Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2015

Bukit Polimak dan Dari Koteka Hingga Tifa di Pasar Hamadi

Berbekal tiket pesawat tanggal 1 Agustus 2013 siang waktu setempat, saya dan teman-teman akan kembali ke Jakarta. Tetapi sebelum tiba di bandara Sentani, kami sudah janjian dengan om Jan untuk mengantarkan kami mencari cinderamata khas Papua. Kota Jayapura dari atas Bukit Polimak Jam di lobi hotel menunjukkan pukul 6 lebih 30 menit. Di tempat parkir depan hotel, om Jan dan mobilnya sudah bersiap mengantar kami ke bandara Sentani. Udara di pagi itu lumayan teduh, tidak terlalu dingin tapi juga tidak terlalu panas. Tak seperti biasanya memang. Mungkin karena dini hari tadi ketika kami sahur, diluar turun hujan yang walaupun tidak deras tapi cukup untuk membuat hawa panas pelabuhan menyingkir dari kota Jayapura. Pemandangan Kota Jayapura dari Bukit Polimak - 2013

Mengintip Pasar Mamak-Mamak dari Balik Kamera Handphone

" Eeei! Tidak boleh ambil foto disini. ", tegur seorang mamak-mamak pedagang buah pinang kepada teman saya yang baru saja memotret suasana pasar di Pasar Mamak-Mamak.   Memang menurut kabar yang saya dengar, penduduk asli Papua paling anti untuk difoto dan banyak kabar negatif berkaitan dengan memotret penduduk asli Papua ini. Entah lah kabar yang beredar tersebut benar atau tidak.  Tapi sepanjang saya berada di Papua dan sudah berkali-kali ambil foto potret sana sini, belum pernah sekali pun ditegur oleh penduduk asli Papua. Ya mungkin rejeki saya sehingga masih bisa memotret suasana di kota Jayapura. Jalan Malam di Dalam Pasar Mamak-Mamak Seorang Pedagang Buah