Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2013

Soto Padang Luar VS Soto Padang Dalam Halaman Masjid Sunda Kelapa

Soto Padang, karena ada yang belum tahu bedanya soto padang dengan soto daerah lainnya makanya saya buat tulisan ini. Dan kebetulan beberapa hari yang lalu saya membelikan soto padang untuk istri saya. Sebenarnya sebelum kejadian hujan-hujanan perjuangan untuk membeli soto padang ini, saya juga tidak tahu apa yang istimewa dari soto padang, hingga akhirnya saya beli soto padang di kawasan Masjid Sunda Kelapa. Sampai di TKP ternyata ada dua pedagang soto padang, satu didalam halaman masjid dan satu lagi berjualan soto padang di luar halaman masjid. Karena saya tidak tahu yang mana yang enak, maka saya pun mencoba untuk membeli keduanya.

Menggapai Puncak Nirwana, Traekking Candi Gedong Songo di Gunung Ungaran

Saya jadi teringat tentang komik yang dibuat oleh seorang maestro komik Indonesia, alm. Teguh Santosa. Dalam salah satu episode seri Mahabharata-Bharata Yudha, diceritakan Pandawa dan Drupadi pada masa akhir pemerintahan mereka menyepi ke gunung Mahameru dan mendaki untuk menggapai nirwana. Judulnya saya masih ingat: menggapai nirwana. Candi Gedong I Mungkin kira-kira tracking Candi Gedong Songo di Gunung Ungaran itu seperti cerita para Pandawa yang mendaki gunung Mahameru untuk menggapai nirwana. Kami perlu berusaha keras untuk mencapai candi tertinggi dari candi-candi yang lainnya.

Duel Maut Antara Soto Ayam Kampung Pak No & Soto Ayam Pak No

Pernah saya dengar seorang seniman sekelas Sujiwo Tedjo mengatakan: "negara Indonesia dipersatukan oleh soto". Bagi yang belum paham seperti apa soto itu klik disini . Soto biasanya disajikan dalam sebuah mangkuk dan dihidangkan dengan nasi. Sewaktu saya di Ungaran, saya berkesempatan mencicipi soto yang lumayan ngetop disana. Tapi ada hal yang membuat bingung karena ternyata ada dua warung soto menggunakan nama yang mirip walaupun tidak sama.

Serba Merah di Persinggahan Laksamana Cheng Ho

Salah satu bangunan bersejarah yang juga menjadi ikon kota Semarang adalah kelenteng Sam Po Kong atau sering juga disebut Gedung Batu. Menurut cerita asal-usul berdirinya kelenteng ini adalah sebagai penghargaan kepada Laksamana Cheng Ho yang katanya pernah singgah disini. Untuk cerita lebih jelasnya bisa membaca di wikipedia . Menyamar Didepan Gerbang Sam Po Kong

Lawang Sewu, Ikon Kota Semarang dari Masa Lalu Hingga Sekarang

Siang itu cuaca di kota Semarang sangat panas, terutama didaerah sekitar Tugu Muda. Dengan tujuan mengunjungi situs jadul yang digunakan sebagai ikon kota Semarang, kami mendatangi Lawang Sewu.  Berfoto di Halaman Tengah

Ke Bandung Jangan Lupa Beli Batik Kukus, Basreng dan Nangkub

Atas petunjuk dari seorang teman, saya menyambangi pastry outlet ini. Nazwa pastry, outlet pastry yang beralamat di Komplek PLN Ciateul ini mengandalkan nama-nama unik produk makanannya. Contoh: Batik Kukus, Basreng, Nangkub, Paku dan lain sebagainya. Tapi jangan salah. Bukan hanya unik namanya, melainkan unik pula rasanya.  Salju Bakar dan Nangkub

Petirtaan Cabean Kunti, Menerawang Sejarah dan Mitos Masa Lalu di Boyolali

Petirtaan, dalam bahasa gamblangnya adalah kolam. Biasanya pada jaman dahulu kala digunakan sebagai penampung air (sumber air) suci bagi penganut kepercayaan. Oleh karenanya dikeramatkan oleh penduduk pada masanya. Petirtaan Cabean Kunti ini punya nama lain yaitu Sendang Pitu. Entahlah mungkin disebabkan ada tujuh (pitu) sumber mata air. Tapi ketika saya ke lokasi, saya hanya menemukan lima mata air dan hanya tiga saja yang masih utuh berbentuk bangunan candi petirtaan. Ada yang Habis Pakai Ini Sendang