Langsung ke konten utama

Imutnya Roti Unyil Venus

Suatu kali selesai acara kantor di Bogor, saya berkesempatan mengunjungi salah satu toko roti yang sudah kondang sekota Bogor dan sekitarnya. Yup! Saya mengunjungi Roti Unyil Venuss. Baru pertama kali saya bertandang ke toko roti ini. Ketika itu hari Sabtu dan wow! Ramai juga ternyata. Kalau Anda berkunjung kesini, saya jamin Anda tidak akan kesulitan mencari toko roti ini karena namanya terpampang buesaaaaarrrr sekali didepan toko.

Toko Roti Unyil Venuss Bakery

Daftar Harga Roti Unyil Venuss

Etalase Roti Unyil Venuss
Karena baru pertama kali, saya masuk ke dalam dan ikutan ngantri aja. Dari barisan antrian itu, saya melihat deretan etalase yang memajang roti-roti unyil (karena saking kecilnya kayak boneka si unyil). Ada roti yang warnanya coklat karena memang dicelup coklat dan memang roti rasa coklat. Ada roti jagung, roti sosis, roti pisang, roti isi moka, isi nanas, dan lain sebagainya.

Bayar di Kasir
Selain karena namanya yang sudah terkenal sejabodetabek, ternyata ada yang menarik dari Roti Unyil Venuss ini. Waktu mengantri, saya lihat ada meja yang disediakan bagi konsumen untuk menuliskan roti-roti yang ingin kita pesan. Hal unik lainnya adalah jalur antrian. Biasanya kita bisa melihat jalur antrian seperti di bank, tapi di toko Roti Unyil Venuss ini ada juga lho.

Akhirnya tiba giliran saya! :D. Sambil menunggu pesanan saya siap dibungkus, saya menjelajah pandangan. Terlihat dari tempat saya berdiri, dapur roti dimana oven digital setinggi orang dewasa digunakan untuk memanggang roti-roti nan imut itu. Sementara ditempat antrian, konsumen yang mengantri bertambah banyak.


Antrian Konsumen yang Bertambah Panjang
Dapurnya Roti Unyil Venuss
Masuk Antrian Roti Unyil
Tak lama menunggu, saya pun mendapatkan pesanan tiga kotak roti unyil venuss seharga kuran dari 100 ribu rupiah. Kalau menurut saya, rasa roti unyil ini lebih mantap dinikmati selagi masih hangat. Tapi setelah dibawa pulang ke rumah, menurut orang-orang dirumah rasa rotinya biasa saja. Malah menurut mereka harganya kelewat mahal untuk roti sekecil itu. Bandingkan dengan roti seperti Holland Bakery atau Breadtalk.

Sekotak Roti Unyil

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Singkat Tentang Pool DAMRI Kemayoran

Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia , disingkat DAMRI, merupakan angkutan yang jadi andalan bagi saya ketika harus pergi ke Bandara. Kebetulan tempat tinggal saya di Kemayoran yang tidak jauh dari salah satu pool bus milik pemerintah ini. Letak dari pool Damri Kemayoran ini berada di jalan Angkasa nomor 17, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tapi selama saya bolak balik daerah sana sih, orang lebih kenal pool Damri Kemayoran di jalan Kran Raya. Kalau dari perempatan jalan Garuda, cukup jalan kaki sekitar 50 meter.

Keliling Jogja Jangan Mau Pakai Jasa 'Guide Keraton'

Jogjakarta, 13 Oktober 2012 - Setelah lelah dan jengah bekerja selama empat hari berturut-turut dari pagi hingga malam, dihari ke lima kami memutuskan untuk berpisah dari rombongan kantor dan menjelajah kota Jogja berdua saja. Karena tidak ingin lelah sebelum "berpetualang" di spot-spot tujuan wisata, kami sepakat untuk menyewa kendaraan berbahan bakar rumput. Yup! Kami naik andong dari depan hotel Inna Garuda dan membayar sebesar Rp. 25.ooo rupiah untuk rute dari Malioboro hingga Keraton Jogja. Memakan waktu kurang lebih seperempat jam, kami tiba disana sekitar pukul 10 waktu setempat. Karena baru pertama kesana, kami pun sedikit bingung mencari loket untuk membeli tiket masuk. Suasana ketika itu agak ramai. Naik Andong dari Malioboro

Obrolan Receh

Setiap kali berangkat atau pulang, saya dan anak-anak hampir selalu sempat mengobrol, meskipun tidak mendalam. Saya menyebutnya sebagai “obrolan receh” karena hampir semua yang kami bahas adalah hal-hal random dari hari itu: kadang terpicu oleh kegiatan yang baru saja kami alami, kadang muncul begitu saja karena melihat sesuatu di jalan. Obrolan-obrolan sepele itu justru sering menjadi cara kami memproses hari yang baru saja lewat agar tetap dekat. Foto koleksi pribadi