Langsung ke konten utama

Bebek Kaleyo Taman Solo, Cempaka Putih

"Murah kan??!!"

Begitulah kata yang selalu terlampir distruk bayar kalau kita makan di Bebek Kaleyo Taman Solo, Cempaka Putih. Ya, memang relatif murah lah bila dibandingkan dengan restoran yang menyajikan bebek sebagai menu utamanya.

Dari beberapa menu yang ditawarkan yang pernah saya cicipi, saya menyukai bebek muda gorengnya. Rasanya gurih, empuk! Dan pastinya enak karena matang hingga ke dalam. Selain itu, saya suka dengan sambal mangganya. Rasa sambal ini ketika sudah mendarat dilidah terasa segar. Ada pedas, manis dan asamnya yang berasal dari mangga serut.




Buat yang makan dengan porsi nasi banyak, bakalan kecewa sih. Setelah berkali-kali makan disini, porsi nasinya sedikit. Tapi bagi yang makan mementingkan rasa, bakalan ngangkat topi pada rasa gurih bebek gorengnya.


Saran saya, kalau mau makan siang jangan datang lewat dari jam 12. Usahakan makan sebelum jam segitu karena setelah jam 12 siang siap-siap kecewa buat yang pesen bebek muda bakalan sudah habis.
#Kamera menggunakan BlackBerry 9920

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Singkat Tentang Pool DAMRI Kemayoran

Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia , disingkat DAMRI, merupakan angkutan yang jadi andalan bagi saya ketika harus pergi ke Bandara. Kebetulan tempat tinggal saya di Kemayoran yang tidak jauh dari salah satu pool bus milik pemerintah ini. Letak dari pool Damri Kemayoran ini berada di jalan Angkasa nomor 17, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tapi selama saya bolak balik daerah sana sih, orang lebih kenal pool Damri Kemayoran di jalan Kran Raya. Kalau dari perempatan jalan Garuda, cukup jalan kaki sekitar 50 meter.

Keliling Jogja Jangan Mau Pakai Jasa 'Guide Keraton'

Jogjakarta, 13 Oktober 2012 - Setelah lelah dan jengah bekerja selama empat hari berturut-turut dari pagi hingga malam, dihari ke lima kami memutuskan untuk berpisah dari rombongan kantor dan menjelajah kota Jogja berdua saja. Karena tidak ingin lelah sebelum "berpetualang" di spot-spot tujuan wisata, kami sepakat untuk menyewa kendaraan berbahan bakar rumput. Yup! Kami naik andong dari depan hotel Inna Garuda dan membayar sebesar Rp. 25.ooo rupiah untuk rute dari Malioboro hingga Keraton Jogja. Memakan waktu kurang lebih seperempat jam, kami tiba disana sekitar pukul 10 waktu setempat. Karena baru pertama kesana, kami pun sedikit bingung mencari loket untuk membeli tiket masuk. Suasana ketika itu agak ramai. Naik Andong dari Malioboro

Obrolan Receh

Setiap kali berangkat atau pulang, saya dan anak-anak hampir selalu sempat mengobrol, meskipun tidak mendalam. Saya menyebutnya sebagai “obrolan receh” karena hampir semua yang kami bahas adalah hal-hal random dari hari itu: kadang terpicu oleh kegiatan yang baru saja kami alami, kadang muncul begitu saja karena melihat sesuatu di jalan. Obrolan-obrolan sepele itu justru sering menjadi cara kami memproses hari yang baru saja lewat agar tetap dekat. Foto koleksi pribadi