Langsung ke konten utama

Es Dawet Ijo Tape Gula Jawa Prambanan

Ketika orang mendengar kata "Dawet" mesti yang muncul dalam pikiran adalah salah satu kabupaten di Jawa Tengah, yakni Banjarnegara. Tapi jangan salah, dawet bukan hanya kuliner khas dari Banjarnegara. Bila kita jalan-jalan ke Purworejo, disana terkenal dawet ireng yang khas terutama yang paling terkenal di daerah Butuh, kabupaten Purworejo. Bila kita jalan-jalan ke Jakarta, yang ngetop disini adalah "Cendol", masih kembaran dengan dawet lah. Nah, sewaktu jalan-jalan ke Prambanan, saya menemukan dawet juga tapi entah khas daerah mana. Boleh lah kita sebut saja dawet Prambanan.


Lapak Es Dawet Ijo Tape Gula Jawa

Kuliner yang ditawarkan oleh si ibu penjual dikenal dengan sebutan "Es Dawet Ijo Tape Gula Jawa". Panjang ya namanya. Ini menu kuliner andalannya si ibu penjual. Buka mulai pagi hari hingga sore. Si ibu biasanya berjualan menggunakan gerobak sederhana dan mangkal didekat warung Bakmi Jawa Pak Tok, dipinggir jalan utama Prambanan.
Komposisi Es Dawet Ijo Tape Gula Jawa Ditempatkan Disini
Komposisi es dawet ini yaitu: dawet yang dibuat dari tepung beras, tape ketan, gula jawa dan tentu saja es batu. Masing-masing bahan ini ditempatkan si ibu penjual di dalam kendil-kendil ukuran sedang. Untuk harganya masih terjangkau kok. Cukup ditebus dengan harga Rp.7.ooo saja.
Suasana Sore Pasca Hujan di Jalan Utama Prambanan

Sore itu kami menjadi pelanggan penutup yang mencicipi es dawet ijo tape jualannya si ibu. Karena hari sudah jelang malam, kami pun membeli es dawet untuk dibungkus dan dinikmati dipenginapan. Soal rasa yaaa manis dan menyegarkan. Cocok buat yang habis perjalanan jauh. Nah, kalau ke Prambanan jangan lupa mampir ke lapaknya si ibu penjual es dawet ijo tape gula jawa ini ya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Singkat Tentang Pool DAMRI Kemayoran

Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia , disingkat DAMRI, merupakan angkutan yang jadi andalan bagi saya ketika harus pergi ke Bandara. Kebetulan tempat tinggal saya di Kemayoran yang tidak jauh dari salah satu pool bus milik pemerintah ini. Letak dari pool Damri Kemayoran ini berada di jalan Angkasa nomor 17, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tapi selama saya bolak balik daerah sana sih, orang lebih kenal pool Damri Kemayoran di jalan Kran Raya. Kalau dari perempatan jalan Garuda, cukup jalan kaki sekitar 50 meter.

Keliling Jogja Jangan Mau Pakai Jasa 'Guide Keraton'

Jogjakarta, 13 Oktober 2012 - Setelah lelah dan jengah bekerja selama empat hari berturut-turut dari pagi hingga malam, dihari ke lima kami memutuskan untuk berpisah dari rombongan kantor dan menjelajah kota Jogja berdua saja. Karena tidak ingin lelah sebelum "berpetualang" di spot-spot tujuan wisata, kami sepakat untuk menyewa kendaraan berbahan bakar rumput. Yup! Kami naik andong dari depan hotel Inna Garuda dan membayar sebesar Rp. 25.ooo rupiah untuk rute dari Malioboro hingga Keraton Jogja. Memakan waktu kurang lebih seperempat jam, kami tiba disana sekitar pukul 10 waktu setempat. Karena baru pertama kesana, kami pun sedikit bingung mencari loket untuk membeli tiket masuk. Suasana ketika itu agak ramai. Naik Andong dari Malioboro

Obrolan Receh

Setiap kali berangkat atau pulang, saya dan anak-anak hampir selalu sempat mengobrol, meskipun tidak mendalam. Saya menyebutnya sebagai “obrolan receh” karena hampir semua yang kami bahas adalah hal-hal random dari hari itu: kadang terpicu oleh kegiatan yang baru saja kami alami, kadang muncul begitu saja karena melihat sesuatu di jalan. Obrolan-obrolan sepele itu justru sering menjadi cara kami memproses hari yang baru saja lewat agar tetap dekat. Foto koleksi pribadi