Langsung ke konten utama

Backpackeran di Jakarta? Cari Dulu Akomodasi yang Murah

Jakarta adalah salah satu kota utama di Indonesia. Selain sebagai ibukota negara, kota yang berulang tahun pada tanggal 22 Juni setiap tahunnya ini merupakan pusat keramaian bagi para pelancong baik wisatawan lokal maupun mancanegara. Beberapa tempat wisata yang sering dikunjungi oleh para wisatawan antara lain pantai Ancol (DUFAN), Monumen Nasional (Monas), kota tua, museum-museum, kawasan pusat perbelanjaan grosir Tanah Abang, kepulauan seribu, Taman Mini Indonesia (TMII), Bonbin Ragunan dan masih banyak yang lainnya. Selain wisata dipusat kota Jakarta, kota disekitarnya pun menawarkan wisata yang tak kalah menariknya bagi para wisatawan. Sebut saja ada kota Bogor. Kawasan puncaknya menjadi primadona dan tujuan utama bagi para penikmat pelesiran. Selain kawasan puncak, ada juga kebun raya dan istana Bogor, yang selalu menjadi daya tarik bagi pelancong disaat liburan.

Monas, Salah Satu Tujuan Wisata di Jakarta

Untuk mencapai kota yang juga dijuluki kota seribu satu mall ini, bagi Anda yang berasal dari luar kota dapat mencapai kota ini menggunakan moda transportasi baik darat, laut maupun udara. Bagi para pelancong yang menggunakan jalur darat, dapat mencapai kota Jakarta menggunakan bus untuk kemudian turun diterminal-terminal antar kota seperti terminal Kampung Rambutan, terminal Rawamangun maupun terminal Pulogadung. Sedangkan bila menggunakan moda angkutan kereta api, bisa turun di stasiun Gambir ataupun di stasiun Pasar Senen. Jangan lupa untuk berfoto sejenak di stasiun Gambir karena bersebelahan dengan stasiun ini adalah kawasan wisata Monumen Nasional yang selain tempat wisata juga berfungsi sebagai hutan kota.

Bagi para traveller yang memilih untuk menggunakan jalur laut, akan tiba di Jakarta dan turun di pelabuhan Merak. Sedangkan bagi yang menggunakan jalur udara, akan turun di bandara internasional Soekarno-Hatta dan bandara Halim Perdanakusumah.

Setelah sampai di Jakarta, untuk mencapai tempat-tempat wisata yang tersebar diberbagai wilayahnya dapat menggunakan berbagai macam transportasi yang bisa diketemukan dengan mudah. Ada kendaraan-kendaraan yang khas yang cuma ada di Jakarta seperti bajai dan bus TransJakarta. Atau ada pilihan lainnya seperti taksi dan ojek. Tips bagi para backpacker, bagi yang ingin berkeliling Jakarta dengan biaya murah, gunakan saja bus Transjakarta yang terdiri dari (kalau tidak salah) 12 koridor. Cukup membayar tak lebih dari Rp.10.000 saja untuk keliling Jakarta.

Selain tranportasi, hal yang tak kalah penting dalam ber-backpackeran di ibukota Jakarta adalah akomodasi alias tempat menginap. Bagi para pelancong yang memiliki saudara atau kerabat di kota Jakarta mungkin bisa ikutan nebeng dirumah kerabatnya. Tapi bagi yang tidak ada kerabat sama sekali atau bagi yang memang benar-benar ingin bertualang di kota metropolitan ini dapat mencari penginapan ataupun hotel murah yang ada dikota Jakarta. Untuk mencari hotel murah di Jakarta sebenarnya tidak begitu sulit. Karena gadget semakin canggih, kita bisa menggunakan fasilitas pencarian di internet melalui akses mobile maupun online menggunakan netbook atau tab (tablet). Cukup akses mbah Google, dan ketikkan kata kuncinya dan kita pun bisa menemukan hotel-hotel murah di Jakarta. Atau bila tak ingin direpotkan dengan mencari hotel satu persatu menggunakan kata kunci di mbah Google, klik saja ke http://www.GoIndonesia.com. Diwebsite tersebut terdapat fasilitas pencarian untuk mencari hotel di Jakarta sekaligus cek harga dan ketersediaan kamar.

Mengenai kualitas hotel yang terdapat dalam database website goIndonesia tidak usah diragukan lagi. Karena selain diulas oleh portal travelling ngetop sedunia, yaitu tripadvisor, di website GoIndonesia para calon pelancong juga bisa memesan online penginapannya. Jadi selain bisa mencari hotel murah yang sesuai budget dikantong, kita juga bisa mengetahui ketersediaan dan kondisi kamar yang kita pesan. Bahkan kita pun bisa membandingkan hotel-hotel yang ada entah itu membandingkan fasilitas, harga, lokasi, maupun kelebihan-kelebihan lainnya dari masing-masing hotel.

Bila tak puas dengan ulasan dari tripadvisor, ulasan lain dari para pelancong yang sudah pernah merasakan hotel yang Anda minati bisa menjadi bahan pertimbangan lain. Bila masih penasaran dengan GoIndonesia, diwebsite ini juga memberikan telepon customer service-nya sehingga Anda bisa langsung bertanya banyak hal terkait penginapan. Tak lupa, dengan menjadi anggota GoIndonesia.com, siapa tahu Anda akan mendapatkan diskon atau bonus lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Singkat Tentang Pool DAMRI Kemayoran

Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia , disingkat DAMRI, merupakan angkutan yang jadi andalan bagi saya ketika harus pergi ke Bandara. Kebetulan tempat tinggal saya di Kemayoran yang tidak jauh dari salah satu pool bus milik pemerintah ini. Letak dari pool Damri Kemayoran ini berada di jalan Angkasa nomor 17, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tapi selama saya bolak balik daerah sana sih, orang lebih kenal pool Damri Kemayoran di jalan Kran Raya. Kalau dari perempatan jalan Garuda, cukup jalan kaki sekitar 50 meter.

Keliling Jogja Jangan Mau Pakai Jasa 'Guide Keraton'

Jogjakarta, 13 Oktober 2012 - Setelah lelah dan jengah bekerja selama empat hari berturut-turut dari pagi hingga malam, dihari ke lima kami memutuskan untuk berpisah dari rombongan kantor dan menjelajah kota Jogja berdua saja. Karena tidak ingin lelah sebelum "berpetualang" di spot-spot tujuan wisata, kami sepakat untuk menyewa kendaraan berbahan bakar rumput. Yup! Kami naik andong dari depan hotel Inna Garuda dan membayar sebesar Rp. 25.ooo rupiah untuk rute dari Malioboro hingga Keraton Jogja. Memakan waktu kurang lebih seperempat jam, kami tiba disana sekitar pukul 10 waktu setempat. Karena baru pertama kesana, kami pun sedikit bingung mencari loket untuk membeli tiket masuk. Suasana ketika itu agak ramai. Naik Andong dari Malioboro

Obrolan Receh

Setiap kali berangkat atau pulang, saya dan anak-anak hampir selalu sempat mengobrol, meskipun tidak mendalam. Saya menyebutnya sebagai “obrolan receh” karena hampir semua yang kami bahas adalah hal-hal random dari hari itu: kadang terpicu oleh kegiatan yang baru saja kami alami, kadang muncul begitu saja karena melihat sesuatu di jalan. Obrolan-obrolan sepele itu justru sering menjadi cara kami memproses hari yang baru saja lewat agar tetap dekat. Foto koleksi pribadi