Langsung ke konten utama

Lapis Talas Bogor, Ngantrinya Bikin Keki

Ada pepatah mengatakan: "Kalau sudah rejeki tak akan lari". Kiranya begitu juga cerita tentang lapis talas bogor. Entah kenapa tiba-tiba saja saudara saya ketika main ke rumah, dia membawakan Lapis Talas Bogor. Padahal sewaktu main ke Bogor beberapa minggu sebelumnya, saya juga sempat mengantri untuk membeli lapis talas yang katanya ngetop dan enak banget sekota Bogor. Sudah ngantri, eh ternyata tidak mendapatkan juga ketika itu. Mungkin memang belum rejekinya untuk mencicipi brownies ini ketika itu. Tapi ya itu tadi, kalau sudah rejeki tak akan lari. Akhirnya saya mencicipi juga tuh brownies. Kebetulan yang saya cicipi adalah brownies edisi teh hijau. Rasanya enak, lembut dan manisnya pas buat saya. Tapi kayaknya kalau hanya makan sekotak, dirasa kurang deh. :P

Lapis Bogor Yang Datang Sendiri :D
Edisi Teh Hijau
Sebetulnya ada yang menarik ketika saya main ke toko LAPIS BOGOR ini. Mereka menjual brownies di rukan jalan Pajajaran. Kalau mau lebih jelasnya sih klik aja www.lapisbogor.com.

Kembali ke toko nya yang unik. Di toko tersebut ternyata menjual komoditinya secara terbatas sehingga seperti yang saya sebutkan di judul, kita yang berminat untuk membeli brownies talas bogor harus ngantri dan bagi yang tidak dapat bakalan keki setengah mati.

Papan Nama Tokonya
Pengunjung Yang Bejibun
Etalase
Selain menjual komoditi andalannya yang limited stock, mereka juga menjual komoditi khas Bogor lainnya seperti minuman instan rasa bandrek, keripik talas, manisan dan sebagainya.

Keunikan lain di toko ini adalah mereka memajang poster-poster dan foto-foto jadul mengenai sejarah kota Bogor! Salah satunya yaitu Bogor Fun Fact.

Jadi kalau penasaran dengan uniknya toko Brownies Talas Bogor, datang saja ke Bogor dan siap-siap keki bagi yang ngantri tapi tidak kebagian. :D

Bogor Fun Fact & Saya
Bagian ke 4-7 dari Bogor Fun Fact



Komentar

  1. Lain kali kalo ga kebagian kan bisa hubungi ajibdelivery.com, gak perlu antri, dianter pula sampe rumah :)

    BalasHapus
  2. apaan tuh mba ajibdelivery.com?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Singkat Tentang Pool DAMRI Kemayoran

Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia , disingkat DAMRI, merupakan angkutan yang jadi andalan bagi saya ketika harus pergi ke Bandara. Kebetulan tempat tinggal saya di Kemayoran yang tidak jauh dari salah satu pool bus milik pemerintah ini. Letak dari pool Damri Kemayoran ini berada di jalan Angkasa nomor 17, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tapi selama saya bolak balik daerah sana sih, orang lebih kenal pool Damri Kemayoran di jalan Kran Raya. Kalau dari perempatan jalan Garuda, cukup jalan kaki sekitar 50 meter.

Keliling Jogja Jangan Mau Pakai Jasa 'Guide Keraton'

Jogjakarta, 13 Oktober 2012 - Setelah lelah dan jengah bekerja selama empat hari berturut-turut dari pagi hingga malam, dihari ke lima kami memutuskan untuk berpisah dari rombongan kantor dan menjelajah kota Jogja berdua saja. Karena tidak ingin lelah sebelum "berpetualang" di spot-spot tujuan wisata, kami sepakat untuk menyewa kendaraan berbahan bakar rumput. Yup! Kami naik andong dari depan hotel Inna Garuda dan membayar sebesar Rp. 25.ooo rupiah untuk rute dari Malioboro hingga Keraton Jogja. Memakan waktu kurang lebih seperempat jam, kami tiba disana sekitar pukul 10 waktu setempat. Karena baru pertama kesana, kami pun sedikit bingung mencari loket untuk membeli tiket masuk. Suasana ketika itu agak ramai. Naik Andong dari Malioboro

Obrolan Receh

Setiap kali berangkat atau pulang, saya dan anak-anak hampir selalu sempat mengobrol, meskipun tidak mendalam. Saya menyebutnya sebagai “obrolan receh” karena hampir semua yang kami bahas adalah hal-hal random dari hari itu: kadang terpicu oleh kegiatan yang baru saja kami alami, kadang muncul begitu saja karena melihat sesuatu di jalan. Obrolan-obrolan sepele itu justru sering menjadi cara kami memproses hari yang baru saja lewat agar tetap dekat. Foto koleksi pribadi