Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2015

Dari Pasar Klewer Hingga Pasar Modern Solo

Saya termasuk yang beruntung karena sebelum diberitakan kebakaran diakhir bulan Desember 2014, saya, Zidni dan istri saya sempat mengunjungi pasar Klewer, Solo pada tanggal 15 Desember 2014. Niat jalan-jalan ke Solo tercetus setelah sebelumnya kami keliling Taman Wisata Prambanan. Sementara kami masih di Jogja tapi bingung mau ke mana lagi? Malioboro? Borobudur? Atau ke tempat lainnya? Akhirnya Solo jadi pilihan. Selamat Datang di Pasar Klewer

Duel Prambanan, Bakmi Jawa Manisrenggo VS Bakmi Jawa 'Pak Tok'

(14-15 Desember 2015) Ceritanya masih bagian dari penjelajahan di Jogjakarta, Prambanan khususnya. Di jalan Manisrenggo, saya menemukan sebuah warung bakmi jawa yang menurut papan menu, semua menu makanan dihargai senilai Rp. 9.ooo saja. Murah tho? Letaknya persis diseberang jalan toko batik Berly Textile . Karena malam hari, jadilah saya masuk ke warung itu dan mencicipi bakmi godognya sedangkan istri saya mencicipi capcaynya. Cap Cay dan Mie Godog Serba Sembilan Ribu Warungnya Sederhana Saja Meskipun bukan malam minggu, tapi warung ini cukup ramai dimalam itu dikunjungi oleh pembeli, baik makan di warung maupun dibungkus untuk dibawa pulang. Mungkin karena kami beruntung, ketika kami memesan menu ternyata tinggal porsi terakhir!

Belanja Kain Batik di Manisrenggo, Prambanan

Saat masih menginap di hotel Galuh Prambanan (14/12/2014), kami (saya, Zidni & istri saya) sempat jalan-jalan malam hari disepanjang jalan Manisrenggo-Prambanan. Tujuannya tak lain adalah untuk mencari makan malam. Tapi disela-sela sebelum menemukan makanan yang cocok dikantong dan dilidah, kami menemukan sebuah toko yang menjual kain-kain batik. Berly Textile Prambanan

Spot Terakhir Penjelajahan Candi

(14/12/2014) - Ada sekitar satu jam lebih kami berada di komplek candi Sewu setelah kemudian kami menyusuri jalan kembali ke arah komplek candi Prambanan. Kami mengambil jalan yang berbeda untuk kembali ke komplek candi Prambanan. Untuk kembali, kami menggunakan jalan utamanya. Setelah tiba di taman bermain dan karena ketika itu sudah masuk waktu Dzuhur, maka kami pun mencari musholla. Saya senang karena disini untuk mencari musholla tidaklah sulit. Lagi pula musholla yang ada termasuk nyaman menurut saya. Meskipun sebelum sholat kita harus menyapu terlebih dahulu karena angin begitu kencangnya sehingga mudah sekali debu mampir dilantai musholla. Memberi Makan Kijang Bersama Om dan Eyang

Candi Lumbung dan Candi Bubrah serta Kedamaian Candi Sewu

Candi Lumbung dan Candi Bubrah Untuk menuju candi Lumbung, kami menggunakan jalan sebelah kanan (jalan belakang) dari pintu masuk Taman Wisata Prambanan yang melewati kawasan kijang. Oh iya, di Taman Wisata Prambanan ini ternyata ada juga taman yang diperuntukkan sebagai tempat pemeliharaan kijang. Jadi bukan hanya di Istana Bogor dan Monas, di Prambanan juga ada tempat pemeliharaan kijang. Berfoto di Jalan Masuk ke Candi Lumbung