Langsung ke konten utama

Pamer 'Gigi' di Indonesia International Motor Show 2015, Kemayoran Expo

Pada dasarnya saya bukanlah termasuk orang yang menyukai dunia otomotif. Tapi hari Minggu tanggal 23 Agustus 2015 itu, atas dorongan (sedikit maksa) dan ajakan sang Jenderal, saya mengunjungi Indonesia International Motor Show di Kemayoran Expo.
Salah Satu Booth di Indonesia International Motor Show 2015

Perhelatan tahunan yang digelar ditahun 2015 lalu berlangsung selama 10 hari (20-30 Agustus 2015). Penyelenggaranya yaitu PT. Dyandra Promosindo, menggelar pameran otomotif ini salah satunya bertujuan untuk mempromosikan Indonesia. Di Indonesia ini ternyata begitu banyak penyuka otomotif dan industri otomotifnya yang kreatif. Contoh, seperti di Yogyakarta. Ternyata selain pengrajin batik dan benda etnik, di Yogyakarta juga ada pengrajin mobil. Salah satunya yang terlihat pada pameran Indonesia International Motor Show (IIMS) kali ini adalah pengrajin mobil Kupu-Kupu Malam (bisa dicek di tautan ini: www.kupukupumalam.co.id). Pengrajin mobil asal kota gudeg ini melayani pesan antar modif ke seluruh dunia.
Jenderal Berfoto Berlatarkan Mobil Modif buatan Pengrajin Mobil Yogya
Di pameran otomotif ini juga dipamerkan kendaraan-kendaraan bermotor klasik. Menempati hall B dan sebagian di hall A, sebenarnya kendaraan bermotor klasik ini juga tak kalah bila dibandingkan dengan kendaraan modern. Lihat saja betapa banyak pengunjung yang mampir di booth Indonesia Car History. Booth mobil klasik di hall A ini menampilkan mobil-mobil sekelas Buick Super tahun 1949 yang dahulu juga digunakan sebagai mobil kepresidenan di era presiden Soekarno. 

Mobil Klasik Dodge
Bersebelahan dengan booth Indonesia Car History adalah booth pamer mobil-mobil yang turut berperan di film. Ketika saya dan Jenderal disana, ada 3 (tiga) mobil yang berhasil saya temui. Ada mobil jenis van berwarna hitam yang digunakan dalam film The A-Team. Lalu ada bat-mobile film Batman era Michael Keaton. Dan yang tak kalah menarik adalah mobil yang digunakan oleh alm. Dono dalam film komedi Warkop - "Gengsi Dong". Meskipun hanya berupa tiruannya, tapi mobil-mobil tersebut berhasil menarik minat para pengunjung untuk datang dan berfoto berlatarkan mobil-mobil "ngartis" tersebut. 
Mobil "Ngartis"
Bila di dalam masing-masing hall yang ada di Kemayoran JI-Expo memamerkan mobil dan motor, lain halnya di ruang pameran terbuka. Disini terdapat booth Food Truck Convoy, Supermotto, dan IIMS Military Zone. Saya dan Jenderal tidak menyambangi keseluruhan booth. Alasannya selain karena terlalu luas, saya dan Jenderal juga lebih tertarik untuk melihat alutsista yang dipajang di booth IIMS Military Zone. 
Mrap Cat.II
Kendaraan militer milik Kopassus merupakan salah satu area "hotspot" di booth-nya. Disini pengunjung bisa melihat Mrap Cat.II yang selalu ramai menjadi incaran untuk berfoto. Kendaraan militer lainnya yang juga dipajang disini yaitu tank Leopard, tank Scorpion, kendaraan taktis Anoa 6x6 APC yang buatan Pindad,  dan kendaraan anti-ranjau Bushmaster. Kesemuanya boleh dilihat eksterior dan interiornya oleh para pengunjung. 
Tank Leopard
Bagi pembaca yang jadi penasaran dengan Indonesia International Motor Show tidak perlu kecewa karena perhelatan 2015 ini sudah berlalu. Di tahun 2016, tanggal 7-17 April nanti juga akan digelar perhelatan yang sama dan ditempat yang sama pula. Jadi persiapkan diri dan biaya tiketnya mulai dari sekarang ya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Singkat Tentang Pool DAMRI Kemayoran

Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia , disingkat DAMRI, merupakan angkutan yang jadi andalan bagi saya ketika harus pergi ke Bandara. Kebetulan tempat tinggal saya di Kemayoran yang tidak jauh dari salah satu pool bus milik pemerintah ini. Letak dari pool Damri Kemayoran ini berada di jalan Angkasa nomor 17, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tapi selama saya bolak balik daerah sana sih, orang lebih kenal pool Damri Kemayoran di jalan Kran Raya. Kalau dari perempatan jalan Garuda, cukup jalan kaki sekitar 50 meter.

Keliling Jogja Jangan Mau Pakai Jasa 'Guide Keraton'

Jogjakarta, 13 Oktober 2012 - Setelah lelah dan jengah bekerja selama empat hari berturut-turut dari pagi hingga malam, dihari ke lima kami memutuskan untuk berpisah dari rombongan kantor dan menjelajah kota Jogja berdua saja. Karena tidak ingin lelah sebelum "berpetualang" di spot-spot tujuan wisata, kami sepakat untuk menyewa kendaraan berbahan bakar rumput. Yup! Kami naik andong dari depan hotel Inna Garuda dan membayar sebesar Rp. 25.ooo rupiah untuk rute dari Malioboro hingga Keraton Jogja. Memakan waktu kurang lebih seperempat jam, kami tiba disana sekitar pukul 10 waktu setempat. Karena baru pertama kesana, kami pun sedikit bingung mencari loket untuk membeli tiket masuk. Suasana ketika itu agak ramai. Naik Andong dari Malioboro

Obrolan Receh

Setiap kali berangkat atau pulang, saya dan anak-anak hampir selalu sempat mengobrol, meskipun tidak mendalam. Saya menyebutnya sebagai “obrolan receh” karena hampir semua yang kami bahas adalah hal-hal random dari hari itu: kadang terpicu oleh kegiatan yang baru saja kami alami, kadang muncul begitu saja karena melihat sesuatu di jalan. Obrolan-obrolan sepele itu justru sering menjadi cara kami memproses hari yang baru saja lewat agar tetap dekat. Foto koleksi pribadi