Langsung ke konten utama

Solo 'City Tour' Naik Batik Solo Trans

Setelah sebelumnya jalan-jalan gak jelas di mall Paragon Solo, kemudian di hari terakhir di Solo - 17 Jumadil Tsani 1436 (6 April 2015) saya dan Tri bersiap pulang kembali ke Jakarta. Tri mengusulkan untuk "gimana kalo ke Bandara Adi Sumarmo nya naik Batik Solo Trans?".

Hmm.. Usulnya boleh juga deh. Sekalian melihat-lihat seperti apa sih rasanya menggunakan angkutan umum ke bandara. Pengalaman menggunakan angkutan umum bisa jadi pengalaman yang menarik dan tidak terlupakan. Baiklah, kami pun menggunakan BST nomor 01 jurusan Palur-Adi Sumarmo.
Pintu Gerbang Kampus UNS
Berangkat dari halte kampus UNS sekitar pukul 8 pagi. Meskipun terhitung masih pagi, tapi cuaca disana panasnya sudah menggigit. Tidak menunggu terlalu lama, BST 01 sudah terlihat dari kejauhan. Setelah naik, saya baru tahu ternyata BST yang ini menggunakan bus Damri. Dugaan saya mungkin bus yang mengangkut ke bandara bekerjasama dengan Damri.



Wisma Diklat UNS

Bus yang digunakan sebagai BST 01 walaupun kelihatannya seperti bus tua tapi AC-nya masih lumayan terasa sehingga saya dan Tri tidak terlalu merasakan panasnya sepanjang perjalanan di kota Solo menuju bandara.



Selama perjalanan, saya mencatat BST 01 ini melewati tempat-tempat wisata di Solo. Rutenya adalah sebagai berikut:
Terminal Palur – Jl. Ir. Sutami – Jl. Kol. Sutarto – Jl. Urip Sumoharjo – Jl. Kapten Mulyadi – Jl. Veteran – Jl. Bhayangkara – Jl. Radjiman – Jl. Wahidin – Jl. Slamet Riyadi – Jl. Ahmad Yani – Terminal Kartasura – Bandara Adi Soemarmo.


Luar biasa perjalanan menggunakan BST 01 ini. Kalau Anda berkesempatan ke Solo, cobalah naik BST 01 yang rutenya ternyata melewati tempat-tempat wisata di kota Solo. Tapi sayangnya ketika saya dan Tri naik BST 01 untuk menuju Bandara, bus yang ditumpangi sedang penuh penumpang sehingga meskipun dikanan-kiri terdapat banyak obyek wisata yang bisa difoto, kami tidak bisa mengambil satu pun foto. Kecuali setelah dekat-dekat dengan Bandara. Maka yang kami dapat pun hanya tanah lapang saja.. Hadeeuuh..

#ditulis di Hotel D'Arcici - Sunter, Jakarta Utara
#sembari menyesap secangkir kopi sore...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Singkat Tentang Pool DAMRI Kemayoran

Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia , disingkat DAMRI, merupakan angkutan yang jadi andalan bagi saya ketika harus pergi ke Bandara. Kebetulan tempat tinggal saya di Kemayoran yang tidak jauh dari salah satu pool bus milik pemerintah ini. Letak dari pool Damri Kemayoran ini berada di jalan Angkasa nomor 17, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tapi selama saya bolak balik daerah sana sih, orang lebih kenal pool Damri Kemayoran di jalan Kran Raya. Kalau dari perempatan jalan Garuda, cukup jalan kaki sekitar 50 meter.

Keliling Jogja Jangan Mau Pakai Jasa 'Guide Keraton'

Jogjakarta, 13 Oktober 2012 - Setelah lelah dan jengah bekerja selama empat hari berturut-turut dari pagi hingga malam, dihari ke lima kami memutuskan untuk berpisah dari rombongan kantor dan menjelajah kota Jogja berdua saja. Karena tidak ingin lelah sebelum "berpetualang" di spot-spot tujuan wisata, kami sepakat untuk menyewa kendaraan berbahan bakar rumput. Yup! Kami naik andong dari depan hotel Inna Garuda dan membayar sebesar Rp. 25.ooo rupiah untuk rute dari Malioboro hingga Keraton Jogja. Memakan waktu kurang lebih seperempat jam, kami tiba disana sekitar pukul 10 waktu setempat. Karena baru pertama kesana, kami pun sedikit bingung mencari loket untuk membeli tiket masuk. Suasana ketika itu agak ramai. Naik Andong dari Malioboro

Obrolan Receh

Setiap kali berangkat atau pulang, saya dan anak-anak hampir selalu sempat mengobrol, meskipun tidak mendalam. Saya menyebutnya sebagai “obrolan receh” karena hampir semua yang kami bahas adalah hal-hal random dari hari itu: kadang terpicu oleh kegiatan yang baru saja kami alami, kadang muncul begitu saja karena melihat sesuatu di jalan. Obrolan-obrolan sepele itu justru sering menjadi cara kami memproses hari yang baru saja lewat agar tetap dekat. Foto koleksi pribadi