Langsung ke konten utama

Menjemput Barang dari KALOG Pasar Senen

Menjemput Barang di hari Minggu dan ternyata jasa logistik tempat ambil Barang hanya buka di hari kerja itu sesuatu banget. Lalu apakah harus kecewa? Ya nggak lah. Kan jadi tambah pengalaman kita dan jadi tahu bahwa ternyata KALOG hanya buka di hari kerja. Lalu apalagi? Ya hitung-hitung saya juga refreshing diantar jalan-jalan naik mobil Kantor. Hehehe.





Peristiwa langka itu terjadi di hari Minggu, 27 Maret 2016. Berbekal foto struk bayar seminar kit dari produsen seminar kit, saya dan mas Kasta menuju KALOG Pasar Senen yang berlokasi di jalan Bungur, Jakarta Pusat. Ketika itu baru jam 9 pagi dan mobil berplat merah yang dikemudikan oleh mas Kasta pun meluncur. Hanya butuh 25 menit saja dari kantor di jalan Percetakan Negara untuk kemudian tiba di jalan Bungur Besar Raya.

Krik krik krik.. Ternyata setelah tiba disana, rolling doornya masih ditutup.

"KALOG tutup pak. Buka cuma pas hari kerja aja. Besok Senin aja balik lagi.", ujar seorang bapak yang duduk manis di kios jasa pengiriman barang sebelah KALOG.

"Ou.. Cuma hari kerja ya pak. Terima kasih ya pak.", sambil senyam senyum gak jelas.

Okelah. Dan saya pun mengajak mas Kasta kembali ke kantor dengan tangan hampa. Ternyata informasinya keliru. Tapi tak mengapa. Toh saya jadi tahu kan KALOG buka setiap hari apa aja.
Si Penjaga Seminar Kit (Copyright Foto: http://nuranilia.blogspot.co.id/)
Keesokan harinya, Senin 28 Maret 2016, kembali saya menyambangi kios KALOG di jalan Bungur Besar Raya. Sekitar pukul 10 lebih sedikit dan kiosnya kali ini sudah banyak orangnya alias buka. Misi kali ini pun berhasil dengan menjemput dua kardus besar seminar kit. Syarat pengambilan hanya butuh memperlihatkan kartu identitas asli dan menyerahkan fotocopynya saja. Setelah itu tanda tangan kuitansi penerimaan barang. Dilanjut dengan perjalanan mengantarkan seminar kitnya ke kota Bogor.

Posisi PW di Belakang (Copyright Foto: http://nuranilia.blogspot.co.id/)
Penampakan di Belakang.. (Copyright Foto: http://nuranilia.blogspot.co.id/)

Jadi informasi lebih detilnya seperti ini. Untuk jam operasional, KALOG buka dari Senin hingga Jum'at dari pukul 8 pagi hingga pukul 16.30. Khusus untuk hari Sabtu, KALOG buka dari pukul 8 pagi hingga pukul 15.30. Sedangkan untuk pengambilan barang bisa dilakukan setiap hari Senin sampai hari Sabtu mulai pukul 8 pagi hingga pukul 5 sore. Gimana? Absurd kan? Bila KALOG pada hari Sabtu hanya buka hingga jam 15.30, lalu pengambilan barang bisa dilakukan hingga jam 5 sore. Lalu yang kita temui antara jam 15.30 hingga pukul 17.00 siapa ya?... Hiii.....



Komentar

  1. Itu berapa lama ya dari kota pengirim ke kota tujuan??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tergantung jenis layanan pengirimannya mas. Karena pake angkutan kereta api, jadi jenis layanannya ditempel dengan angkutan kereta penumpang. Tapi ada jenis layanan ONS (One Night Service) yg memang khusus kereta api angkut barang. Jadi bisa ditargetkan barang sampai sehari semalam menggunakan KA dan kemungkinan esok harinya sudah ada di gudang KALOG.

      Hapus
  2. Mau tanya nih mas,
    Untuk pengambilan apa ada notifikasi/pemberitahuan sebelumnya dari pihak kalognya...?

    Terimakasih banyak mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seingat saya sih tidak ada notifikasi dari pihak Kalog. Tapi tidak tahu juga semisal barang sudah ada di Kalog dlm jangka waktu brp lama, mungkin saja Kalog akan memberikan pemberitahuan. :)

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Singkat Tentang Pool DAMRI Kemayoran

Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia , disingkat DAMRI, merupakan angkutan yang jadi andalan bagi saya ketika harus pergi ke Bandara. Kebetulan tempat tinggal saya di Kemayoran yang tidak jauh dari salah satu pool bus milik pemerintah ini. Letak dari pool Damri Kemayoran ini berada di jalan Angkasa nomor 17, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tapi selama saya bolak balik daerah sana sih, orang lebih kenal pool Damri Kemayoran di jalan Kran Raya. Kalau dari perempatan jalan Garuda, cukup jalan kaki sekitar 50 meter.

Keliling Jogja Jangan Mau Pakai Jasa 'Guide Keraton'

Jogjakarta, 13 Oktober 2012 - Setelah lelah dan jengah bekerja selama empat hari berturut-turut dari pagi hingga malam, dihari ke lima kami memutuskan untuk berpisah dari rombongan kantor dan menjelajah kota Jogja berdua saja. Karena tidak ingin lelah sebelum "berpetualang" di spot-spot tujuan wisata, kami sepakat untuk menyewa kendaraan berbahan bakar rumput. Yup! Kami naik andong dari depan hotel Inna Garuda dan membayar sebesar Rp. 25.ooo rupiah untuk rute dari Malioboro hingga Keraton Jogja. Memakan waktu kurang lebih seperempat jam, kami tiba disana sekitar pukul 10 waktu setempat. Karena baru pertama kesana, kami pun sedikit bingung mencari loket untuk membeli tiket masuk. Suasana ketika itu agak ramai. Naik Andong dari Malioboro

Obrolan Receh

Setiap kali berangkat atau pulang, saya dan anak-anak hampir selalu sempat mengobrol, meskipun tidak mendalam. Saya menyebutnya sebagai “obrolan receh” karena hampir semua yang kami bahas adalah hal-hal random dari hari itu: kadang terpicu oleh kegiatan yang baru saja kami alami, kadang muncul begitu saja karena melihat sesuatu di jalan. Obrolan-obrolan sepele itu justru sering menjadi cara kami memproses hari yang baru saja lewat agar tetap dekat. Foto koleksi pribadi