Langsung ke konten utama

Perjalanan ke Jayapura

Bakda Subuh, saya pun bergegas menuju bandara Soetta. Karena tergesa-gesa, saya yang biasanya menggunakan bus Damri, kali ini menggunakan taksi. Tujuan kerja di akhir tahun 2011 (12 Desember) itu adalah kota Jayapura, Papua.
Dibalik Kumpulan Awan

Saya tidak pernah membayangkan akan ke Jayapura. Belum pernah sekalipun terpikir dan terbayang seperti apa situasi di Jayapura. Biasanya saya hanya melihat dan membaca keadaan di Jayapura melalui televisi maupun surat kabar. Tapi kali ini berbeda. Apa yang akan saya lihat dan rasakan akan menjadi pengalaman yang sangat berharga.

Selamat Datang di Kota Jayapura
Alhamdulillah, setelah 8 jam perjalanan saya dan rekan-rekan tiba di bandara Sentani.  Tiba di Sentani pukul 2 siang waktu setempat, saat matahari sedang panas-panasnya. Menunggu hampir 30 menit hingga akhirnya om Jan (baca: Yan) pun datang menjemput. Om Jan Lewier ini aslinya dari Ambon, tapi ditugaskan di Jayapura. Bila ingin tahu tentang seluk beluk kota Jayapura ya bertanyanya ke om Jan ini. Beliau meskipun asli Ambon, tapi sudah lama tinggal di kota Jayapura.

Selama perjalanan dari Sentani ke kota Jayapura, yang terlihat sepanjang jalan adalah pemandangan danau Sentani, bukit cadas, dan hutan Matoa. Sepanjang perjalanan juga om Jan banyak bercerita tentang kondisi di Jayapura. Lumayan seru lah dan dapat melupakan sejenak rasa lelah akibat perjalanan.
Danau Sentani
Bukit-Bukit Cadas
Polres Jayapura yang Terletak di Sebelah Hotel Matoa
Menempuh jarak kurang-lebih 34,4 km kami pun tiba di hotel Matoa, jalan Ahmad Yani No.14 untuk check-in dan sekedar drop barang. Untuk kemudian kami ke kantor daerah yang letaknya kurang lebih 2,3 km. Lumayanlah, setelah penerbangan 8 jam dan perjalanan darat 1 jam... T_T

Setelah kulo nuwun kepada "yang punya rumah", akhirnya saya dan rekan-rekan kembali ke hotel Matoa dan berkesempatan untuk istirahat. Setelah istirahat di sore itu, malam harinya saya berencana untuk "jalan-jalan" sekedar untuk mengenal wilayah sekitar jalan Ahmad Yani. 

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Singkat Tentang Pool DAMRI Kemayoran

Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia , disingkat DAMRI, merupakan angkutan yang jadi andalan bagi saya ketika harus pergi ke Bandara. Kebetulan tempat tinggal saya di Kemayoran yang tidak jauh dari salah satu pool bus milik pemerintah ini. Letak dari pool Damri Kemayoran ini berada di jalan Angkasa nomor 17, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tapi selama saya bolak balik daerah sana sih, orang lebih kenal pool Damri Kemayoran di jalan Kran Raya. Kalau dari perempatan jalan Garuda, cukup jalan kaki sekitar 50 meter.

Keliling Jogja Jangan Mau Pakai Jasa 'Guide Keraton'

Jogjakarta, 13 Oktober 2012 - Setelah lelah dan jengah bekerja selama empat hari berturut-turut dari pagi hingga malam, dihari ke lima kami memutuskan untuk berpisah dari rombongan kantor dan menjelajah kota Jogja berdua saja. Karena tidak ingin lelah sebelum "berpetualang" di spot-spot tujuan wisata, kami sepakat untuk menyewa kendaraan berbahan bakar rumput. Yup! Kami naik andong dari depan hotel Inna Garuda dan membayar sebesar Rp. 25.ooo rupiah untuk rute dari Malioboro hingga Keraton Jogja. Memakan waktu kurang lebih seperempat jam, kami tiba disana sekitar pukul 10 waktu setempat. Karena baru pertama kesana, kami pun sedikit bingung mencari loket untuk membeli tiket masuk. Suasana ketika itu agak ramai. Naik Andong dari Malioboro

Obrolan Receh

Setiap kali berangkat atau pulang, saya dan anak-anak hampir selalu sempat mengobrol, meskipun tidak mendalam. Saya menyebutnya sebagai “obrolan receh” karena hampir semua yang kami bahas adalah hal-hal random dari hari itu: kadang terpicu oleh kegiatan yang baru saja kami alami, kadang muncul begitu saja karena melihat sesuatu di jalan. Obrolan-obrolan sepele itu justru sering menjadi cara kami memproses hari yang baru saja lewat agar tetap dekat. Foto koleksi pribadi