Langsung ke konten utama

Postingan

Highlight Post

Kurun Waktu yang Penuh Warna hingga Pandemi tak Terduga

Tahun 2020 ini, tidak ada yang menduga bahwa akan terjadi pandemi yang terjadi secara global. Mulai dari negara Tiongkok, pandemi Covid-19 bermula ( 1 ). Ketika saya menulis ini (Selasa, 28 April 2020), sudah  44 hari semenjak diberlakukan WFH ( Work From Home ) dan sudah sebanyak 9.511 kasus positif Covid-19 yang tercatat ( 2 ).  Halte Salemba UI (Copyright: Febri Aryanto) Lama rasanya saya tidak memperbaharui tulisan di blog ini. Tulisan terakhir yang saya publikasikan berjudul "Tak Sengaja Naik KA Priority-Seat (2)" yang bisa dibaca melalui tautan ini . Meski diunggah pada tanggal 22 Maret 2020, sebenarnya perjalanan tulisan tersebut terjadi pada tahun 2019 di bulan November tanggal 22 ( 3 ). 
Postingan terbaru

PP Bukan Pergi-Pulang Tapi Privasi Pribadi

Hari raya itu tentang silaturahim ke keluarga dan kerabat. Masalahnya, saya tipikal orang yang terlalu malas untuk berbasa basi. Jujur saja, hal yang paling malas saya lakukan adalah "berbising ria" untuk ngobrol-ngobrol dengan orang maupun kelompok orang. Sekali-dua kali mungkin masih tidak masalah dan tema yang dibahas memang saya suka. Tapi ketika hal tersebut dilakukan berulang-ulang dan bertubi-tubi, "baterai" saya akan langsung turun. Meskipun hari raya masih beberapa minggu lagi (tulisan ini saya mulai ketik saat bulan Ramadhan), beberapa hal sudah terbayang. Seakan-akan saya seperti Nostradamus, clairvoyance     alias cenayang yang ngetop di abad pertengahan dengan segala visinya tentang kejadian di masa depan (meskipun menggunakan cocok-logi). Pagi setelah sholat hari raya, biasanya masih aman-aman saja karena saya memilih untuk ngadem dan menurunkan ritme dengan pulang dari masjid untuk kemudian menyantap masakan khas hari raya. Setelah makan, masih bisa s...

Trauma itu Masih Ada

Iya, trauma itu masih ada. Ia tetap berdiam di dalam ingatan dan terkonfirmasi oleh respon saya. Sosok orang, nama jalan, nama bulan, tahun, kegiatan, merupakan beberapa hal yang menjadi pemicu. Pemicu-pemicu itu entah seketika ketika kami berbicara, respon saya seakan tidak bisa berpura-pura peristiwa yang lalu tidak menyakitkan.  Sumber gambar: Unsplash.com

Rapat Daring

Sejak pandemi pada tahun 2020, rapat daring menjadi hal yang sangat lumrah dilakukan. Selama kurang lebih lima tahun, saya telah mencicipi berbagai aplikasi untuk menjalankan rapat daring bersama rekan kerja. Beberapa aplikasi yang pernah saya gunakan antara lain Webex pada tahun 2020 sampai 2021, Zoom Meeting dari tahun 2020 akhir hingga sekarang, Google Meet yang juga mulai saya gunakan sejak 2020, dan Microsoft Teams yang mulai saya gunakan dari tahun 2022 hingga sekarang. Sebagai seseorang yang kadang introvert dan kadang rame, saya cukup menikmati rapat daring ini. Namun, tentu ada kelebihan dan kekurangan yang saya rasakan.