Langsung ke konten utama

Bakmi Jogja Gunung Kidul Versi Jakarta

Mungkin ini postingan pertama di bulan Januari tahun 2015. Tapi jalan-jalannya yang pertama kali ke rumah makan Bakmi Jogja Gunung Kidul didaerah jalan Pemuda, Rawamangun ini sudah di bulan November tahun 2014. Setelah lembur bekerja, yang kemudian dilakukan adalah pulang. Eh nanti dulu. Sebelum pulang paling asik ya isi perut dulu karena sejak sore memang belum terisi oleh makanan karena saking sibuknya pelototin kerjaan.

Rumah Makan Bakmi Jogja Gunung Kidul
Poster Besar di Dalam Rumah Makan
Tibalah akhirnya di jalan Pemuda - Rawamangun, Jakarta Timur dengan naik motor hanya butuh lima belas menit saja dari jalan Percetakan Negara. Kalau pembaca mau kesini semisal dari Terminal Bus Pasar Senen, bisa naik bus Metromini nomor 03 atau angkutan yang mengarah ke Terminal Rawamangun. Ancer-ancer turunnya sebelum lampu lalin kedua kalau dari arah jalan Pramuka ke Pulogadung.

Bila naik Trans Jakarta pembaca bisa turun menggunakan yang arah ke Pulogadung-Harmoni dan turun di halte Sunan Giri. Tapi kalau naik TransJakarta perlu jalan kaki kira-kira 50 meter untuk mencapai rumah makan ini. Oh iya, jangan datang siang maupun sore hari ya. Rumah makan Bakmi Jogja Gunung Kidul ini buka setelah Maghrib hingga larut malam.

Bakmi Godog
Bakmi Goreng Jawa
'Chef' sedang Memasak Pesanan Bakmi
Yang unik dari rumah makan ini adalah kompornya. Meskipun di Jakarta, memasak hidangannya masih menggunakan anglo. Alasannya sih karena soal rasa. Biasanya memasak dengan anglo lebih sedap, tapi ya tergantung selera masing-masing sih. Selain anglo, anggota tim yang memasak hidangan terdiri dari tiga orang! Untuk bentuk rumah makannya sih biasa aja. Yang luar biasa adalah waktu tunggu untuk menyantapnya. Kita butuh kesabaran tingkat tinggi. Hehehe,. Dari menit saat kita pesan hingga makanan datang butuh waktu 1/4 hingga 1/2 jam. Bahkan pada saat saya disana kustomernya sampai ada yang marah-marah dan membatalkan pesanan karena saking lamanya menunggu. Meskipun hal demikian terjadi, pengunjung lainnya banyak berdatangan.

Menu yang Ditawarkan
Mengenai makanan yang ditawarkan disini ada bakmi jogja (sebagai andalan), bakmi goreng, magelangan, bihun, cap cay jawa, nasi goreng, nasi godok. Kisaran harganya paling tinggi Rp. 29.ooo dan paling murah Rp. 19.ooo. Soal rasa menurut saya sih biasa saja, gurih-gurih bakmi jawa. Isi pelengkap bakminya ya seperti pada umumnya bakmi jawa. Tapi daging ayam kampungnya 'lari' alias kecil-kecil hampir-hampir tidak terlihat. :D Jika dibandingkan dengan Bakmi Gombong (BMG), boleh dikatakan untuk bakmi gorengnya lebih mantab BMG karena bakmi goreng BMG lebih kering daripada bakmi disini. Tapi bagaimanapun juga masing-masing punya kelebihan sendiri dan bakmi Jogja Gunung Kidul ini bisa menjadi alternatif menunggu terurainya kemacetan lalu lintas di jalan Pemuda. Lho kok? Iya, karena rumah makan Bakmi Jogja ini letaknya dikawasan macet pada saat jam pulang kantor (sore hingga menjelang malam). Jadi daripada bermacet-macetan, mending mampir ke rumah makan Bakmi Jogja Gunung Kidul.  



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Singkat Tentang Pool DAMRI Kemayoran

Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia , disingkat DAMRI, merupakan angkutan yang jadi andalan bagi saya ketika harus pergi ke Bandara. Kebetulan tempat tinggal saya di Kemayoran yang tidak jauh dari salah satu pool bus milik pemerintah ini. Letak dari pool Damri Kemayoran ini berada di jalan Angkasa nomor 17, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tapi selama saya bolak balik daerah sana sih, orang lebih kenal pool Damri Kemayoran di jalan Kran Raya. Kalau dari perempatan jalan Garuda, cukup jalan kaki sekitar 50 meter.

Keliling Jogja Jangan Mau Pakai Jasa 'Guide Keraton'

Jogjakarta, 13 Oktober 2012 - Setelah lelah dan jengah bekerja selama empat hari berturut-turut dari pagi hingga malam, dihari ke lima kami memutuskan untuk berpisah dari rombongan kantor dan menjelajah kota Jogja berdua saja. Karena tidak ingin lelah sebelum "berpetualang" di spot-spot tujuan wisata, kami sepakat untuk menyewa kendaraan berbahan bakar rumput. Yup! Kami naik andong dari depan hotel Inna Garuda dan membayar sebesar Rp. 25.ooo rupiah untuk rute dari Malioboro hingga Keraton Jogja. Memakan waktu kurang lebih seperempat jam, kami tiba disana sekitar pukul 10 waktu setempat. Karena baru pertama kesana, kami pun sedikit bingung mencari loket untuk membeli tiket masuk. Suasana ketika itu agak ramai. Naik Andong dari Malioboro

Obrolan Receh

Setiap kali berangkat atau pulang, saya dan anak-anak hampir selalu sempat mengobrol, meskipun tidak mendalam. Saya menyebutnya sebagai “obrolan receh” karena hampir semua yang kami bahas adalah hal-hal random dari hari itu: kadang terpicu oleh kegiatan yang baru saja kami alami, kadang muncul begitu saja karena melihat sesuatu di jalan. Obrolan-obrolan sepele itu justru sering menjadi cara kami memproses hari yang baru saja lewat agar tetap dekat. Foto koleksi pribadi