandarjo Ungaran

Untuk kesekian kalinya saya main dan blusukan ke dalam pasar tradisional. Kali ini saya mengunjungi pasar tradisional di daerah kabupaten Semarang, yakni pasar Bandarjo-Ungaran. Sudah ada yang pernah menjelajah ke dalam pasar yang bermotto: "Pasarku Resik Rejekine Apik" ini? Pastinya yang asli dari Ungaran sudah pernah menjejakkan kakinya disini dong ya. Depan Pasar Bandarjo yang Macetnya Minta Ampun

Mie Ayam Murah Meriah di Pasar Krendetan, Purworejo

Pernah nyoba makan mie ayam seharga Rp. 4.000 ? Hayoooh ngaku. Belum pernah? Kalau belum pernah coba datangi pasar Krendetan di Purworejo, Jawa Tengah. Yang backpacker biasanya langsung loncat-loncat kegirangan nih kalau denger makanan mur-mer. Yup! Tanpa sengaja saya mendatangi warung mie yang bersebelahan dengan pasar Krendetan dan mencicipi mie ayamnya.

Ngumpul Ngaji di Masjid Istiqomah, Kabupaten Ungaran

Sudah lama tidak ngaji. Alhamdulillah, begitu di Ungaran saya diajakin ke masjid Istiqomah. Masjid yang berada di kabupaten Ungaran, Jawa Tengah ini setiap minggunya mengadakan taklim. Kalau tidak salah waktunya dari pukul 6 pagi hingga kira-kira pukul setengah sebelas siang. Tangga Menuju Ruang Utama Masjid

Berbuka Puasa di Resto Seafood Godong Salam

Bulan Agustus yang lalu saya berkesempatan untuk menikmati suasana bulan Ramadhan di Jawa Tengah. Beberapa hari sebelum lebaran, diajaklah saya jalan-jalan ke pusat kota Semarang dan mampir di sebuah mall besar. Disana seperti rencana sebelumnya saya beserta istri dan adik2 berencana untuk menghabiskan waktu hingga tiba waktu berbuka dengan menonton film keluaran terbaru. Ya hitung-hitung refreshing juga lah. Opsinya ada dua: nonton film The Wolverine atau film The Conjuring. Dan sepakatlah kami setelah berdiskusi dan melihat kondisi serta situasi, untuk menonton film The Conjuring. Film ini ramai dibicarakan karena seramnya. Hingga tibalah waktu untuk menonton film itu. Dua jam lebih berlalu dan kami pun terkesan dengan filmnya. Meskipun menurut saya kurang serem karena tidak ada haji Bokir & Dorman Borisman. Emangnya film horornya Susana? Hehehe.

Menjejakkan Kaki, Merapat di Stasiun Kutoarjo

Oleh karena kereta Prameks alias Prambanan Ekspres sekarang hanya dijadwalkan pagi dan sore, maka tahun ini kami terpaksa men-carter mobil untuk mencapai desa Ketangi. Dengan mengeluarkan uang sekitar (seingat saya) Rp. 110.000 setelah tawar menawar dan terjadi deal, kami pun bisa duduk manis didalam mobil minibus yang akan mengantar kami menuju pasar Jenar untuk kemudian menuju desa Ketangi. Ya lumayan lah daripada naik kereta Prameks yang harus ditunggu karena dijadwalkan berangkat dari stasiun baru sekitar pukul 09.45. Belum lagi kerepotan-kerepotan lainnya karena kami berempat membawa banyak "kargo". Tidak terbayangkan bila kami menggunakan angkutan umum sambil mengangkat-angkat barang. Suasana di Dalam Stasiun Kutoarjo