Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2015

Cita Rasa Tionghoa-Belanda di Pusat Kota Semarang

Sebenarnya jalan-jalan kuliner yang ini saya lakukan pada bulan Agustus 2013. Setelah berkeliling kota Semarang (yang padahal hanya sekeliling Tugu Muda dan sekitarnya), saya mampir ke sebuah restoran, yaitu Toko Oen. Lha katanya restoran, kok namanya "Toko"? Disitulah salah satu khasnya tempat ini. Kalau dari websitenya , Toko Oen ini menyatakan dalam sejarahnya mereka awal mulanya adalah toko kue. Tapi seiring dengan berjalannya waktu, sekitar tahun 1922 Toko Oen berubah menjadi restoran yang menyediakan tidak hanya kue-kue dan es krim tapi juga kuliner khas Indonesia, Cina dan Belanda. Sehingga terkenal dengan sebutan Colonial Taste of Toko Oen . Toko jadul ini buka setiap hari dari jam 10 pagi hingga jam 10 malam. 

Sarapan Pagi di Warung Bu Dirah, Tawangmangu

Karena menginap di mess Diklat Iptek Tanaman Jamu & Obat, saya dan kawan-kawan cukup berjalan kaki untuk menuju kantor Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional. Tapi karena ketika itu hari masih pagi, maka hal yang kami cari adalah sarapan. Warung Bu Dirah Sarapan Ketan Bertabur Bubuk Kedelai Kebetulan seorang teman dari kantor Balai mengajak kami untuk mencicipi sarapan khas daerah sana. Katanya sih ini makanan memang selalu tersedia disana. Apalagi kalau bukan ketan. Mas Pulung pun mengajak kami ke sebuah warung tenda yang letaknya persis disebelah kanan tempat kami menginap. Ketika kami sampai disana, pembeli sudah berdatangan 2-3 orang. Karena ini bukan musim liburan, maka kebanyakan yang bertandang ke warung Bu Dirah ini adalah orang-orang yang tinggal disekitar dan umumnya sudah langganan.

Bertamu ke Balai Penelitian Tanaman Obat Tawangmangu

Apa yang langsung tergambar didalam pikiran Anda ketika menyebut wisata di daerah Tawangmangu? Mungkin ada yang langsung menyebutkan wisata Grojogan Sewu. Atau mungkin ada juga yang menyebutkan wisata Candi, taman Balekambang. Atau bahkan wisata kuliner khas Tawangmangu seperti sate kelinci. Barangkali masih sedikit yang terpikir tentang wisata jamu. Lho? Wisata jamu? Adakah? Tentu ada di daerah Tawangmangu. Tepatnya di Balai Besar Litbang Tanaman Obat dan Obat Tradisional yang terletak di jalan Raya Lawu No. 11, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah. Karena posisinya yang terletak pada ketinggian 1200 meter di atas permukaan laut (dpl), selain bisa refreshing berplesir ria menghirup udara segar, disini kita juga bisa belajar. Alat-Alat Tradisional yang Digunakan Untuk Menyeduh Jamu Buku Jaman Dahulu yang Memuat Resep

Es Dawet Ijo Tape Gula Jawa Prambanan

Ketika orang mendengar kata "Dawet" mesti yang muncul dalam pikiran adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah, yakni Banjarnegara. Tapi jangan salah, dawet bukan hanya kuliner khas dari Banjarnegara. Bila kita jalan-jalan ke Purworejo, disana terkenal dawet ireng yang khas terutama yang paling terkenal di daerah Butuh, kabupaten Purworejo. Bila kita jalan-jalan ke Jakarta, yang ngetop disini adalah "Cendol", masih kembaran dengan dawet lah. Nah, sewaktu jalan-jalan ke Prambanan, saya menemukan dawet juga tapi entah khas daerah mana. Boleh lah kita sebut saja dawet Prambanan.