Langsung ke konten utama

Mie Ayam Bakso Pak Jenggot, Spaghetti Ala Jawa

Pada tahu yang namanya spaghetti tho? Itu lho mie panjang-panjang tebal yang katanya khas makanan Italia. Ternyata di Alun-Alun Ungaran juga ada lho "spaghetti". Tapi mie tebal ini bercita rasa khas Jawa. Coba saja datangi warung tenda Mie Ayam Bakso Pak Jenggot, Alun-Alun Ungaran.

Mie Ayam Bakso
Di Alun-Alun Ungaran tepatnya jalan Pemuda, Mie Ayam Bakso Pak Jenggot menggelar lapak dagangannya. Warung tendanya mudah dikenali karena berada disudut belakang alun-alun dan tenda terpalnya yang berwarna oranye terdapat tulisan "Mie Ayam Bakso Pak Jenggot Alun-alun Ungaran". Sepertinya bila Anda mengunjungi warung tenda ini di saat weekend, bakalan rame, apalagi datangnya dimalam hari. Karena asli deh, saya baru pertama kali mencicipi mie ayam disini langsung jatuh hati dengan rasanya dan pengen coba lagi.


Sambalnya dimasak
Mie-nya yang besar-besar serupa dengan spaghetti ala Italia membuat Mie Ayam Pak Jenggot ini terasa spesial buat saya. Selama saya di Jakarta, menikmati mie ayam biasanya ukuran mie-nya biasa-biasa saja alias langsing-langsing mie-nya. Tidak seperti yang ini, gemuk-gemuk seperti mas-mas yang memasaknya.

Tak perlu lama menunggu, saya pun bisa mencicipi dan mulai menikmati. Sejak pertama kali kecapan kuahnya, hmmmmm... Ternyata mie ayam ini bukan hanya mengandalkan ukuran mie-nya, melainkan juga mengandalkan rasanya! Bagi yang suka dengan rasa pedas, pengelola warung tenda Pak Jenggot juga menyediakan sambalnya yang juga spesial dan berbeda dengan kebanyakan sambal yang disediakan penjual mie ayam di Jakarta. Yang membuat spesial sambalnya adalah karena sambalnya dimasak. Jadi kelihatan sambalnya kimplah-kimplah minyak sambal yang dijamin bakalan mak-nyoek..

Spanduk Penutup Warung Tenda Pak Jenggot
Monumen di Alun-Alun Ungaran
Hal lainnya yang membuat saya ingin kembali menikmati mie ayam pak Jenggot adalah soal harga. Harganya kalau menurut saya masih terjangkau karena harganya lebih murah disini dibandingkan harga mie ayam di Jakarta. Seandainya saya membuat interval penilaian antara 1-10, maka saya akan memberikan nilai mie ayam pak Jenggot ini dengan nilai 9!. Sudah mie-nya tebal, daging ayamnya pun demikian, rasanya lezat dan harganya merakyat.

Bagi yang penasaran, datang saja ke Alun-alun Ungaran. Dijamin setelah mendatangi warung tenda ini ungkapan "don't judge the book just from its cover" seperti yang sering diucapkan Tukul bakal ada benarnya. Jangan menilai sebelah mata warung tendanya, tapi cicipi dulu produk mie ayamnya. Hehehe. Tetap semangat wisata kuliner dan jalan-jalan bersama Mas Feb Jalan-Jalan.


Komentar

  1. wah, kayaknya mie ayamnya enak

    masfebjalanjalan.gangajakngajak.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asli enak mie ayamnya. Apa kabar uda Rory? Tugas dimana sekarang? Hayuk kalo mau ikutan wiskuL.. =p~ :d

      Hapus
    2. Kabar baik, mas feb gimna kabarnya?
      Sekarang tugas di Kuala Tungkal, Jambi.
      Coba masfebjalanjalan ke sini..
      Di sini ada mie ayam yg beda dari mie ayam biasa, ada Sopo Mie, ada Mie Hijau, dll..
      Enak semua...
      =p~

      Hapus
    3. Wah mantab itu kayaknya. InsyaAllah kalau ada kesempatan ke Jambi. Doakan. Hehehe.. :))

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Singkat Tentang Pool DAMRI Kemayoran

Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia , disingkat DAMRI, merupakan angkutan yang jadi andalan bagi saya ketika harus pergi ke Bandara. Kebetulan tempat tinggal saya di Kemayoran yang tidak jauh dari salah satu pool bus milik pemerintah ini. Letak dari pool Damri Kemayoran ini berada di jalan Angkasa nomor 17, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tapi selama saya bolak balik daerah sana sih, orang lebih kenal pool Damri Kemayoran di jalan Kran Raya. Kalau dari perempatan jalan Garuda, cukup jalan kaki sekitar 50 meter.

Keliling Jogja Jangan Mau Pakai Jasa 'Guide Keraton'

Jogjakarta, 13 Oktober 2012 - Setelah lelah dan jengah bekerja selama empat hari berturut-turut dari pagi hingga malam, dihari ke lima kami memutuskan untuk berpisah dari rombongan kantor dan menjelajah kota Jogja berdua saja. Karena tidak ingin lelah sebelum "berpetualang" di spot-spot tujuan wisata, kami sepakat untuk menyewa kendaraan berbahan bakar rumput. Yup! Kami naik andong dari depan hotel Inna Garuda dan membayar sebesar Rp. 25.ooo rupiah untuk rute dari Malioboro hingga Keraton Jogja. Memakan waktu kurang lebih seperempat jam, kami tiba disana sekitar pukul 10 waktu setempat. Karena baru pertama kesana, kami pun sedikit bingung mencari loket untuk membeli tiket masuk. Suasana ketika itu agak ramai. Naik Andong dari Malioboro

Obrolan Receh

Setiap kali berangkat atau pulang, saya dan anak-anak hampir selalu sempat mengobrol, meskipun tidak mendalam. Saya menyebutnya sebagai “obrolan receh” karena hampir semua yang kami bahas adalah hal-hal random dari hari itu: kadang terpicu oleh kegiatan yang baru saja kami alami, kadang muncul begitu saja karena melihat sesuatu di jalan. Obrolan-obrolan sepele itu justru sering menjadi cara kami memproses hari yang baru saja lewat agar tetap dekat. Foto koleksi pribadi