Langsung ke konten utama

Lagi-Lagi ke Jayapura

Berbekal pengalaman pada tahun 2011, saya sudah mempersiapkan fisik dan mental untuk berkunjung ke Jayapura.Berlima kami ke Jayapura di pertengahan tahun 2013. Pada bulan Juli 2013 tepatnya, saya dan kawan-kawan mendapatkan tugas untuk supervisi ke kantor daerah di ujung timur Indonesia.
Suasana Bandara Sentani

Menghabiskan waktu kurang lebih 8 jam dari bandara Soekarno-Hatta, transit di Makassar hingga akhirnya tiba di bandara Sentani, Jayapura. Itu pun 8 jam baru tiba di bandaranya. Belum sampai di tempat tujuan yang berada di jalan Kesehatan nomor 10 Dok 2 Jayapura. Dari Sentani hingga ke TKP menghabiskan waktu kurang lebih 1 jam bila tak ada halangan. Kadang bisa lebih dari itu.
Pusat Perbelanjaan Modern dan Mall Mulai Bermunculan di Tahun 2013

Seringkali ketika berkunjung ke Jayapura terasa deg-degan. Siap pergi dan siap tidak pulang. Kenapa? Karena rute dari Sentani ke pusat kota Jayapura hanya ada satu jalan. Pulang-pergi ya jalannya lewat itu-itu juga. Apalagi belum lama sebelum kunjungan ini, berita yang tersiar di televisi adalah berita-berita tentang rusuh karena ada penembakan di daerah Sorong. Meskipun daerah Sorong agak jauh, ya tapi masih lingkup Papua tho? Tapi bismillah saja, insya Allah tidak terjadi apa-apa.

Tiba di Sentani pukul 2 siang waktu setempat, persis sama dengan ketika berkunjung ke Jayapura 2 tahun yang lalu. Bandara Sentani sedang dalam tahapan renovasi dan perluasan. Orang yang sama dengan 2 tahun yang lalu juga yang menjemput kami, yaitu om Jan.

Selama perjalanan, suasananya hampir sama dengan yang lalu. Ada beberapa hal sih yang terlihat masih baru. Kini terdapat mall dan pusat perbelanjaan modern.
Kota Makin Ramai
Bagian Muka Hotel Matoa
Sama seperti 2 tahun yang lalu, tiba di Sentani - ke hotel Matoa drop barang - sowan ke "yang punya rumah" - istirahat kembali ke hotel. Kami tiba di hotel Matoa dengan diiringi rintik hujan. Alhamdulillah, lumayan bikin segar karena kedatangan kali ini ke Jayapura bertepatan pada saat bulan Ramadhan. Jadi, otomatis saya dan rekan-rekan akan ngabuburit pada sore harinya. Kalau dua tahun lalu saya jalan-jalan sendirian, sepertinya sekarang akan beramai-ramai jalan-jalan malamnya.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Singkat Tentang Pool DAMRI Kemayoran

Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia , disingkat DAMRI, merupakan angkutan yang jadi andalan bagi saya ketika harus pergi ke Bandara. Kebetulan tempat tinggal saya di Kemayoran yang tidak jauh dari salah satu pool bus milik pemerintah ini. Letak dari pool Damri Kemayoran ini berada di jalan Angkasa nomor 17, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tapi selama saya bolak balik daerah sana sih, orang lebih kenal pool Damri Kemayoran di jalan Kran Raya. Kalau dari perempatan jalan Garuda, cukup jalan kaki sekitar 50 meter.

Keliling Jogja Jangan Mau Pakai Jasa 'Guide Keraton'

Jogjakarta, 13 Oktober 2012 - Setelah lelah dan jengah bekerja selama empat hari berturut-turut dari pagi hingga malam, dihari ke lima kami memutuskan untuk berpisah dari rombongan kantor dan menjelajah kota Jogja berdua saja. Karena tidak ingin lelah sebelum "berpetualang" di spot-spot tujuan wisata, kami sepakat untuk menyewa kendaraan berbahan bakar rumput. Yup! Kami naik andong dari depan hotel Inna Garuda dan membayar sebesar Rp. 25.ooo rupiah untuk rute dari Malioboro hingga Keraton Jogja. Memakan waktu kurang lebih seperempat jam, kami tiba disana sekitar pukul 10 waktu setempat. Karena baru pertama kesana, kami pun sedikit bingung mencari loket untuk membeli tiket masuk. Suasana ketika itu agak ramai. Naik Andong dari Malioboro

Obrolan Receh

Setiap kali berangkat atau pulang, saya dan anak-anak hampir selalu sempat mengobrol, meskipun tidak mendalam. Saya menyebutnya sebagai “obrolan receh” karena hampir semua yang kami bahas adalah hal-hal random dari hari itu: kadang terpicu oleh kegiatan yang baru saja kami alami, kadang muncul begitu saja karena melihat sesuatu di jalan. Obrolan-obrolan sepele itu justru sering menjadi cara kami memproses hari yang baru saja lewat agar tetap dekat. Foto koleksi pribadi