Langsung ke konten utama

Rapat Daring

Sejak pandemi pada tahun 2020, rapat daring menjadi hal yang sangat lumrah dilakukan. Selama kurang lebih lima tahun, saya telah mencicipi berbagai aplikasi untuk menjalankan rapat daring bersama rekan kerja. Beberapa aplikasi yang pernah saya gunakan antara lain Webex pada tahun 2020 sampai 2021, Zoom Meeting dari tahun 2020 akhir hingga sekarang, Google Meet yang juga mulai saya gunakan sejak 2020, dan Microsoft Teams yang mulai saya gunakan dari tahun 2022 hingga sekarang. Sebagai seseorang yang kadang introvert dan kadang rame, saya cukup menikmati rapat daring ini. Namun, tentu ada kelebihan dan kekurangan yang saya rasakan.


Kelebihan rapat daring yang paling terasa buat saya adalah tidak perlunya aksi tatap muka langsung. Ini membuat kita tidak harus hadir di ruang rapat riil yang tertutup dan kaku. Rapat daring bisa dilakukan lebih fleksibel dari mana saja tanpa perlu terpaku duduk di meja kerja, bahkan dari toilet sekalipun rapat daring bisa dilakukan. Selain itu, jika memanfaatkan fitur rekaman rapat, kita bisa memutar ulang hasil rekaman rapat daring untuk mendengarkan kembali untuk memperjelas bagian-bagian yang mungkin terlewat. Bahkan di tahun 2025, fitur transkrip dan teknologi AI turut memudahkan tugas notulis dalam mencatat jalannya rapat. Masih banyak kelebihan lainnya, tapi itu yang paling saya rasakan.

Namun, rapat daring juga memiliki kekurangan yang berkaitan dengan kelebihannya. Ketergantungan pada koneksi internet menjadi kendala utama. Jika jaringan atau aplikasi terjadi permasalahan teknis, rapat bisa terganggu. Selain itu, perangkat keras seperti laptop atau smartphone yang kurang mumpuni atau tidak memenuhi spek standar rapat daring, juga bisa menghambat kelancaran. Ada juga orang yang merasa kurang puas menyampaikan pendapat secara daring karena tidak bisa melihat ekspresi langsung pendengar, yang biasanya membantu komunikasi lebih hidup.

Bila diminta untuk memberikan penilaian suka atau tidak, saya cenderung netral terhadap rapat daring. Ada hal-hal yang memang lebih cocok dilakukan secara daring, terutama untuk update harian seperti yang biasa dilakukan oleh programmer. Untuk hal seperti ini, tentu rapat daring menjadi kegiatan yang mempermudah bagi tim untuk mencapai target kinerja. Tetapi untuk diskusi yang lebih mendalam, seperti evaluasi bulanan atau triwulanan, rapat tatap muka secara luring tetap lebih efektif. Dengan tatap muka, situasi dan diskusi bisa lebih jelas, serta mitigasi atau konfirmasi dan tindak lanjut dapat dikomunikasikan dan disepakati dengan lebih baik.

Selain aspek teknis dan efektivitas, ada hal sangat penting yang tidak boleh diabaikan yaitu etika dalam menggunakan aplikasi rapat daring. Pengguna harus berhati-hati dan menjaga sopan santun serta norma selama rapat berlangsung. Misalnya, disarankan untuk selalu mematikan kamera saat hendak melakukan sesuatu yang mungkin bukan hal yang harus dilihat oleh peserta lain-seperti makan dan minum atau bahkan memperbaiki penampilan. Begitu pula dengan microphone, hendaknya dimatikan saat tidak sedang berbicara agar suara-suara yang mengganggu tidak mengacaukan kondusivitas rapat.

Norma kesopanan lain yang perlu diperhatikan adalah penggunaan avatar dan gambar profil. Usahakan untuk tidak menggunakan avatar kartun yang disediakan oleh aplikasi jika rapat yang dilakukan merupakan rapat formal perusahaan. Bila menggunakan gambar profil, jangan menggunakan foto atau gambar yang keluar dari norma perusahaan, yang bisa mengurangi profesionalisme diri. Nama profil juga harus menggunakan nama asli atau nama resmi yang mencerminkan representasi perusahaan atau tim tempat bekerja, bukan menggunakan julukan atau nama panggilan yang kurang formal. Hal ini penting agar komunikasi bisnis tetap terjaga dengan baik dan citra perusahaan tetap positif saat berinteraksi secara daring.

Dengan memperhatikan etika ini, suasana rapat daring akan menjadi lebih nyaman, teratur, dan profesional. Kita juga memberikan penghormatan penuh kepada sesama peserta rapat dan membangun budaya kerja yang sehat meskipun dilakukan secara virtual. Oleh karena itu, selain memaksimalkan pemanfaatan teknologi lebih efektif, menjaga tata krama dalam rapat daring sama pentingnya agar tujuan rapat dapat tercapai secara optimal.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Singkat Tentang Pool DAMRI Kemayoran

Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia , disingkat DAMRI, merupakan angkutan yang jadi andalan bagi saya ketika harus pergi ke Bandara. Kebetulan tempat tinggal saya di Kemayoran yang tidak jauh dari salah satu pool bus milik pemerintah ini. Letak dari pool Damri Kemayoran ini berada di jalan Angkasa nomor 17, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tapi selama saya bolak balik daerah sana sih, orang lebih kenal pool Damri Kemayoran di jalan Kran Raya. Kalau dari perempatan jalan Garuda, cukup jalan kaki sekitar 50 meter.

Keliling Jogja Jangan Mau Pakai Jasa 'Guide Keraton'

Jogjakarta, 13 Oktober 2012 - Setelah lelah dan jengah bekerja selama empat hari berturut-turut dari pagi hingga malam, dihari ke lima kami memutuskan untuk berpisah dari rombongan kantor dan menjelajah kota Jogja berdua saja. Karena tidak ingin lelah sebelum "berpetualang" di spot-spot tujuan wisata, kami sepakat untuk menyewa kendaraan berbahan bakar rumput. Yup! Kami naik andong dari depan hotel Inna Garuda dan membayar sebesar Rp. 25.ooo rupiah untuk rute dari Malioboro hingga Keraton Jogja. Memakan waktu kurang lebih seperempat jam, kami tiba disana sekitar pukul 10 waktu setempat. Karena baru pertama kesana, kami pun sedikit bingung mencari loket untuk membeli tiket masuk. Suasana ketika itu agak ramai. Naik Andong dari Malioboro

Obrolan Receh

Setiap kali berangkat atau pulang, saya dan anak-anak hampir selalu sempat mengobrol, meskipun tidak mendalam. Saya menyebutnya sebagai “obrolan receh” karena hampir semua yang kami bahas adalah hal-hal random dari hari itu: kadang terpicu oleh kegiatan yang baru saja kami alami, kadang muncul begitu saja karena melihat sesuatu di jalan. Obrolan-obrolan sepele itu justru sering menjadi cara kami memproses hari yang baru saja lewat agar tetap dekat. Foto koleksi pribadi