Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2014

Tersandung Mie Aceh, Kalap Makan Sate Padang

Selain karena kamar tempat menginap dirasa belum nyaman, jalan-jalan sore itu juga punya alasan kuat yakni untuk mengenal kawasan dan penunggunya. Dan tak kalah penting adalah rasa lapar. Alasan terakhir adalah sebab musabab yang bila tidak disegerakan untuk ditanggulangi akan berdampak ke segala lini dan sendi. Lha kok? Iya, bisa-bisa mas Feb akan melihat kunang-kunang, gemetaran dan berdendang keroncongan. Karena kelaparan yang amat sangat dan berkeringat setelah berjalan kaki dari Peunayong hingga terminal Keudah, mas Feb akhirnya mampir disebuah kedai. Mie Goreng Aceh.. Nyaamm..  Kedai tersebut terletak di kawasan kuliner jalan Ahmad Yani. Walaupun kedai ini baru saja akan membuka lapaknya, tapi mas Feb pede aja untuk langsung memesan seporsi mie Aceh dan segelas jus alpukat untuk mengobati lapar dan dahaga. Konsekuensinya... Yaaaa harus bersabar untuk menunggu si mas penjual mie menyiapkan bahan-bahan, mengiris kelengkapannya dan menyiapkan buah-buah untuk jusnya. Alham...

Uniknya Labi-labi dan Betor

Kendaraan umum yang ada di kota Aceh itu unik-unik. Unik karena cuma ada disini. Baru dua yang saya lihat ketika berada di Aceh: Labi-labi dan Betor. Labi-labi merupakan sebuah kata perulangan yang belum pernah saya dengan sebelumnya. Hingga saat disana seorang supir taksi mengatakan angkutan umum atau angkot disini disebutnya Labi-labi. Labi-labi bentuk fisiknya mirip dengan minibus tapi bagian tengah hingga belakangnya dimodifikasi sehingga dapat untuk menampung banyak penumpang. Boleh dibayangkan kepala kendaraan ini adalah kepala minibus sedangkan badan tengah hingga bagian belakangnya menyerupai bagian belakang bemo yang beredar di Jakarta. Labi-Labi Sedang Mangkal Didepan Terminal Keudah

Dari Rex Peunayong Hingga Terminal Keudah

Agustus tanggal 25 tahun 2014, saya dan teman tiba di Aceh sekitar pukul 16.00 waktu setempat. Baru sekali ini saya menjejakkan kaki di bumi Serambi Mekkah. Tiba melalui bandara internasional Sultan Iskandar Muda memberikan pengalaman baru buat saya. Saya sempat melihat sekeliling yang ternyata bandara ini dikelilingi oleh bukit dan pegunungan. Saya duga pastinya jauh dari pemukiman penduduk. Selain jauh dari pemukiman penduduk, mungkin juga saya dan teman bakal kesulitan menemukan kendaraan yang akan membawa kami ke kantor cabang di Aceh ini. Tapi alhamdulillah, kami pun langsung carter taksi dari pos pemesanan taksi yang berada persis didepan pintu keluar dari arrival gate bandara dengan tujuan ke hotel Medan dan menghabiskan Rp. 1oo ribu rupiah saudara-saudara! Seperti yang sebelumnya telah saya ceritakan , saya merasa tidak nyaman sejak tiba dibandara. Begitupun setelah tiba di hotel Medan. Entah kenapa kamar dimana saya dan teman menginap yang saya rasakan adalah rasa lembab....

Tulisan Jalan-Jalan dan Kuliner Mas Feb

Sebenarnya tulisan kali ini saya ingin menceritakan mengenai tulisan jalan-jalan saya. Pada mulanya ketika saya berada disuatu tempat, seketika itu pula muncul ide untuk menulis apa yang saya lihat. Biasanya saya tidak mencatat ide saya dan biasanya yang saya lakukan adalah memfoto objek yang saya lihat tersebut. Setelah kembali ke rumah atau tempat dimana saya bisa menyalurkan ide tersebut, barulah saya tulis. Langkah Kaki Saya Ketika Menjejak Purworejo di Akhir Tahun 2010 Saya akui bahwa aslinya saya tidak bisa menyalurkan ide yang ada dipikiran ke dalam tulisan. Serius deh! Saya tidak bisa mewujudkan apa yang ada dipikiran ke dalam tulisan. Tapi ya memang dasarnya saya termasuk orang yang nekad, jadilah blog mas feb jalan-jalan ini terus menerus saya perbaharui dengan tulisan-tulisan ngawur saya.

Bingung Belanja Oleh-Oleh di Jalan Sukowati

Masih sambungan jalan-jalan di kota Salatiga, setelah selesai acara tugas dari kantor sekarang saatnya untuk mencari oleh-oleh. Masih di kota Salatiga, bila mencari oleh-oleh khas kota ini menurut informasi yang saya dapat bisa melipir ke jalan Sukowati. Sepanjang jalan Sukowati, bisa kita temukan banyak toko yang menjual oleh-oleh khas Jawa Tengah khususnya oleh-oleh dari kota Salatiga. Letak jalan Sukowati ini tak jauh dari hotel Le Beringin yang berada di jalan Jendral Sudirman. Dari hotel Le Beringin cukup jalan kaki ke arah kiri hotel. Deretan Toko Oleh-Oleh di Sepanjang Jalan Sukowati Gerobak Bakpia Pathok Oom Tan Malam itu, saya diajak teman mendatangi toko oleh-oleh yang letaknya persis didepan kelenteng. Saya jadi tahu kenapa bungkus enting-enting gepuk bergambar kelenteng. Ya rupanya toko yang menjual enting-enting gepuk yang ngetop itu berada didepan kelentengnya. Eh.. Tapi benar atau tidak ya? Koreksi saya bila keliru. Mungin itu analisa saya melihat keadaan dila...