Langsung ke konten utama

Passer Baroe - Tekstil, Sepatu, dan Masa Lalu

Sudah sejak lama ngetop dikalangan penggemar tekstil, pasar ini didirikan ditahun 1820, merupakan pasar tertua yang masih eksis hingga sekarang. Dahulunya merupakan pasar paling elit karena letaknya yang bersebelahan dengan Rijswijk (jalan Veteran), yang merupakan kawasan perumahan orang-orang kaya di eranya.

Sepanjang Jalan di Pasar Baru


Gerbang Masuk Selatan
Pasar yang berdampingan dengan kali Ciliwung ini terbilang unik. Bentuknya memanjang dari jalan Pasar Baru (jalan Antara) di Selatan hingga jalan Samanhudi di Utara. Selain itu, keunikan lainnya adalah komoditas dagangan yang paling banyak dijual disini adalah tekstil dan sepatu. Sudah sejak dahulu memang kawasan perbelanjaan Pasar Baru dihuni oleh orang-orang keturunan India dan komoditas mereka secara turun-temurun adalah tekstil.

Penjual Koin dan Uang Kertas Jadul
Salah Satu Bangunan Bertingkat yang Termasuk Bangunan Kuno
Toko Jadul yang Masih Ada Hingga Sekarang

Bagi penyuka fotografi dan pemburu bangunan-bangunan jadul, Pasar Baru bisa menjadi objek yang dijadikan target. Tak jauh dari gerbang selatan terdapat gedung Antara. Jangan lupa juga bagi kolektor uang-uang jadul, sediakan dompet yang tebal untuk membeli koin maupun uang kertas jadul yang penjualnya banyak bertebaran disini.

Bagi saya, menjelajahi tempat-tempat dimana kita masih bisa melihat bangunan-bangunan lama seolah-olah membawa kita kembali menyelusuri jaman. Menjejakkan kaki dimana orang-orang sebelum kita pernah menjejakkan kaki disana. Tetap semangat jalan-jalan..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Singkat Tentang Pool DAMRI Kemayoran

Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia , disingkat DAMRI, merupakan angkutan yang jadi andalan bagi saya ketika harus pergi ke Bandara. Kebetulan tempat tinggal saya di Kemayoran yang tidak jauh dari salah satu pool bus milik pemerintah ini. Letak dari pool Damri Kemayoran ini berada di jalan Angkasa nomor 17, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tapi selama saya bolak balik daerah sana sih, orang lebih kenal pool Damri Kemayoran di jalan Kran Raya. Kalau dari perempatan jalan Garuda, cukup jalan kaki sekitar 50 meter.

Keliling Jogja Jangan Mau Pakai Jasa 'Guide Keraton'

Jogjakarta, 13 Oktober 2012 - Setelah lelah dan jengah bekerja selama empat hari berturut-turut dari pagi hingga malam, dihari ke lima kami memutuskan untuk berpisah dari rombongan kantor dan menjelajah kota Jogja berdua saja. Karena tidak ingin lelah sebelum "berpetualang" di spot-spot tujuan wisata, kami sepakat untuk menyewa kendaraan berbahan bakar rumput. Yup! Kami naik andong dari depan hotel Inna Garuda dan membayar sebesar Rp. 25.ooo rupiah untuk rute dari Malioboro hingga Keraton Jogja. Memakan waktu kurang lebih seperempat jam, kami tiba disana sekitar pukul 10 waktu setempat. Karena baru pertama kesana, kami pun sedikit bingung mencari loket untuk membeli tiket masuk. Suasana ketika itu agak ramai. Naik Andong dari Malioboro

Obrolan Receh

Setiap kali berangkat atau pulang, saya dan anak-anak hampir selalu sempat mengobrol, meskipun tidak mendalam. Saya menyebutnya sebagai “obrolan receh” karena hampir semua yang kami bahas adalah hal-hal random dari hari itu: kadang terpicu oleh kegiatan yang baru saja kami alami, kadang muncul begitu saja karena melihat sesuatu di jalan. Obrolan-obrolan sepele itu justru sering menjadi cara kami memproses hari yang baru saja lewat agar tetap dekat. Foto koleksi pribadi