16 November ini saya teringat tiga tahun yang lalu, tepatnya tanggal 20 November 2010. Saya pergi meninggalkan Jakarta menuju desa kelahiran Bapak saya di Purworejo, desa Ketangi. Hanya bermodalkan 300 ribu rupiah, saya nekad ke sana karena ingin sowan ke makam Bapak saya. Tahun 2008 bulan September, Bapak saya meninggal dan tahun 2010 ketika itu tepat dua tahun dua bulan kepergian Beliau. Ditahun 2010 itu pemberlakuan pemesanan tiket secara online belum seperti sekarang. Tiket penumpang tanpa kursi untuk kereta api masih berlaku. Karena saya membeli tiket beberapa jam sebelum keberangkatan, maka saya pun kebagian tiket tanpa kursi alias tidak dapat duduk. Jadilah dari rumah sudah bekal koran untuk nanti didalam gerbong duduk dibawah. Pada masa itu, kereta ekonomi tanpa AC masih ada dan namanya kereta api Progo yang berangkat dari Stasiun Pasar Senen dengan pemberhentian terakhir Stasiun Lempuyangan. Kebayang kan bagaimana rasanya tidak dapat tempat duduk dan harus merasakan perja...