Langsung ke konten utama

Makan Es Krim di Baltic Ice Cream

Panas terik, macet, hawa padang gurun. Paling cocok ya makan es krim. Kami pun mencoba mendatangi resto khusus es krim di jalan Kramat Raya 10-12 arah ke Kwitang. Tepatnya diseberang fly-over perempatan Senen. Kalau dari arah Kramat letaknya persis disebelah kiri jalan sebelum belokan ke arah Tugu Tani.



Begitu sampai di TKP, ternyata tempatnya imut-imut. Padahal seingat saya, dahulu tempat ini luas. Mungkin karena sekarang sebagian resto ini digunakan untuk memarkir kendaraan operasional baltic sendiri. Tempat duduknya memang khas seperti halnya di cafe. Tapi uniknya, "cafe" ini hanya menjual makanan terbuat spesial dari es krim.

Lalu apa yang istimewa sebenarnya dari Baltic ice cream ini? Usut punya usut, baltic ice cream ini sudah berproduksi dan ada sejak tahun 1939. Jadi sebelum Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, resto es krim ini sudah ada!

Lalu apa keistimewaan lainnya? Setelah mendatangi dan mencicipi es krimnya, kita pasti bakalan ngeh kalau es krim Baltic ini memang istimewa karena memang rasanya yang benar-benar terasa komposisinya. Susunya dan bahan pendukungnya masih benar-benar terasa dilidah.

Ketika itu kami mencoba beberapa varian rasa seperti rasa teh hijau, rasa mint, mocca chip. Rasa teh hijaunya berasa susu dan teh hijaunya. Bahkan bikin saya ketagihan dengan rasa teh hijaunya. Rasa mintnya juga nendang dilidah. Tapi gak blenger.





Setelah nambah makan es krim dan nanya-nanya ke penjualnya, Baltic ice cream juga melayani pembelian secara delivery order. Oh iya selain eskrim, Baltic juga menjual tart es krim.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Singkat Tentang Pool DAMRI Kemayoran

Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia , disingkat DAMRI, merupakan angkutan yang jadi andalan bagi saya ketika harus pergi ke Bandara. Kebetulan tempat tinggal saya di Kemayoran yang tidak jauh dari salah satu pool bus milik pemerintah ini. Letak dari pool Damri Kemayoran ini berada di jalan Angkasa nomor 17, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tapi selama saya bolak balik daerah sana sih, orang lebih kenal pool Damri Kemayoran di jalan Kran Raya. Kalau dari perempatan jalan Garuda, cukup jalan kaki sekitar 50 meter.

Keliling Jogja Jangan Mau Pakai Jasa 'Guide Keraton'

Jogjakarta, 13 Oktober 2012 - Setelah lelah dan jengah bekerja selama empat hari berturut-turut dari pagi hingga malam, dihari ke lima kami memutuskan untuk berpisah dari rombongan kantor dan menjelajah kota Jogja berdua saja. Karena tidak ingin lelah sebelum "berpetualang" di spot-spot tujuan wisata, kami sepakat untuk menyewa kendaraan berbahan bakar rumput. Yup! Kami naik andong dari depan hotel Inna Garuda dan membayar sebesar Rp. 25.ooo rupiah untuk rute dari Malioboro hingga Keraton Jogja. Memakan waktu kurang lebih seperempat jam, kami tiba disana sekitar pukul 10 waktu setempat. Karena baru pertama kesana, kami pun sedikit bingung mencari loket untuk membeli tiket masuk. Suasana ketika itu agak ramai. Naik Andong dari Malioboro

Obrolan Receh

Setiap kali berangkat atau pulang, saya dan anak-anak hampir selalu sempat mengobrol, meskipun tidak mendalam. Saya menyebutnya sebagai “obrolan receh” karena hampir semua yang kami bahas adalah hal-hal random dari hari itu: kadang terpicu oleh kegiatan yang baru saja kami alami, kadang muncul begitu saja karena melihat sesuatu di jalan. Obrolan-obrolan sepele itu justru sering menjadi cara kami memproses hari yang baru saja lewat agar tetap dekat. Foto koleksi pribadi