Langsung ke konten utama

Makan Siang Roso Seger di Soto Seger Mbok Giyem

Di awal Juni kemarin saya bersama teman-teman mendapat kesempatan mengunjungi kota Salatiga. Tapi karena rombongan kami mendarat dari bandara Adi Sumarmo Solo, kami harus berkendara melalui jalan darat. Menarik memang menjelajah daerah, terutama yang memiliki pemandangan, cerita dan spot-spot yang menarik. Dan salah satunya adalah daerah kabupaten Boyolali. Menurut pengalaman dari seorang teman, ada sebuah rumah makan yang mempunyai menu soto andalan yang ramai pengunjung dan sotonya recommended banget, yaitu "Soto Seger Mbok Giyem". Lokasinya ada di jalan Pandanaran, kabupaten Boyolali.

Ada Daging, Kecambah, Nasi, Seledri dan 'Koyoran'
Seporsi Soto Segeer Mbok Giyem
Ketika kami berkunjung ke sana kebetulan rumah makannya sedang tidak terlalu ramai. Kami pun menggunakan meja panjang yang persis ditengah-tengah ruangan rumah makan. Di permukaan meja tempat kami menunggu sudah tersaji beberapa cemilan pelengkap soto seperti sate jeroan ayam, sate ati berbalut telur, tahu dan tempe tentu ada juga.
Benar juga yang dikatakan oleh teman saya, ketika kita ke sini, pelayan langsung mendekat tapi tidak menyodorkan daftar menu dari rumah makan ini. Ya mungkin karena memang menu makanannya cuma satu: Soto Seger. Maka pesanlah kami 7 porsi soto seger sesuai dengan jumlah rombongan.

Cemilan Pelengkap Makan Soto
Plangnya Soto Segeer Mbok Giyem
Tak lama kemudian, datanglah pesanan kami dan saya pun menyadari kenapa soto ini dinamakan soto seger. Begitu melihat tampilannya yang sederhana namun mengundang selera, saya menyimpulkan seger memang tepat untuk menyebut soto ini. Komposisinya bukan hanya daging, kecambah, nasi dan potongan seledri tapi ada juga koyoran (gajih) sehingga siapa pun yang menyeruput bakalan merasakan "mak klenyer" segeeer. Itu hanya baru membayangkannya lho. Lebih dahsyat lagi ketika koyoran itu masuk ke mulut, srupuuut!. Tapi bagi yang kolesterol, makan ini harus waspada ya.

Musisi didepan Rumah Makan Soto Seger Mbok Giyem
Menyiapkan Soto Segeer
Mungkin bagi yang biasa makan nasi porsi warteg, bakalan minta nambah karena memang porsi soto seger mbok Giyem ini porsi mangkuk "cukup". Cukup bayar Rp. 6.ooo saja dan kita sudah bisa mengisi perut untuk melanjutkan perjalanan ke kota Salatiga.

Di sini juga gak kalah lho sama Jogja. Kalau di Jogja kan seperti di nyanyiannya Kla Project: "musisi jalanan mulai beraksi". Didepan rumah makan soto seger mbok Giyem ini juga ada musisi yang memang mangkal disini. Mereka tidak memaksa kita untuk memberi kok, sekasihnya pengunjung saja karena hanya disediakan kotak sawer dan mereka dengan senang hati menyanyikan lagu untuk menemani pengunjung rumah makan soto seger mbok Giyem yang sedang makan. Penasaran? Datang saja ke Boyolali dan semangat terus untuk jalan-jalan bersama mas Feb jalan-jalan.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Singkat Tentang Pool DAMRI Kemayoran

Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia , disingkat DAMRI, merupakan angkutan yang jadi andalan bagi saya ketika harus pergi ke Bandara. Kebetulan tempat tinggal saya di Kemayoran yang tidak jauh dari salah satu pool bus milik pemerintah ini. Letak dari pool Damri Kemayoran ini berada di jalan Angkasa nomor 17, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tapi selama saya bolak balik daerah sana sih, orang lebih kenal pool Damri Kemayoran di jalan Kran Raya. Kalau dari perempatan jalan Garuda, cukup jalan kaki sekitar 50 meter.

Keliling Jogja Jangan Mau Pakai Jasa 'Guide Keraton'

Jogjakarta, 13 Oktober 2012 - Setelah lelah dan jengah bekerja selama empat hari berturut-turut dari pagi hingga malam, dihari ke lima kami memutuskan untuk berpisah dari rombongan kantor dan menjelajah kota Jogja berdua saja. Karena tidak ingin lelah sebelum "berpetualang" di spot-spot tujuan wisata, kami sepakat untuk menyewa kendaraan berbahan bakar rumput. Yup! Kami naik andong dari depan hotel Inna Garuda dan membayar sebesar Rp. 25.ooo rupiah untuk rute dari Malioboro hingga Keraton Jogja. Memakan waktu kurang lebih seperempat jam, kami tiba disana sekitar pukul 10 waktu setempat. Karena baru pertama kesana, kami pun sedikit bingung mencari loket untuk membeli tiket masuk. Suasana ketika itu agak ramai. Naik Andong dari Malioboro

Obrolan Receh

Setiap kali berangkat atau pulang, saya dan anak-anak hampir selalu sempat mengobrol, meskipun tidak mendalam. Saya menyebutnya sebagai “obrolan receh” karena hampir semua yang kami bahas adalah hal-hal random dari hari itu: kadang terpicu oleh kegiatan yang baru saja kami alami, kadang muncul begitu saja karena melihat sesuatu di jalan. Obrolan-obrolan sepele itu justru sering menjadi cara kami memproses hari yang baru saja lewat agar tetap dekat. Foto koleksi pribadi