Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2014

Jajan Wedang Ronde dan Sate Ayam di Jalan Sudirman, Salatiga

Menyambung cerita dari jalan-jalan malam di kota Salatiga, kami sempat berhenti disebuah lapak wedang ronde yang terletak ditrotoar persis disebelah kanan gerbang masuk hotel Le Beringin. Daripada sudah jalan dari ujung ke ujung tidak dapat apa-apa, jadilah kami memesan wedang ronde dan sate ayam. Bahan-Bahan Pendukung Kelengkapan Wedang Ronde Yuk Marii.. Wedang ronde disini komposisinya terdiri dari irisan kolang-kaling, kacang tanah, agar-agar, air jahe, dan ronde (bulatan semacam moci). Untuk semangkuk wedang ronde dihargai Rp.4.ooo saja. Kalau menurut teman-teman, wedang rondenya kurang pedas. Jadi pas diicip ya hangat dari jahenya kurang berbekas dilidah. Tapi saya pikir lumayan lah daripada sudah capek jalan gak ada yang diasup oleh badan.

Saya Merasa Tidak Nyaman Berada di Aceh...

Tidak sabar saya ingin menulis ini. Judul diatas benar-benar ingin saya kemukakan kepada pembaca karena apa yang saya lihat dilapangan ketika atas ijin Allah, saya dapat menginjakkan kaki dibumi Serambi Mekkah. Setelah hampir 10 tahun dari bencana tsunami Aceh, kehidupan boleh dikatakan sudah kembali berjalan normal. Segala kegiatan dan aktivitas penduduk di Aceh sudah seperti biasanya. Barangkali mereka sudah melupakan trauma akan kenangan mengenai tsunami itu. Mulai dari bandara hingga tempat yang saya kunjungi, di kabupaten Aceh Besar, sudah tidak tampak bekas-bekas masa lalu.

Jalan Kaki Malam-Malam di Sudut Kota Salatiga

Akhirnya saudara-saudara! Menghabiskan waktu sekitar 2 jam (karena mampir-mampir selama perjalanan) dari Solo, kami sampai juga di kota Salatiga. Karena memang kami ada pekerjaan di kota Salatiga, maka kami pun harus melapor dan sowan dulu ke kantor tuan rumah di Salatiga. Setelah sowan, kami pun diantarkan ke penginapan - hotel Le Beringin yang terletak di jalan Jenderal Sudirman nomor 60, Salatiga. Jalanan di Kota Salatiga Penjual Martabak yang Sepi Pembeli Singkat cerita, malam itu kami pun menyempatkan diri untuk menjelajah dengan berjalan kaki di salah satu sudut kota Salatiga di waktu malam. Jam ditangan ketika itu sudah menunjukkan sekitar pukul sembilan malam. Sepanjang jalan Jenderal Sudirman kami telusuri. Ya memang berbeda dengan Jakarta. Di kota Salatiga jam sembilan malam boleh dibilang

Passer Baroe - Tekstil, Sepatu, dan Masa Lalu

Sudah sejak lama ngetop dikalangan penggemar tekstil, pasar ini didirikan ditahun 1820, merupakan pasar tertua yang masih eksis hingga sekarang. Dahulunya merupakan pasar paling elit karena letaknya yang bersebelahan dengan Rijswijk (jalan Veteran), yang merupakan kawasan perumahan orang-orang kaya di eranya. Sepanjang Jalan di Pasar Baru

Budaya Antri & Sabar di Kantor Pos Jakarta Pusat

Sepengetahuan saya yang namanya antri itu berbaris, memanjang ke belakang. Tapi beda ceritanya ketika saya membeli materai di Kantor Pos Pusat, jalan Gedung Kesenian nomor 2 - Jakarta Pusat. "Antrian" Siang itu karena ingin membeli sejumlah materai dalam jumlah banyak, saya mendatangi kantor pos besar di Jakarta Pusat. Jam 10 lebih lima belas menit saya sudah berada didalam gedung yang sekilas bentuknya seperti stadion ini. Suasana agak ramai oleh pengguna jasa pos. Salah satunya di loket penjualan materai. Meskipun terdapat mesin counter (mesin untuk nomor urut pengunjung), tapi mubazir karena tidak digunakan. Mesinnya sih nyala, tapi ya itu tadi: tidak digunakan. Atau lebih tepatnya tidak diberdayakan.

Makan Mie Oplosan di Jantung Kota Purworejo

Kelaparan setelah 'mengukur' jalanan dari Banjarnegara - Wonosobo - Purworejo, singgahlah saya disebuah warung bakmi. Gak tanggung-tanggung, bakmi yang dijual disini katanya adalah bakmi oplosan! Apa sih yang dimaksud dengan bakmi oplosan? Mudah-mudahan bukan dioplos pakai bahan yang aneh-aneh ya.. Mie Ayam Bakso Original Jus Strawberry

Gado-Gado Perempatan Undaris, Salad Ala Jawa

Jalan Halmahera.. Begitu alamat yang dituliskan dispanduk depan warung ini. Letaknya lebih dikenal dengan sebutan "Perempatan Undaris". Karena memang diperempatan ini kalau dari arah Asmara (alun-alun baru) bila kita mengambil arah kiri (ke jalan Tentara Pelajar - Perumahan Gedanganak), kita memasuki wilayah Universitas Darul Ulum Islamic Center atau lebih dikenal dengan Undaris . Lha yang Ini Kumpulan Gado-Gado yang  Siap disiram Saus Kacang Warung Gado-Gado Perempatan Undaris