Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2016

Ke Pantai Wediombo, Main Pasir

Setelah sehari sebelumnya melihat sapi di Cimory on The Valley, di hari Sabtunya (26 September 2015) mas Feb dan keluarga mengajak Zidni untuk bermain pasir. Kemana? Karena di daerah Ungaran tidak ada pantai, maka kami rencanakan untuk mencoba ke pantai Wediombo, Jogjakarta. Sebelumnya terpikir rencana ke pantai Indrayanti. Tapi kami pikir karena ini hari libur, mestilah akan banyak pengunjung yang datang kesana. Area Parkir di Pantai Wediombo Wefie Dulu Sebelum Main Air

Melihat Sapi di 'Cimory on The Valley'

Setelah tanggal 24 September 2015 merayakan Iedul Adha sekeluarga, pada keesokan harinya saya sekeluarga mengadakan acara jalan-jalan santai. Tujuan jalan-jalan kali ini adalah melihat sapi. Iya, sapi. Lho? Bukannya sapinya sudah disembelih saat Iedul Adha kemarin. Ou.. ini bukan sapi untuk iedul qurban kemarin. Ini sapi-sapi yang sengaja dipelihara sebagai penghasil susu untuk yogurt. Memangnya ada dimana sapi-sapi yang dipelihara itu? Di daerah Bawen, tepatnya di Cimory on The Valley - Milk Factory and Resto . Pembaca sudah ada yang pernah kesana? Kalau belum, direkomendasikan bagi pembaca yang sedang mencari tempat tujuan wisata untuk dijadikan pilihan menjadi salah satu tempat liburan sekeluarga. Selamat Datang di Cimory Pada mulanya saya juga tidak tahu akan pergi kemana kami disiang itu. Yang saya tahu selentingan katanya akan mengajak Zidni melihat sapi. Padahal sapi-sapi yang ada disekitaran rumah sudah habis disembelih ketika Iedul Adha kemarin. Tapi ya saya ngikut saja...

Cerita dari Commuter Line...

Bagi warga Jakarta yang pernah bepergian menggunakan CL alias Commuter Line, mesti sudah sering melihat bagaimana suasana didalamnya. Yang sering bepergian menggunakan CL biasanya hafal jam-jam sibuk ketika banyak calon penumpang berebutan mengantri dan saling sikut masuk ke dalam gerbong supaya ikut terangkut.  Selain hafal dengan jam-jamnya, mungkin juga hafal bagaimana perilaku dan kebiasaan penumpang yang berada didalam CL. Bila sedang penuh penumpang, kita bisa melihat dan mengalami ketika CL sedang berjalan dan tanpa kita berpegangan pun kita gak bakal jatuh. Saking padatnya semua orang menjadi tumpuan. Bila sedang agak longgar, kita jug bisa melihat penumpang-penumpang "berpenyakit". Kenapa saya beri tanda kutip? Karena kata-kata yang saya beri tanda kutip bukan menggambarkan keadaan yang sebenarnya. Waduuh mas Feb mulai ngawur dan nglindur...