Langsung ke konten utama

Makan Soto di Warung Makan Bu Riyati Ampel-Boyolali

Bila pembaca melakukan perjalanan ke Ampel-Boyolali dan melewati Tugu Lilin Pasar Ampel, jangan lupa untuk mampir ke Warung Bu Riyati. Warung yang selalu ramai dengan pengunjung ini sudah sejak lama terkenal dengan menunya, seperti kare, empal, dan soto dagingnya. Unik, asik, nikmat, dan harga terjangkau. Itu yang bisa saya tuliskan setelah bertandang ke warung sederhana ini. 
Ini Soto Daging di Warung Bu Riyati
Unik, karena didalam warung ini terpajang deretan kalender. Mulai dari pintu masuk, jendela, hingga dapurnya. Unik, karena selalu ramai pengunjung dari berbagai macam kalangan. Bahkan banyak juga pengunjung warung yang berasal dari luar Boyolali. 

Warung ini menurut saya asik, karena saya memang lebih suka dengan warung makan sederhana yang ada bangku panjangnya. Suasananya itu lho yang tidak bisa didapatkan bila makan di restoran. Selain asik dari hal suasananya, warung makan bu Riyati ini juga asik dalam hal posisinya yang strategis - tidak jauh dari Tugu Lilin Pasar Ampel. Dari tugu tersebut, kita sudah bisa melihat spanduk besar didepan warungnya. 
Deretan Kalender yang Tergantung Di Jendela Warung Seakan Menjadi Tirai
Menu yang ditawarkan pun nikmat bener. Gimana gak nikmat bila makan bersama dengan saudara dan teman. Tapi rasa menu makanan yang ditawarkan disini memang enak dan nikmat. Kebetulan saya mencicipi sotonya dimana dagingnya diolah dalam bentuk empal. Mirip-mirip dengan daging yang disayur manis gudeg. Nikmat karena setelah makan soto, minumnya teh tawar hangat. Apalagi ketika itu diluar sedang hujan rintik-rintik, deeeuuuhh... Makin mak nyusss..  

Tugu Lilin Pasar Ampel Terlihat dari Teras Warung Makan Bu Riyati
Karen Bangku Didalam Sudah Penuh, Makan Diluar Pun Jadi

Spanduk Besarnya Bisa Terlihat dari Tugu Lilin Pasar Ampel
Daaan.. harga terjangkaunya mungkin menjadi salah satu daya tarik tersendiri bagi pengunjung dari berbagai kalangan. Meskipun bangku yang ada di warung bu Riyati ini terbatas, pengunjung bersedia mengantri untuk mendapatkan giliran makan ditempat. Beruntung sekali saya bisa datang ke warung ini dan mencoba salah satu menunya. Tapi sayangnya saya belum mencicipi kare dan empalnya. Mungkin dilain waktu akan saya coba menu masakan andalan warung bu Riyati tersebut ya. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Singkat Tentang Pool DAMRI Kemayoran

Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia , disingkat DAMRI, merupakan angkutan yang jadi andalan bagi saya ketika harus pergi ke Bandara. Kebetulan tempat tinggal saya di Kemayoran yang tidak jauh dari salah satu pool bus milik pemerintah ini. Letak dari pool Damri Kemayoran ini berada di jalan Angkasa nomor 17, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tapi selama saya bolak balik daerah sana sih, orang lebih kenal pool Damri Kemayoran di jalan Kran Raya. Kalau dari perempatan jalan Garuda, cukup jalan kaki sekitar 50 meter.

Keliling Jogja Jangan Mau Pakai Jasa 'Guide Keraton'

Jogjakarta, 13 Oktober 2012 - Setelah lelah dan jengah bekerja selama empat hari berturut-turut dari pagi hingga malam, dihari ke lima kami memutuskan untuk berpisah dari rombongan kantor dan menjelajah kota Jogja berdua saja. Karena tidak ingin lelah sebelum "berpetualang" di spot-spot tujuan wisata, kami sepakat untuk menyewa kendaraan berbahan bakar rumput. Yup! Kami naik andong dari depan hotel Inna Garuda dan membayar sebesar Rp. 25.ooo rupiah untuk rute dari Malioboro hingga Keraton Jogja. Memakan waktu kurang lebih seperempat jam, kami tiba disana sekitar pukul 10 waktu setempat. Karena baru pertama kesana, kami pun sedikit bingung mencari loket untuk membeli tiket masuk. Suasana ketika itu agak ramai. Naik Andong dari Malioboro

Obrolan Receh

Setiap kali berangkat atau pulang, saya dan anak-anak hampir selalu sempat mengobrol, meskipun tidak mendalam. Saya menyebutnya sebagai “obrolan receh” karena hampir semua yang kami bahas adalah hal-hal random dari hari itu: kadang terpicu oleh kegiatan yang baru saja kami alami, kadang muncul begitu saja karena melihat sesuatu di jalan. Obrolan-obrolan sepele itu justru sering menjadi cara kami memproses hari yang baru saja lewat agar tetap dekat. Foto koleksi pribadi