Langsung ke konten utama

5 W dalam Mendisain Website

Sebuah website (situs web) dianalogikan sebagai sebuah toko dimana frontpage (halaman awal)-nya adalah etalase jualan kita. Jadi ketika kita berniat akan membuat sebuah website, maka hal pertama yang masuk dalam perencanaan adalah produk apa yang kita miliki untuk kita jual (What) dan siapa audiens kita (Who)?


Jika dua hal pertanyaan tersebut dapat kita jawab, maka hal selanjutnya adalah mengumpulkan bahan-bahan (Resources Gathering), entah itu gambar, tulisan, narasi, video, audio, bahan-bahan unduhan dsb. Setelah terkumpul barulah kita bisa mengelompokkan (kategorisasi) bahan-bahan material yang sudah terkumpul. Semisal bahan-bahan profil dikelompokkan menjadi satu, bahan-bahan unduhan dan lain sebagainya sehingga kita memperoleh produk apa (What) ditempatkan dimana (Where) dan kapan (When) produk itu dapat dimunculkan kepada audiens (Who) serta bagaimana (How) kita ingin menampilkan/memberikan produk kita?
  1. WHAT PRODUCT DO WE SELL?
  2. WHERE WE WILL PUT THE PRODUCT IN?
  3. WHEN THE PRODUCT WILL BE SHOWN/DISPLAYED?
  4. WHO WILL ACCESS OUR PRODUCTS?
  5. HOW WE WILL DISPLAY THE PRODUCT?
1. What Product Do We Sell?
Yang namanya produsen pasti dia memiliki produk yang akan dia jual. Produk-produk yang dimiliki umumnya bertingkat, mulai dari produk biasa hingga produk unggulan. Nah, diproses inilah kita menginventarisir seluruh produk kita. Produk mana yang akan segera dipromosikan dan produk mana yang bisa tersedia setiap saat.
Selain produk, kita juga menentukan fasilitas (feature) apa yang diperlukan sehingga perlu ditampilkan dietalase dan membuat konsumen merasakan kemudahan dan kenyamanan men-'jelajah' toko kita? 



2. Where We Will Put The Product In?
Setelah kita mengelompokkan mana produk unggulan dan mana produk pencilan kita, lalu kita mulai memilah. Salah satu ilmu marketing (pemasaran) yang mujarab yaitu mempromosikan produk unggulan kita yang secara luas benar-benar dibutuhkan oleh sebagian besar konsumen kita. Contoh saja, produsen sepatu wanita tidak akan mempromosikan aksesoris pakaian semisal bros & gelang dietalase utamanya. Mereka pasti akan memajang berbagai macam model sepatu wanita. Sedangkan aksesoris seperti gelang & bros akan ditempatkan bukan dietalase utama, tetapi dietalase tambahan dimana etalase tambahan ini bisa diketahui oleh konsumen meskipun slotnya kecil. Jadi intinya adalah tampilkan di halaman depan atau etalase utama kita produk-produk unggulan spesifik unggulan yang merupakan core-business kita.

3. When The Product Will Be Shown/Displayed?
Kapan produk kita ada atau dalam interval berapa lama produk yang ada ingin kita tampilkan. Dari pertanyaan ini kita bisa mengelompokkan lagi berdasarkan variabel waktu. Contoh dari toko sepatu wanita, hanya menampilkan produk keluaran terbaru dengan  batas waktu 4 bulan. Atau bisa juga produk akan selalu ditampilkan sepanjang tahun dan setiap tahun ada.

4. Who Will Access Our Products?
"Siapa" adalah  salah satu elemen penting dari sebuah interaksi. Tanpa konsumen, produksi kita akan terhenti. Semakin banyak konsumen yang tertarik dan membutuhkan produk kita, maka produksi kita akan terus berjalan bahkan mungkin meningkat. Segmentasi pasar menjadi hal yang perlu dipertimbangkan. Dengan mengetahui siapa mayoritas konsumen kita, maka kita bisa menentukan hal apa saja yang mereka butuhkan.

5.  How We Will Display The Product?
Jika kita ke sebuah restoran semisal kita memesan satu menu maka yang kita lihat ketika makanan itu disajikan adalah tampilannya yang menarik (meskipun rasanya belum tentu). Tapi mata kita dimanjakan oleh tampilan terlebih dahulu sehingga pandangan pertama selalu berkesan. :)

Jadi dengan  merencanakan segala hal berarti kita telah berpikir secara teratur dan prosedural. Jika kita gagal dalam merencanakan berarti kita juga telah merencanakan kegagalan. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Singkat Tentang Pool DAMRI Kemayoran

Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia , disingkat DAMRI, merupakan angkutan yang jadi andalan bagi saya ketika harus pergi ke Bandara. Kebetulan tempat tinggal saya di Kemayoran yang tidak jauh dari salah satu pool bus milik pemerintah ini. Letak dari pool Damri Kemayoran ini berada di jalan Angkasa nomor 17, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tapi selama saya bolak balik daerah sana sih, orang lebih kenal pool Damri Kemayoran di jalan Kran Raya. Kalau dari perempatan jalan Garuda, cukup jalan kaki sekitar 50 meter.

Keliling Jogja Jangan Mau Pakai Jasa 'Guide Keraton'

Jogjakarta, 13 Oktober 2012 - Setelah lelah dan jengah bekerja selama empat hari berturut-turut dari pagi hingga malam, dihari ke lima kami memutuskan untuk berpisah dari rombongan kantor dan menjelajah kota Jogja berdua saja. Karena tidak ingin lelah sebelum "berpetualang" di spot-spot tujuan wisata, kami sepakat untuk menyewa kendaraan berbahan bakar rumput. Yup! Kami naik andong dari depan hotel Inna Garuda dan membayar sebesar Rp. 25.ooo rupiah untuk rute dari Malioboro hingga Keraton Jogja. Memakan waktu kurang lebih seperempat jam, kami tiba disana sekitar pukul 10 waktu setempat. Karena baru pertama kesana, kami pun sedikit bingung mencari loket untuk membeli tiket masuk. Suasana ketika itu agak ramai. Naik Andong dari Malioboro

Obrolan Receh

Setiap kali berangkat atau pulang, saya dan anak-anak hampir selalu sempat mengobrol, meskipun tidak mendalam. Saya menyebutnya sebagai “obrolan receh” karena hampir semua yang kami bahas adalah hal-hal random dari hari itu: kadang terpicu oleh kegiatan yang baru saja kami alami, kadang muncul begitu saja karena melihat sesuatu di jalan. Obrolan-obrolan sepele itu justru sering menjadi cara kami memproses hari yang baru saja lewat agar tetap dekat. Foto koleksi pribadi