Langsung ke konten utama

Sepanjang Jalan Kenangan Serabi Ngampin Khas Ambarawa

Seantero Ambarawa, siapa yang tidak kenal dengan serabi Ngampin. Mungkin hanya orang-orang diluar Ambarawa dan diluar Ungaran yang tidak mengetahui bahwa ada jajanan kuliner khas yang terkenal seperti serabi Ngampin ini. Seperti saya contohnya. Saya baru tahu bahwa di Ambarawa ada jajanan serabi karena setelah mlipir ke Museum Palagan Ambarawa, sekalian mampir ke daerah Ngampin.


Serabi adalah penganan khas Indonesia terutama paling ngetop sejawa. Mungkin bisa disandingkan dengan pancake. Dinamakan serabi Ngampin karena memang serabi ini dijual disepanjang jalan Ngampin. Ada dua varian rasa serabinya. Ada yang tawar/gurih dan ada yang manis. Biasanya yang tawar berwarna putih atau hijau. Yang hijau karena beraroma pandan. Sedangkan yang rasa manis berwarna coklat karena adonannya bercampur dengan gula merah.



Deretan Gubug Sederhana Penjual Serabi
Konon kabarnya, kuliner serabi Ngampin ini sudah ada sejak tahun 1970. Pada hari-hari biasa, yang berdagang serabi ini paling hanya 1-2 pedagang. Berbeda ketika malam hari dipertengahan bulan Sya'ban, maka banyak berderet penjual serabi di sepanjang jalan Ngampin. Hampir sepanjang jalan terdapat gubuk sederhana tempat menjual serabi.


Menjual Serabi
Di Ngampin ini, serabi masih dimasak menggunakan anglo dan cetakan tradisional. Yang unik adalah tempat etalase serabinya yang terbuat dari bakul yang ditutupi dengan plastik. Fungsi plastik disini adalah menghindarkan serabi-serabi yang sudah matang terkena asap kendaraan yang lewat.

Lalu, sebenarnya apa yang istimewa dari serabi Ngampin? Usut punya usut, serabi Ngampin ini sebenarnya sama dengan serabi pada umumnya. Terbuat dari tepung beras dan santan sehingga ada rasa gurihnya. Biasanya serabi dimakan dengan kuah dan kuahnya terbuat dari gula merah, pandan dan santan direbus. Bagi penyuka rasa makanan manis pastinya bakalan ketagihan. Bedanya serabi Ngampin dari serabi lainnya adalah ukurannya yang agak imut.

Alat Masaknya
Angkutan Umum yang Lewat
Bagi Anda yang tidak menyukai makanan manis bisa mencicipi serabi tawarnya saja tanpa kuah. Atau bila ingin jajan selain serabi, penjual serabi Ngampin juga menjual kerupuk sermiyer - sejenis kerupuk atau opak yang terbuat dari singkong dan berdiameter kira-kira sepanjang penggaris 30cm. Jadi bagi Anda yang ke Ambarawa, jangan lupa mampir ke daerah Ngampin untuk membeli serabinya. Tetap semangat jalan-jalan bersama Mas Feb Jalan-Jalan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Singkat Tentang Pool DAMRI Kemayoran

Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia , disingkat DAMRI, merupakan angkutan yang jadi andalan bagi saya ketika harus pergi ke Bandara. Kebetulan tempat tinggal saya di Kemayoran yang tidak jauh dari salah satu pool bus milik pemerintah ini. Letak dari pool Damri Kemayoran ini berada di jalan Angkasa nomor 17, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tapi selama saya bolak balik daerah sana sih, orang lebih kenal pool Damri Kemayoran di jalan Kran Raya. Kalau dari perempatan jalan Garuda, cukup jalan kaki sekitar 50 meter.

Keliling Jogja Jangan Mau Pakai Jasa 'Guide Keraton'

Jogjakarta, 13 Oktober 2012 - Setelah lelah dan jengah bekerja selama empat hari berturut-turut dari pagi hingga malam, dihari ke lima kami memutuskan untuk berpisah dari rombongan kantor dan menjelajah kota Jogja berdua saja. Karena tidak ingin lelah sebelum "berpetualang" di spot-spot tujuan wisata, kami sepakat untuk menyewa kendaraan berbahan bakar rumput. Yup! Kami naik andong dari depan hotel Inna Garuda dan membayar sebesar Rp. 25.ooo rupiah untuk rute dari Malioboro hingga Keraton Jogja. Memakan waktu kurang lebih seperempat jam, kami tiba disana sekitar pukul 10 waktu setempat. Karena baru pertama kesana, kami pun sedikit bingung mencari loket untuk membeli tiket masuk. Suasana ketika itu agak ramai. Naik Andong dari Malioboro

Obrolan Receh

Setiap kali berangkat atau pulang, saya dan anak-anak hampir selalu sempat mengobrol, meskipun tidak mendalam. Saya menyebutnya sebagai “obrolan receh” karena hampir semua yang kami bahas adalah hal-hal random dari hari itu: kadang terpicu oleh kegiatan yang baru saja kami alami, kadang muncul begitu saja karena melihat sesuatu di jalan. Obrolan-obrolan sepele itu justru sering menjadi cara kami memproses hari yang baru saja lewat agar tetap dekat. Foto koleksi pribadi