Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2015

Selamat Mengulang Tanggal..

Semeriah apa acara tanggal 17 Agustus nanti ditempat Anda? Pasti ada Lomba-lomba atau bahkan mungkin ada panggung musik? Ya begitulah setiap tahunnya setiap tanggal 17 Agustus. Meskipun saya bangga menjadi Indonesia, bangga bisa berada dan lahir di Indonesia. Tapi kadang saya sedih dan bertanya-tanya... Bila saja para pejuang kemerdekaan dan para pahlawan Indonesia masih ada dan melihat kemeriahan setiap tanggal 17 Agustus itu, apa kira-kira tanggapan mereka.. Anda bisa melihat kemeriahan acara di televisi seperti apa. Ada jogetan, dangdutan, ajang pencari bakat, lawakan... Ya sudahlah.. Mungkin tulisan-tulisan diatas hanya benang kusut yang tanpa sengaja terpintal dipikiran saya. Harapan kedepan mudah-mudahan Indonesia menjadi lebih baik disetiap pengulangan tanggal 17 Agustus... #ditulis di tangga teras masjid Akbar Kemayoran Jakarta 30 SyawaL 1436 / 15 Agustus 2015

Radio P2SC dan Kesenian yang Masih Bertahan

Yang terbersit di kepala saya ketika mendengar Radio P2SC adalah tentang bapak saya. Sejak saya usia masih timik-timik alias kanak-kanak, radio yang berada di frekuensi 936 AM ini sudah mengudara. Lho? Hubungannya dengan bapak-nya mas feb apa? Apakah bapak-nya mas feb direktur radio ini? Oh.. Bukan. Bapak saya merupakan salah satu penggemar radio ini dan setiap setiap minggu pasti Bapak saya datang ke stasiun radio ini.

Melihat-Lihat Pasar Tradisional Borobudur

Satu hal yang menjadi favorit saya kalau jalan-jalan adalah mengunjungi pasar tradisional. Ketika mendapatkan tugas ke Magelang (19-21 Jumadil Awal / 10-11 Maret 2015), saya juga menyempatkan diri untuk mengunjungi sebuah pasar tradisional di daerah Borobudur. Jika melihat sejarah dari pasar ini, pada mulanya pasar Borobudur terletak di dusun Ngaran I. Karena terkena penggusuran untuk proyek taman wisata candi Borobudur, kemudian pada tahun 1982 pasar Borobudur dipindahkan ke dusun Kapling Janan. Kok tau mas? Iya lah. Kan saya baca dari wikipedia. Hehehe. Biasanya yang menjadi pertanyaan teman-teman saya jika saya jalan-jalan dan mengunjungi pasar tradisional adalah: " Apa yang menarik dari mengunjungi pasar tradisional? ".

Nyasar Makan Kupat Tahu dan Ngemall di Paragon Solo

Disela-sela kegiatan di gedung Diklat Universitas Negeri Solo (UNS), tanggal 17 Jumadil Tsani 1436 (6 April 2015), saya dan Tri iseng-iseng melepas ketegangan kerja dengan cara melakukan blusukan ke kota Solo. Penjelajahan kali ini blusukan menggunakan bus Batik Solo Trans. Alasannya sih bukan karena ingin merakyat, tapi karena kami memang belum pernah merasakan menggunakan BST sehingga ingin merasakan sensasi naik BST. Bus Batik Solo Trans (BST) Nomor 02, Jurusan Palur - Kartasura Dari depan kampus UNS, kami menyeberang jalan menuju halte BST Kampus UNS. Sebelum menyeberang jalan sebenarnya kami kebingungan mau naik BST yang nomor berapa dan naik dari mana. Kami sempat bertanya ke pedagang yang ada disana. Tapi jawabannya mengecewakan dan bikin mengernyitkan dahi. Jawabannya lebih mengarahkan kepada kami supaya naik ojek yang notabene merupakan salah satu obyekan orang yang kami tanya. Selintas dipikiran saya jadi mengendap, ternyata memang lebih enak jalan-jalan dan bertanya den...