Langsung ke konten utama

Belanja Kain Batik di Manisrenggo, Prambanan

Saat masih menginap di hotel Galuh Prambanan (14/12/2014), kami (saya, Zidni & istri saya) sempat jalan-jalan malam hari disepanjang jalan Manisrenggo-Prambanan. Tujuannya tak lain adalah untuk mencari makan malam. Tapi disela-sela sebelum menemukan makanan yang cocok dikantong dan dilidah, kami menemukan sebuah toko yang menjual kain-kain batik.

Mas Feb Jalan-jalan
Berly Textile Prambanan
Berly Textile Prambanan nama tokonya. Tokonya mudah dikenali dengan spanduk besar nama tokonya dan dihalaman tokonya ada kereta "andong" tanpa kuda yang sepertinya memang dibuat sebagai pajangan. Ketika kami datang memang sedang sepi pengunjung. Tapi tak berapa lama setelah kami memilih-milih kain yang ingin kami beli, datanglah beberapa pengunjung.

Mas Feb Jalan-jalan
Mulai Ramai Pengunjung
Mas Feb Jalan-jalan
Motif yang Beraneka Ragam
Mas Feb Jalan-jalan
Sebagian Motif Pilihan Kami
Mas Feb Jalan-jalan
Si Bapak Penjual

Si bapak penjual rupanya sudah berjualan sejak masih muda dan kebanyakan barang disupply dari pasar Klewer Solo. Bisa dikatakan motif-motif dan bahan-bahan kain yang dijual si bapak penjual beraneka ragam dan bagus-bagus. Bila disandingkan dengan harganya, menurut saya masih wajar lah.

Setelah memilah dan memilih, jadilah kami membeli 5 lembar kain berbeda motif yang menurut istri saya nantinya akan dibuat menjadi kemeja. [mas Feb Jalan-jalan]


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Singkat Tentang Pool DAMRI Kemayoran

Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia , disingkat DAMRI, merupakan angkutan yang jadi andalan bagi saya ketika harus pergi ke Bandara. Kebetulan tempat tinggal saya di Kemayoran yang tidak jauh dari salah satu pool bus milik pemerintah ini. Letak dari pool Damri Kemayoran ini berada di jalan Angkasa nomor 17, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tapi selama saya bolak balik daerah sana sih, orang lebih kenal pool Damri Kemayoran di jalan Kran Raya. Kalau dari perempatan jalan Garuda, cukup jalan kaki sekitar 50 meter.

Keliling Jogja Jangan Mau Pakai Jasa 'Guide Keraton'

Jogjakarta, 13 Oktober 2012 - Setelah lelah dan jengah bekerja selama empat hari berturut-turut dari pagi hingga malam, dihari ke lima kami memutuskan untuk berpisah dari rombongan kantor dan menjelajah kota Jogja berdua saja. Karena tidak ingin lelah sebelum "berpetualang" di spot-spot tujuan wisata, kami sepakat untuk menyewa kendaraan berbahan bakar rumput. Yup! Kami naik andong dari depan hotel Inna Garuda dan membayar sebesar Rp. 25.ooo rupiah untuk rute dari Malioboro hingga Keraton Jogja. Memakan waktu kurang lebih seperempat jam, kami tiba disana sekitar pukul 10 waktu setempat. Karena baru pertama kesana, kami pun sedikit bingung mencari loket untuk membeli tiket masuk. Suasana ketika itu agak ramai. Naik Andong dari Malioboro

Obrolan Receh

Setiap kali berangkat atau pulang, saya dan anak-anak hampir selalu sempat mengobrol, meskipun tidak mendalam. Saya menyebutnya sebagai “obrolan receh” karena hampir semua yang kami bahas adalah hal-hal random dari hari itu: kadang terpicu oleh kegiatan yang baru saja kami alami, kadang muncul begitu saja karena melihat sesuatu di jalan. Obrolan-obrolan sepele itu justru sering menjadi cara kami memproses hari yang baru saja lewat agar tetap dekat. Foto koleksi pribadi