Langsung ke konten utama

Pengalaman Pertama Wisata Candi

Kami bertiga, saya-istri saya dan Zidni, menginap di hotel Galuh Prambanan. Rencananya sih selama tiga hari (14-16 Desember 2014) kami menginap disini. Alasannya sederhana: karena dekat dengan komplek percandian. Candi-candi yang dapat dikunjungi yang dekat dengan penginapan ini diantaranya: komplek candi Plaosan Lor dan Kidul, komplek candi Sewu, komplek candi Prambanan, candi Lumbung, candi Bubrah, candi Boko, candi Barong, dan candi Sojiwan. Tapi selama kunjungan kami bertiga disana hanya sempat mengunjungi Plaosan, Sewu, Bubrah, Lumbung, dan Prambanan. Mungkin kunjungan ke candi lainnya menjadi "pekerjaan rumah" buat saya untuk mengajak Zidni jika sudah agak besar nanti.
Banyak hal bisa didapat oleh kami bertiga. Bagi saya, berwisata bersama keluarga merupakan kebahagiaan tersendiri. Mungkin buat saya yang dahulu terbiasa jalan-jalan sendirian kemanapun, kali ini menjadi yang pertama buat saya berwisata candi bersama keluarga. Pengalaman pertama juga buat Zidni dan istri saya. Meskipun dulu saya dan istri pernah berwisata candi ke komplek candi Gedong Songo di Ungaran sana, akan tetapi wisata ke Jogja ini menjadi pengalaman yang tidak akan terlupakan.




Pengalaman-pengalaman tak terlupakan itu dimulai dari malam hari ketika sampai di penginapan, dimana istri saya sempat merasa 'horor' dengan penginapannya karena nuansanya yang terasa jawa klasik dan sepi. Sementara bagi saya penginapan ini termasuk unik dan eksotis. Eksotis karena saya merasakan tinggal sementara yang jaraknya dekat dengan sekumpulan candi.

Lalu kunjungan ke candi-candi menggunakan sepeda motor sewaan, melihat sapi-sapi besar yang melintas di jalanan, memblusuk ke dalam pasar cinderamata dan masih banyak lagi cerita-cerita pengalaman yang tidak terlupakan disini. Dua jempol buat Zidni yang ketika jalan-jalan itu berlangsung, dia baru berusia 6 bulan. Bravo Zidniii..! :D

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Singkat Tentang Pool DAMRI Kemayoran

Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia , disingkat DAMRI, merupakan angkutan yang jadi andalan bagi saya ketika harus pergi ke Bandara. Kebetulan tempat tinggal saya di Kemayoran yang tidak jauh dari salah satu pool bus milik pemerintah ini. Letak dari pool Damri Kemayoran ini berada di jalan Angkasa nomor 17, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tapi selama saya bolak balik daerah sana sih, orang lebih kenal pool Damri Kemayoran di jalan Kran Raya. Kalau dari perempatan jalan Garuda, cukup jalan kaki sekitar 50 meter.

Keliling Jogja Jangan Mau Pakai Jasa 'Guide Keraton'

Jogjakarta, 13 Oktober 2012 - Setelah lelah dan jengah bekerja selama empat hari berturut-turut dari pagi hingga malam, dihari ke lima kami memutuskan untuk berpisah dari rombongan kantor dan menjelajah kota Jogja berdua saja. Karena tidak ingin lelah sebelum "berpetualang" di spot-spot tujuan wisata, kami sepakat untuk menyewa kendaraan berbahan bakar rumput. Yup! Kami naik andong dari depan hotel Inna Garuda dan membayar sebesar Rp. 25.ooo rupiah untuk rute dari Malioboro hingga Keraton Jogja. Memakan waktu kurang lebih seperempat jam, kami tiba disana sekitar pukul 10 waktu setempat. Karena baru pertama kesana, kami pun sedikit bingung mencari loket untuk membeli tiket masuk. Suasana ketika itu agak ramai. Naik Andong dari Malioboro

Obrolan Receh

Setiap kali berangkat atau pulang, saya dan anak-anak hampir selalu sempat mengobrol, meskipun tidak mendalam. Saya menyebutnya sebagai “obrolan receh” karena hampir semua yang kami bahas adalah hal-hal random dari hari itu: kadang terpicu oleh kegiatan yang baru saja kami alami, kadang muncul begitu saja karena melihat sesuatu di jalan. Obrolan-obrolan sepele itu justru sering menjadi cara kami memproses hari yang baru saja lewat agar tetap dekat. Foto koleksi pribadi