Langsung ke konten utama

Macet dan Ramainya Jalanan 'Pasar' Malam di Kemayoran

Hidup di Kemayoran mungkin membuat saya merasa bosan dengan keramaian. Meski setiap hari melihatnya, toh saya baru kali ini menulis tentang jalanan "pasar" malam di Kemayoran. Mungkin bagi orang-orang, seperti teman-teman saya yang belum pernah ke Kemayoran, sangat menarik untuk mengunjungi pasar kaget yang hanya beroperasi dimalam hari dan paling ramai dimalam minggu dan malam senin.

Dagangan Jaket di Kawasan Kemayoran
Setiap hari saya melihat keramaian dipasar ini. Ada yang menjual jaket, sandal, sepatu, boneka, mainan anak-anak, baju-baju dan celana. Bagi sebagian orang, hal-hal tersebut mungkin menarik. Entahlah. Saya sendiri tidak merasa hal-hal tersebut menarik untuk dilihat. Tapi bagaimana dengan pembaca yang belum pernah ke pasar ini?

Sandal Teplek Wanita Seharga Rp. 25.ooo
Boneka-Boneka
Selain itu, dikawasan pasar malam di Kemayoran ini juga terdapat sekumpulan pedagang makanan. Nah, bagi penggemar wisata kuliner boleh deh coba datang ke Kemayoran untuk menjelajahi satu persatu kulinernya. Ada yang berjualan dengan gerobak, ada juga yang berjualan ala warung tenda. Yang paling jadi favorit buat saya sih warung tenda sate madura yang terletak didepan masjid Akbar Kemayoran. Seporsinya seharga Rp. 15.ooo. Selain wiskul, dikawasan Kemayoran juga ada area bermain anak-anak. Mulai dari odong-odong, andong keliling hingga mini kincir pun ada disini.

Deretan Pedagang Makanan dengan Gerobakan
Dagangan Kelinci Peliharaan
Bagi pembaca yang punya anak kecil bersiaplah membawa pundi-pundi uang yang banyak. Karena selain dagangan mainan anak-anak seperti robot-robotan, balon-balon, gulali, dan sebagainya, dikawasan ini juga ada pedagang yang menjual binatang kelinci untuk peliharaan. Jadi siap-siap saja ketika anak-anak mulai merajuk untuk meminta supaya dibelikan kelinci atau mainan. Tetap semangat jalan-jalan bersama Mas Feb jalan-jalan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Singkat Tentang Pool DAMRI Kemayoran

Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia , disingkat DAMRI, merupakan angkutan yang jadi andalan bagi saya ketika harus pergi ke Bandara. Kebetulan tempat tinggal saya di Kemayoran yang tidak jauh dari salah satu pool bus milik pemerintah ini. Letak dari pool Damri Kemayoran ini berada di jalan Angkasa nomor 17, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tapi selama saya bolak balik daerah sana sih, orang lebih kenal pool Damri Kemayoran di jalan Kran Raya. Kalau dari perempatan jalan Garuda, cukup jalan kaki sekitar 50 meter.

Keliling Jogja Jangan Mau Pakai Jasa 'Guide Keraton'

Jogjakarta, 13 Oktober 2012 - Setelah lelah dan jengah bekerja selama empat hari berturut-turut dari pagi hingga malam, dihari ke lima kami memutuskan untuk berpisah dari rombongan kantor dan menjelajah kota Jogja berdua saja. Karena tidak ingin lelah sebelum "berpetualang" di spot-spot tujuan wisata, kami sepakat untuk menyewa kendaraan berbahan bakar rumput. Yup! Kami naik andong dari depan hotel Inna Garuda dan membayar sebesar Rp. 25.ooo rupiah untuk rute dari Malioboro hingga Keraton Jogja. Memakan waktu kurang lebih seperempat jam, kami tiba disana sekitar pukul 10 waktu setempat. Karena baru pertama kesana, kami pun sedikit bingung mencari loket untuk membeli tiket masuk. Suasana ketika itu agak ramai. Naik Andong dari Malioboro

Obrolan Receh

Setiap kali berangkat atau pulang, saya dan anak-anak hampir selalu sempat mengobrol, meskipun tidak mendalam. Saya menyebutnya sebagai “obrolan receh” karena hampir semua yang kami bahas adalah hal-hal random dari hari itu: kadang terpicu oleh kegiatan yang baru saja kami alami, kadang muncul begitu saja karena melihat sesuatu di jalan. Obrolan-obrolan sepele itu justru sering menjadi cara kami memproses hari yang baru saja lewat agar tetap dekat. Foto koleksi pribadi