Langsung ke konten utama

Tulisan Jalan-Jalan dan Kuliner Mas Feb

Sebenarnya tulisan kali ini saya ingin menceritakan mengenai tulisan jalan-jalan saya. Pada mulanya ketika saya berada disuatu tempat, seketika itu pula muncul ide untuk menulis apa yang saya lihat. Biasanya saya tidak mencatat ide saya dan biasanya yang saya lakukan adalah memfoto objek yang saya lihat tersebut. Setelah kembali ke rumah atau tempat dimana saya bisa menyalurkan ide tersebut, barulah saya tulis.

Langkah Kaki Saya Ketika Menjejak Purworejo di Akhir Tahun 2010
Saya akui bahwa aslinya saya tidak bisa menyalurkan ide yang ada dipikiran ke dalam tulisan. Serius deh! Saya tidak bisa mewujudkan apa yang ada dipikiran ke dalam tulisan. Tapi ya memang dasarnya saya termasuk orang yang nekad, jadilah blog mas feb jalan-jalan ini terus menerus saya perbaharui dengan tulisan-tulisan ngawur saya.
Bila dihitung, antara foto-foto yang saya buat dengan tulisan mengenai foto-foto tersebut lebih banyak jumlah foto-fotonya daripada tulisannya. Banyak ide didalam kepala saya, meskipun sering kali ide-ide tersebut menguap saat mata saya sudah berhadapan dengan laptop. Contohnya foto-foto ketika saya berkesempatan membuat jejak kaki selama di Papua, pulau Sumba, Surabaya, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jambi, Jogja, Aceh dan insyaAllah masih banyak foto-foto yang ingin saya tuangkan menjadi cerita.

Aslinya bila jalan-jalan, saya termasuk yang rame. Ada beberapa hal yang menyebabkan saya menjadi kalem saat jalan-jalan. Pertama, saya menjadi diam ketika jalan-jalan ke tempat yang ternyata disana terdapat 'sing bahurekso' sehingga saya diam dan sedang 'berkenalan' dengan yang ada ditempat itu. Kedua, saya menjadi diam karena tidak ada hal yang menarik perhatian saya. Lalu berikutnya yang membuat saya diam adalah karena memang saya sedang memperhatikan sesuatu dan ada yang sedang memperhatikan saya secara diam-diam. Dan masih banyak hal-hal lainnya yang membuat saya terdiam. :D


Mungkin banyak yang menganggap tulisan-tulisan saya kurang berbobot. Hal itu saya akui. Tapi sekali lagi ya begini inilah tulisan saya yang nekad. Dan seperti sudah saya sebutkan sebelumnya, banyak foto-foto yang sebenarnya ingin saya tuliskan ceritanya. Mudah-mudahan bisa saya tuliskan dikemudian hari.. Pelan-pelan sajaaa...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Singkat Tentang Pool DAMRI Kemayoran

Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia , disingkat DAMRI, merupakan angkutan yang jadi andalan bagi saya ketika harus pergi ke Bandara. Kebetulan tempat tinggal saya di Kemayoran yang tidak jauh dari salah satu pool bus milik pemerintah ini. Letak dari pool Damri Kemayoran ini berada di jalan Angkasa nomor 17, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tapi selama saya bolak balik daerah sana sih, orang lebih kenal pool Damri Kemayoran di jalan Kran Raya. Kalau dari perempatan jalan Garuda, cukup jalan kaki sekitar 50 meter.

Keliling Jogja Jangan Mau Pakai Jasa 'Guide Keraton'

Jogjakarta, 13 Oktober 2012 - Setelah lelah dan jengah bekerja selama empat hari berturut-turut dari pagi hingga malam, dihari ke lima kami memutuskan untuk berpisah dari rombongan kantor dan menjelajah kota Jogja berdua saja. Karena tidak ingin lelah sebelum "berpetualang" di spot-spot tujuan wisata, kami sepakat untuk menyewa kendaraan berbahan bakar rumput. Yup! Kami naik andong dari depan hotel Inna Garuda dan membayar sebesar Rp. 25.ooo rupiah untuk rute dari Malioboro hingga Keraton Jogja. Memakan waktu kurang lebih seperempat jam, kami tiba disana sekitar pukul 10 waktu setempat. Karena baru pertama kesana, kami pun sedikit bingung mencari loket untuk membeli tiket masuk. Suasana ketika itu agak ramai. Naik Andong dari Malioboro

Obrolan Receh

Setiap kali berangkat atau pulang, saya dan anak-anak hampir selalu sempat mengobrol, meskipun tidak mendalam. Saya menyebutnya sebagai “obrolan receh” karena hampir semua yang kami bahas adalah hal-hal random dari hari itu: kadang terpicu oleh kegiatan yang baru saja kami alami, kadang muncul begitu saja karena melihat sesuatu di jalan. Obrolan-obrolan sepele itu justru sering menjadi cara kami memproses hari yang baru saja lewat agar tetap dekat. Foto koleksi pribadi