Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2014

Menyeruput Manisnya Selendang Mayang

Saya sudah sering dengar sih mengenai nama kuliner khas Betawi yang satu ini, tapi baru 16 Agustus 2014 kemarin berjumpa dengan wujud aslinya. Menurut cerita teman saya yang asli Betawi, minuman ini jaman dulunya bukan cuma sebagai pelepas dahaga. Melainkan juga sebagai pengobat rasa lapar karena bahannya dibuat dari tepung beras. Minuman ini terdiri dari bagian cair dan bagian padat. Untuk yang bagian cair merupakan campuran sirup dan santan. Untuk yang padatnya bentuknya seperti potongan-potongan agar-agar (atau seperti kue lapis tapi teksturnya lebih lembut). "Ambil garpu, buat buka kerang. Lain dulu, lain sekarang". Kalau selendang mayang yang ada sekarang dibuat dari tepung hungkue untuk bagian padatnya. Alasannya sih katanya biar lebih praktis.  Minuman Khas Betawi Untuk latar belakang kenapa minuman ini disebutnya sebagai selendang mayang masih belum jelas. Tapi kalau menilik dari tampilannya, mungkin karena warnanya yang mirip warna-warna selendang (kerudung) y...

Kota Tua Episode 1 - Stasiun Beos & Stadhuis

Enam belas Agustus 2014, saya mengajak adik ipar jalan-jalan ke kota tua Jakarta. Meskipun saya sudah berkali-kali mengunjungi tempat ini, selalu ada saja bagian-bagian kecil yang terlewati. Mungkin bagi orang lain untuk berkali-kali mengunjungi tempat yang sama membosankan. Maka buat saya boleh dibilang tiada bosan mengunjungi tempat ini. Suasana di Dalam Stasiun Beos

Lima Puluh Lima Ribu Rupiah Per Hari

Masih terbayang diingatan saya tentang jawaban si bapak  cleaning service . Usianya mungkin sekitar 50 tahunan, sementara teman-teman sepekerjaannya berusia lebih muda. Bekerja selama 12 jam dari jam 6 pagi hingga jam 6 sore. Bekerja dengan timnya menyisir setiap bagian dan sudut sebuah mall di Jakarta Pusat. Bekerja full setiap hari dan libur hanya didapatkan secara sistem shift, maksudnya bergantian dengan teman sepekerjaan atau ada yang menggantikan. Dengan bayaran sebesar Rp. 55.000 per harinya, si bapak bekerja untuk menyambung hidup. Si Bapak Sedang Mengepel Lantai Sementara Rekannya Membantu Membawakan Ember Berisi Air Pembersih