Langsung ke konten utama

Berbuka Puasa di Resto Seafood Godong Salam

Bulan Agustus yang lalu saya berkesempatan untuk menikmati suasana bulan Ramadhan di Jawa Tengah. Beberapa hari sebelum lebaran, diajaklah saya jalan-jalan ke pusat kota Semarang dan mampir di sebuah mall besar. Disana seperti rencana sebelumnya saya beserta istri dan adik2 berencana untuk menghabiskan waktu hingga tiba waktu berbuka dengan menonton film keluaran terbaru. Ya hitung-hitung refreshing juga lah. Opsinya ada dua: nonton film The Wolverine atau film The Conjuring. Dan sepakatlah kami setelah berdiskusi dan melihat kondisi serta situasi, untuk menonton film The Conjuring. Film ini ramai dibicarakan karena seramnya. Hingga tibalah waktu untuk menonton film itu.


Dua jam lebih berlalu dan kami pun terkesan dengan filmnya. Meskipun menurut saya kurang serem karena tidak ada haji Bokir & Dorman Borisman. Emangnya film horornya Susana? Hehehe.



Untuk mengobati diri setelah lelah dan terkaget-kaget gara-gara film "The Conjuring" sekaligus menunggu waktu berbuka puasa tiba, kami mendatangi sebuah resto besar di pinggir jalan raya Jogja-Semarang (tepatnya resto ini terletak di jalan Diponegoro 108, Ungaran). Butuh waktu sekitar 1 setengah jam untuk mencapai resto ini dari pusat kota Semarang. Nama restonya Godong Salam dengan logo bergambar daun dan dominan warna hijau dilogonya. Websitenya bisa dikunjungi di: www.godongsalamseafood.com



Begitu kita memasuki resto ini, kita bakalan bisa menangkap suasana yang ditawarkan. Suasana kuliner Indonesia menjadi andalan di resto ini. Terutama suasana khas jawa karena bila kita menyapu pandangan ke setiap sudut, pasti bisa kita temukan yang khas jawa seperti wayang kulit, lampu-lampu tempo dulu, bahkan gambar gunungan wayang beserta punokawan terpampang besar didekat pintu masuk. Bagi Anda yang membawa keluarga serta dan anak-anak, jangan khawatir. Resto ini menyediakan spot bermain bagi anak-anak. Sehingga anak-anak pun bisa betah datang ke resto ini.


Jika kita melihat websitenya, resto ini lebih berfokus pada kuliner kategori seafood. Dari menu-menunya diantaranya udang bakar madu, cumi goreng telur asin, dll. Ada satu beverages yang kami pesan karena namanya unik: Es Gunung Ungaran. Komposisi minuman dingin ini antara lain: es serut, strobery, jelly, selasih, kelapa kopyor, sirup serta susu sebagai pemberi rasa manisnya. Mungkin kalau di Jakarta se-level dengan es campur ya. Setelah puas icip-icip makanan di resto ini, kesimpulannya adalah mahal saudara-saudara! Kalau ada yang pernah ke D'Cost, bakalan berasa banget bahwa resto ini terlalu mahal untuk menu makanan yang setara dengannya. Meskipun harus diakui bahwa udang yang kami pesan besar-besar dan lebih besar daripada di D'Cost. Hehehe.

Maka jika Anda penasaran, cobalah mampir ke resto ini dan siapkan dompet tebal Anda. Tetap asik jalan-jalan bersama Mas Feb Jalan-Jalan.

Blusukan: 3 Agustus 2013

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Singkat Tentang Pool DAMRI Kemayoran

Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia , disingkat DAMRI, merupakan angkutan yang jadi andalan bagi saya ketika harus pergi ke Bandara. Kebetulan tempat tinggal saya di Kemayoran yang tidak jauh dari salah satu pool bus milik pemerintah ini. Letak dari pool Damri Kemayoran ini berada di jalan Angkasa nomor 17, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tapi selama saya bolak balik daerah sana sih, orang lebih kenal pool Damri Kemayoran di jalan Kran Raya. Kalau dari perempatan jalan Garuda, cukup jalan kaki sekitar 50 meter.

Keliling Jogja Jangan Mau Pakai Jasa 'Guide Keraton'

Jogjakarta, 13 Oktober 2012 - Setelah lelah dan jengah bekerja selama empat hari berturut-turut dari pagi hingga malam, dihari ke lima kami memutuskan untuk berpisah dari rombongan kantor dan menjelajah kota Jogja berdua saja. Karena tidak ingin lelah sebelum "berpetualang" di spot-spot tujuan wisata, kami sepakat untuk menyewa kendaraan berbahan bakar rumput. Yup! Kami naik andong dari depan hotel Inna Garuda dan membayar sebesar Rp. 25.ooo rupiah untuk rute dari Malioboro hingga Keraton Jogja. Memakan waktu kurang lebih seperempat jam, kami tiba disana sekitar pukul 10 waktu setempat. Karena baru pertama kesana, kami pun sedikit bingung mencari loket untuk membeli tiket masuk. Suasana ketika itu agak ramai. Naik Andong dari Malioboro

Obrolan Receh

Setiap kali berangkat atau pulang, saya dan anak-anak hampir selalu sempat mengobrol, meskipun tidak mendalam. Saya menyebutnya sebagai “obrolan receh” karena hampir semua yang kami bahas adalah hal-hal random dari hari itu: kadang terpicu oleh kegiatan yang baru saja kami alami, kadang muncul begitu saja karena melihat sesuatu di jalan. Obrolan-obrolan sepele itu justru sering menjadi cara kami memproses hari yang baru saja lewat agar tetap dekat. Foto koleksi pribadi