Langsung ke konten utama

Zidni dan Kumpulan Rusa

Hari Sabtu dan Minggu merupakan hari buat keluarga. Mungkin itulah yang terpatri dihati saya. Sehingga Sabtu pagi di tanggal 2 April 2016 itu saya mengajak Zidni ke taman rusa yang ada di Monas. Menggunakan motor, membuat waktu tempuh perjalanan hanya membutuhkan 15 menit saja dari rumah di Kemayoran. Memarkir motor di stasiun Gambir, mengharuskan saya untuk melangkahkan kaki dari stasiun menuju pintu masuk kawasan Monas yang terletak di sebelah Utara, berseberangan dengan Balai Kota. Mampir sejenak untuk beli logistik, menjadikan barang yang saya tenteng pun bertambah.
Gerbang Utama Kawasan Rusa Monas
Sebenarnya bisa saja saya memarkirkan motor di kawasan parkir utara Monas. Hanya saja saya terpikir akan belanja logistik dimana bila beli di kawasan Monas, harga yang ditawarkan bisa 2 hingga 3 kali lipat. Selain itu juga alasan untuk berolahraga biar sehat. Hehehe.
Berjalan dari stasiun hingga tiba di pintu taman rusa (Kawasan Rusa Monas), membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Begitu tiba disana, saya pun banjir keringat. Alhamdulillahnya, terdapat bangku taman yang kosong sehingga saya bisa beristirahat disana. Sementara Zidni pun bisa duduk dan bermain disana. 
Kumpulan Rusa di Monas
Pada mulanya saya berusaha mendekatkan Zidni dengan rusa-rusa yang kebetulan sedang berkumpul dekat dengan gerbang utama. Tapi Zidni ternyata takut dengan rusa. Apalagi ketika itu ada beberapa rusa yang mengendus-ngendus sehingga menggerak-gerakkan hidungnya sedemikian rupa sehingga membuat Zidni takut. Walhasil, Zidni malah bermain dengan kucing-kucing yang ada disana. 
Melihat Kucing
Masih Takut dengan Rusa
Ya namanya juga anak-anak. Mungkin nanti ada masanya Zidni berani untuk berhadapan dengan rusa-rusa ini. Omong-omong mengenai taman rusa ini, lumayan adem. Cocok buat piknik keluarga. Apalagi tak perlu bayar untuk masuk ke dalam kawasan Monas. Hanya saja bila membawa anak-anak, persiapkan diri dengan penangkal tangis saat anak-anak merengek meminta untuk membeli mainan yang banyak bertebaran disana-sini. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Singkat Tentang Pool DAMRI Kemayoran

Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia , disingkat DAMRI, merupakan angkutan yang jadi andalan bagi saya ketika harus pergi ke Bandara. Kebetulan tempat tinggal saya di Kemayoran yang tidak jauh dari salah satu pool bus milik pemerintah ini. Letak dari pool Damri Kemayoran ini berada di jalan Angkasa nomor 17, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tapi selama saya bolak balik daerah sana sih, orang lebih kenal pool Damri Kemayoran di jalan Kran Raya. Kalau dari perempatan jalan Garuda, cukup jalan kaki sekitar 50 meter.

Keliling Jogja Jangan Mau Pakai Jasa 'Guide Keraton'

Jogjakarta, 13 Oktober 2012 - Setelah lelah dan jengah bekerja selama empat hari berturut-turut dari pagi hingga malam, dihari ke lima kami memutuskan untuk berpisah dari rombongan kantor dan menjelajah kota Jogja berdua saja. Karena tidak ingin lelah sebelum "berpetualang" di spot-spot tujuan wisata, kami sepakat untuk menyewa kendaraan berbahan bakar rumput. Yup! Kami naik andong dari depan hotel Inna Garuda dan membayar sebesar Rp. 25.ooo rupiah untuk rute dari Malioboro hingga Keraton Jogja. Memakan waktu kurang lebih seperempat jam, kami tiba disana sekitar pukul 10 waktu setempat. Karena baru pertama kesana, kami pun sedikit bingung mencari loket untuk membeli tiket masuk. Suasana ketika itu agak ramai. Naik Andong dari Malioboro

Obrolan Receh

Setiap kali berangkat atau pulang, saya dan anak-anak hampir selalu sempat mengobrol, meskipun tidak mendalam. Saya menyebutnya sebagai “obrolan receh” karena hampir semua yang kami bahas adalah hal-hal random dari hari itu: kadang terpicu oleh kegiatan yang baru saja kami alami, kadang muncul begitu saja karena melihat sesuatu di jalan. Obrolan-obrolan sepele itu justru sering menjadi cara kami memproses hari yang baru saja lewat agar tetap dekat. Foto koleksi pribadi