Langsung ke konten utama

Selamat Pagi Jenar

Ketika baru saja tiba di Purworejo. Hari masih sejuk dengan udara pagi yang lebih sejuk daripada sejuknya Air Conditioner atau penyejuk ruangan. Jadi teringat setahun yang lalu saya menyambangi pasar ini. Akan tetapi tahun ini kejadian serupa terulang lagi!
Harus Menunggu di Luar Pasar
Saya belum bisa memblusuk ke dalam pasar Jenar. Alasannya masih sama dengan setahun yang lalu. Saya harus menunggu diluar sementara "rombongan" berbelanja didalam. Hari Jum'at itu, yang menjadi salah satu hari pasaran (dari ketiga hari pasaran yakni Minggu, Selasa dan Jum'at) sudah ter-schedule dalam pikiran saya untuk diblusuki dan mendokumentasikannya. Tapi ya begitulah, saya harus jadi penunggu diluar pasar.

Parkiran Sepeda
Suasana Depan Pasar Jenar
Menurut perkiraan saya sih, bagian dalam pasar ini mungkin serupa dengan yang ada di pasar Krendetan. Mungkin jajanan-jajanan khas Purworejo dijual didalam pasar ini, seperti clorot, growol, dan kawan-kawannya. Meskipun saya berspekulasi mengenai keadaan didalam pasar Jenar, tetap saja rasa penasaran untuk melihat dengan mata kepala sendiri menggelayut didalam pikiran saya.

Pagi Itu di Pasar Jenar
Kumpulan Pembecak
Sebenarnya pemandangan depan pasar yang terletak di Desa Jenar Wetan, Purwordadi-Purworejo ini cukup menarik bagi para hunter fotografi. Lalu lalang para pengguna jalan bisa menjadi obyek foto yang ciamik kalau kita iseng dan kreatif dikit. Kita bisa menyoroti para pedagangnya, tempat parkirnya, toko-toko yang ada diseberang jalan, dan masih banyak obyek yang bisa kita eksplor. Yang menarik perhatian saya adalah banyaknya motor di parkiran dan becak-becak yang sedang menunggu penumpang. Selain itu, ada juga parkiran sepeda diseberang pasar.

Stasiun Jenar (Foto 2011)
Foto Satelit Stasiun Jenar
Yuk! Hunting Foto Disini
Hanya Prameks yang Berhenti Disini (Foto 2011)
Tidak jauh dari pasar ini, ada juga tempat lain yang bisa dikunjungi seperti stasiun Jenar yang mulai bulan April tahun 2013 ini sudah tidak digunakan sebagai salah satu tempat berhenti kereta ekonomi. Bagi para hunter fotografi, jika jeli maka tidak akan rugi. Saya jamin bakalan dapat foto-foto pemandangan yang oke. Terutama pemandangan didepan stasiun Jenar. Daripada penasaran, yuk! Hunting foto di stasiun Jenar. :D

Semangat Jalan-Jalan Bersama Mas Feb Jalan-Jalan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Singkat Tentang Pool DAMRI Kemayoran

Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia , disingkat DAMRI, merupakan angkutan yang jadi andalan bagi saya ketika harus pergi ke Bandara. Kebetulan tempat tinggal saya di Kemayoran yang tidak jauh dari salah satu pool bus milik pemerintah ini. Letak dari pool Damri Kemayoran ini berada di jalan Angkasa nomor 17, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tapi selama saya bolak balik daerah sana sih, orang lebih kenal pool Damri Kemayoran di jalan Kran Raya. Kalau dari perempatan jalan Garuda, cukup jalan kaki sekitar 50 meter.

Keliling Jogja Jangan Mau Pakai Jasa 'Guide Keraton'

Jogjakarta, 13 Oktober 2012 - Setelah lelah dan jengah bekerja selama empat hari berturut-turut dari pagi hingga malam, dihari ke lima kami memutuskan untuk berpisah dari rombongan kantor dan menjelajah kota Jogja berdua saja. Karena tidak ingin lelah sebelum "berpetualang" di spot-spot tujuan wisata, kami sepakat untuk menyewa kendaraan berbahan bakar rumput. Yup! Kami naik andong dari depan hotel Inna Garuda dan membayar sebesar Rp. 25.ooo rupiah untuk rute dari Malioboro hingga Keraton Jogja. Memakan waktu kurang lebih seperempat jam, kami tiba disana sekitar pukul 10 waktu setempat. Karena baru pertama kesana, kami pun sedikit bingung mencari loket untuk membeli tiket masuk. Suasana ketika itu agak ramai. Naik Andong dari Malioboro

Obrolan Receh

Setiap kali berangkat atau pulang, saya dan anak-anak hampir selalu sempat mengobrol, meskipun tidak mendalam. Saya menyebutnya sebagai “obrolan receh” karena hampir semua yang kami bahas adalah hal-hal random dari hari itu: kadang terpicu oleh kegiatan yang baru saja kami alami, kadang muncul begitu saja karena melihat sesuatu di jalan. Obrolan-obrolan sepele itu justru sering menjadi cara kami memproses hari yang baru saja lewat agar tetap dekat. Foto koleksi pribadi