Langsung ke konten utama

Jalan-Jalan Sejarah dan Kuliner Jalan Garuda, Kemayoran-Jakarta

Karuan saja saya berpanen peluh dari ujung kepala hingga ujung kaki siang itu karena sangking panasnya cuaca. Pulang dinas dari Bogor menggunakan moda angkutan Commuter Line dan turun di stasiun Kemayoran. Sudah sejak lama saya sering melewati tempat ini dan saya baru tersadar bahwa stasiun Kemayoran juga merupakan daerah bersejarah di Jakarta. Di jaman hindia belanda dulu stasiun ini ngetop banget.
Stasiun Kemayoran Tahun 2013
Foto Jadul Stasiun Kemayoran (Dok. Wikipedia)
Ternyata di Kemayoran pun yang dekat dengan rumah saya, bisa menjadi tempat jalan-jalan sejarah yang tidak kalah asyik dengan daerah lainnya. Bila Anda pernah tahu sejarah tentang perguruan Taman Siswa cabang Jakarta, maka daerah Kemayoran adalah merupakan bagian dari sejarahnya. Untuk sejarah lengkapnya bisa dibaca disini.

Taman Siswa Jadul (Dok. Taman Siswa
Bangunan Taman Siswa Tahun 2013, Patungnya Masih Sama
Hotel Majapahit di Surabaya (Dok. Google-Image)
Hotel di Jalan Garuda yang Mirip Hotel Majapahit Surabaya
Di jalan Garuda ini juga ada bangunan hotel yang bentuknya sekilas mirip dengan Hotel Majapahit yang ngetop disejarah itu lho. Menurut apa yang pernah saya baca, sepanjang jalan Garuda ini saat jaman pendudukan belanda dan jepang digunakan sebagai tangsi militer. Salah satu peninggalannya bisa terlihat pada bentuk bangunan mabes Armabar.

Selain wisata sejarah, kita bisa juga berwisata kuliner disepanjang jalan Garuda. Yang paling ngetop didaerah ini adalah empek-empek. Mulai dari empek-empek unyil, hingga yang paling ngetop adalah empek-empek Garuda. Selain empek-empek, disini juga ada banyak pilihan kuliner seperti sop iga, soto, mie ayam, masakan padang Sabana dan lain sebagainya.

Warung Sabana, Asli Masakan Padang
Bila Anda yang ingin mencari suasana angkringan dan gubuk sambil menikmati makan dan minum, Saung Garuda bisa menjadi pilihan. Letaknya tidak jauh dari pool taksi Blue Bird di ujung jalan Garuda.

Jalan Garuda 
Pempek G Putra
Soto Ayam Ambengan dan Bakmi Ayam
Pempek Nelly
Soto Mie Pak Kumis dan Sate Gule Tongseng
Pempek Sayangan
Pempek Unyil
Sop Iga Sapi
Pempek Garuda Putra
Saung Garuda
Pempek Garuda Ujung
Bila ingin lebih menikmati suasana wisata kuliner yang lebih lengkap, Anda bisa menyusuri jalan Garuda dimalam hari. Dikanan-kiri jalan, banyak bertebaran warung tenda yang menawarkan suguhan makanan seafood dan jajanan khas warung tenda lainnya. Tak lupa juga bahwa di jalan Garuda Ujung, terdapat warung Tansu alias Ketan Susu yang sudah ngetop seantero Kemayoran. Maka jangan kaget bila ditikungan jalan Garuda Ujung banyak yang duduk-duduk di trotoar tengah jalan. Mereka adalah para penikmat jajanan ketan susu tersebut.
Mobet - Motor Betjak
Bila Anda yang tidak ingin jalan kaki saat menyusuri jalan Garuda, Anda bisa naik mobet atau motor betjak yang punya paguyuban mobet sekemayoran. Kendaraan antik ini cuma bisa ditemui di Kemayoran lho. Bagi Anda yang tidak tahu dimana letak jalan Garuda, Anda bisa mencapai lokasi dari Terminal Pasar Senen dengan menggunakan angkutan umum metromini P11 dan turun di jalan Garuda. So, tetap semangat jalan-jalan bersama Mas Feb Jalan-Jalan.

Komentar

  1. enak banget nih bisa wisata kuliner di kemayoran, eh ada juga nih wisata kuliner di depok, aku baca disini http://goo.gl/PvWDr1

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya. Disepanjang jalan Margonda banyak jajanan dan tepat kalo dibilang jalan Margonda Raya itu surganya kuliner. Mau cari makanan & jajanan apapun ada disana. Bisa juga melihat blog teman saya di: http://jamkumpul.blogspot.com (o)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Singkat Tentang Pool DAMRI Kemayoran

Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia , disingkat DAMRI, merupakan angkutan yang jadi andalan bagi saya ketika harus pergi ke Bandara. Kebetulan tempat tinggal saya di Kemayoran yang tidak jauh dari salah satu pool bus milik pemerintah ini. Letak dari pool Damri Kemayoran ini berada di jalan Angkasa nomor 17, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tapi selama saya bolak balik daerah sana sih, orang lebih kenal pool Damri Kemayoran di jalan Kran Raya. Kalau dari perempatan jalan Garuda, cukup jalan kaki sekitar 50 meter.

Keliling Jogja Jangan Mau Pakai Jasa 'Guide Keraton'

Jogjakarta, 13 Oktober 2012 - Setelah lelah dan jengah bekerja selama empat hari berturut-turut dari pagi hingga malam, dihari ke lima kami memutuskan untuk berpisah dari rombongan kantor dan menjelajah kota Jogja berdua saja. Karena tidak ingin lelah sebelum "berpetualang" di spot-spot tujuan wisata, kami sepakat untuk menyewa kendaraan berbahan bakar rumput. Yup! Kami naik andong dari depan hotel Inna Garuda dan membayar sebesar Rp. 25.ooo rupiah untuk rute dari Malioboro hingga Keraton Jogja. Memakan waktu kurang lebih seperempat jam, kami tiba disana sekitar pukul 10 waktu setempat. Karena baru pertama kesana, kami pun sedikit bingung mencari loket untuk membeli tiket masuk. Suasana ketika itu agak ramai. Naik Andong dari Malioboro

Obrolan Receh

Setiap kali berangkat atau pulang, saya dan anak-anak hampir selalu sempat mengobrol, meskipun tidak mendalam. Saya menyebutnya sebagai “obrolan receh” karena hampir semua yang kami bahas adalah hal-hal random dari hari itu: kadang terpicu oleh kegiatan yang baru saja kami alami, kadang muncul begitu saja karena melihat sesuatu di jalan. Obrolan-obrolan sepele itu justru sering menjadi cara kami memproses hari yang baru saja lewat agar tetap dekat. Foto koleksi pribadi