Langsung ke konten utama

Ke Bandung Jangan Lupa Beli Batik Kukus, Basreng dan Nangkub

Atas petunjuk dari seorang teman, saya menyambangi pastry outlet ini. Nazwa pastry, outlet pastry yang beralamat di Komplek PLN Ciateul ini mengandalkan nama-nama unik produk makanannya. Contoh: Batik Kukus, Basreng, Nangkub, Paku dan lain sebagainya. Tapi jangan salah. Bukan hanya unik namanya, melainkan unik pula rasanya. 

Salju Bakar dan Nangkub

Etalase di Nazwa Pastry
Selain menjual bolu dan brownies, Nazwa pastry juga menjual berbagai cemilan semacam basreng (Baso Goreng). Ini saya coba bawa pulang dan saya bilang sih enak untuk teman makan nasi sebagai gantinya kerupuk. Selain basreng, masih banyak cemilan lainnya.  :D

Bermacam Cemilan
Batik Kukus
Ketika saya berkunjung kesana, banyak anak yatim-piatu bermain didepan outlet. Tak heran karena menurut penuturan beberapa orang, pemilik pastry outlet ini juga mengelola rumah panti yatim piatu. Rumah pantinya terletak bersebelahan dengan outlet Nazwa, makanya banyak anak-anak panti yang bermain didepannya. Salut buat pemilik pastry ini.

Anak-Anak Panti sedang Bermain
Bersebelahan dengan Rumah Panti Yatim-Piatu
Turun Angkot, Anda Bakal Melihat Petunjuk Arah ini
Jadi bagi Anda yang sedang dan akan jalan-jalan ke Bandung, jangan lupa untuk mengunjungi Nazwa Pastry Outlet di komplek PLN jalan PLN Ciateul No.1 Bandung. Saat itu selain basreng, saya juga membeli nangkub (nangka keju bakar) dan batik kukus. Rasanya menurut saya lezaaat. Tetap semangat jalan-jalan bersama Mas Feb Jalan-Jalan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Singkat Tentang Pool DAMRI Kemayoran

Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia , disingkat DAMRI, merupakan angkutan yang jadi andalan bagi saya ketika harus pergi ke Bandara. Kebetulan tempat tinggal saya di Kemayoran yang tidak jauh dari salah satu pool bus milik pemerintah ini. Letak dari pool Damri Kemayoran ini berada di jalan Angkasa nomor 17, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tapi selama saya bolak balik daerah sana sih, orang lebih kenal pool Damri Kemayoran di jalan Kran Raya. Kalau dari perempatan jalan Garuda, cukup jalan kaki sekitar 50 meter.

Keliling Jogja Jangan Mau Pakai Jasa 'Guide Keraton'

Jogjakarta, 13 Oktober 2012 - Setelah lelah dan jengah bekerja selama empat hari berturut-turut dari pagi hingga malam, dihari ke lima kami memutuskan untuk berpisah dari rombongan kantor dan menjelajah kota Jogja berdua saja. Karena tidak ingin lelah sebelum "berpetualang" di spot-spot tujuan wisata, kami sepakat untuk menyewa kendaraan berbahan bakar rumput. Yup! Kami naik andong dari depan hotel Inna Garuda dan membayar sebesar Rp. 25.ooo rupiah untuk rute dari Malioboro hingga Keraton Jogja. Memakan waktu kurang lebih seperempat jam, kami tiba disana sekitar pukul 10 waktu setempat. Karena baru pertama kesana, kami pun sedikit bingung mencari loket untuk membeli tiket masuk. Suasana ketika itu agak ramai. Naik Andong dari Malioboro

Obrolan Receh

Setiap kali berangkat atau pulang, saya dan anak-anak hampir selalu sempat mengobrol, meskipun tidak mendalam. Saya menyebutnya sebagai “obrolan receh” karena hampir semua yang kami bahas adalah hal-hal random dari hari itu: kadang terpicu oleh kegiatan yang baru saja kami alami, kadang muncul begitu saja karena melihat sesuatu di jalan. Obrolan-obrolan sepele itu justru sering menjadi cara kami memproses hari yang baru saja lewat agar tetap dekat. Foto koleksi pribadi