Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2015

Lagi-Lagi ke Jayapura

Berbekal  pengalaman pada tahun 2011 , saya sudah mempersiapkan fisik dan mental untuk berkunjung ke Jayapura.Berlima kami ke Jayapura di pertengahan tahun 2013. Pada bulan Juli 2013 tepatnya, saya dan kawan-kawan mendapatkan tugas untuk supervisi ke kantor daerah di ujung timur Indonesia. Suasana Bandara Sentani

Ngulik Batik Papua dari Ilham Hingga Aneka

Di hari yang kedua (13 Desember 2011) masih di Jayapura, setelah kembali dari kantor sebelum Maghrib saya kembali keluyuran sendirian lagi. Kali ini saya menyusuri jalan Percetakan Negara. Ternyata disana ada sebuah toko yang menjual oleh-oleh khas Papua, sebut saja batik papua. Batik yang biasanya bermotifkan burung cendrawasih dan tifa ini dihargai mulai dari harga 60 ribu hingga 200 ribuan. Tergantung jenis bahan dan corak warnanya. Bukit Jayapura City

Sendirian Menjelajah Jalan Ahmad Yani, Jayapura

Malam itu disudut jalan Ahmad Yani masih ramai hilir-mudik penduduk dan kendaraan. Mungkin karena ini bulan Desember dan sebentar lagi libur nasional, jam segini (20.00 waktu setempat) di Jayapura masih terlihat banyak aktivitas. Jalan-jalan di malam hari tanggal 12 Desember 2011 pun saya lakukan sendirian. Karena rekan-rekan saya semuanya ibu-ibu, yang mungkin lebih memilih istirahat di kamar daripada jalan-jalan malam setelah menempuh perjalanan panjang dari Jakarta ke Jayapura. Jalan Malam di Jayapura

Perjalanan ke Jayapura

Bakda Subuh, saya pun bergegas menuju bandara Soetta. Karena tergesa-gesa, saya yang biasanya menggunakan bus Damri, kali ini menggunakan taksi. Tujuan kerja di akhir tahun 2011 (12 Desember) itu adalah kota Jayapura, Papua. Dibalik Kumpulan Awan

Mampir Ngopi di Sarang Nenen

Sewaktu main ke Ungaran tanggal 9 Mei 2015 ( 20 Rajab 1436) yang lalu , saya sempat mampir ke sebuah warung atau resto ya ? Bila dibilang warung ya gk pas karena tempatnya besar. Tapi bila dikatakan sebagai resto, mereka lebih mengandalkan kongkow ala-ala warung kopi. Bagi yang baru mendengar namanya mungkin akan mengernyitkan dahi. "Sarang Nenen" ? Iya. Kafe (lha ini mungkin nama yang lebih tepat) yang berlokasi di jalan Ahmad Yani mulai beroperasi buka dari jam 6 sore sampai jam 2 pagi. Dengan gambar maskot berupa gambar sampi sapi, kafe ini menawarkan menu-menu khas seperti halnya kopi susu, susu segar, cappucino, dan sejenisnya. Tapi selain minuman, mereka juga menyediakan makanan seperti I***mie kornet, spesial, dll.