Penafian: Saya tidak diendorse dan bukan bermaksud promosi saya menuliskan pengalaman ini. Saya membuat tulisan ini hanya sebagai cara saya untuk belajar menulis (seperti tagline blog ini) dan merupakan wahana mengingat saya atas pengalaman yang pernah saya lalui.
Pada postingan sebelumnya, saya pernah mengatakan beli buku di Bandung kan ya. Pada awal Desember 2024, saya dapat tugas nih dari bos untuk pergi ke Bandung. Karena tugasnya adalah tugas dadakan, sehingga saya pun dadakan juga mencari penginapan yang kira-kira cukup atau tidak melebihi modal kantor dan posisinya tidak terlalu jauh dari sasaran tempat kerja yang akan dituju.
Setelah browsing sana-sini bahkan konsultasi dengan istri, saya pun menemukan satu tempat yang tidak disangka juga. Bahkan tempat tersebut saya temukan saat saya sudah berada di kereta menuju Bandung! Khawatir tidak mendapatkan kamar, saya pun menelepon hotel yang dituju untuk segera membooking 1 kamar. Singkat cerita, saya berhasil membooking 1 kamar untuk tempat saya numpang tidur selama 2 malam di Bandung.
| Sumber foto: febaryanto@maps.google.com |
Kereta Parahyangan tiba di Bandung pada pukul 11 lebih sedikit saat saya sedang nanggung-nanggungnya untuk tidur. Oleh karena saya sudah lama tidak singgah di Bandung, cukup pangling juga dengan keadaan stasiunnya. Melalui eskalator, saya harus menuju pintu keluar dan pilihan saya jatuh pada jalan Kebon Kawung agar memudahkan bagi ojek online menemukan saya menuju hotel yang akan saya datangi.
Kurang-lebih satu jam perjalanan menggunakan jasa ojek motor online dan saya tiba di Citylink Mall tepat di depan gate masuk. Agak membingungkan setelah turun dari ojek sehingga saya harus bertanya kepada petugas keamanan mall di sana. Posisi hotel ternyata berada di belakang mall dan saya harus berjalan kira-kira 400 meteran dari exit gate mall serta melewati beberapa tenant. Cukup cemas juga melihat hotel yang posisinya bukan di jalan utama. Tapi hal itu luruh ketika saya melihat papan petunjuk arah. Di mall ini ternyata ada tempat kesukaan saya, yaitu: toko buku! Ya! Ada toko buku yang masih bertahan di mall ini. Bahkan di hari itu ada event Pasar Literasi!
| Sumber foto: febaryanto@maps.google.com |
Oke tenang pak. Kamu bisa wira wiri jika sudah menyelesaikan urusan hotel dulu. Begitu gumam saya dalam hati untuk menenangkan otak dan hati ketika tahu di sana ada toko buku. Adrenalin saya memang seringkali memuncak ketika ada sesuatu yang saya senangi, salah satunya buku.
Belok kiri sebelum pintu belakang masuk mall, saya pun bisa segera menjumpai plang Pop Hotel dan tiba di depan resepsionisnya. Di sana transaksi pun terjadi dan disepakati akan menggunakan kamar selama 2 malam.
Tapi mohon maaf pak, checkin baru bisa di jam 14 dan akan kami kabari jika kunci kamar sudah tersedia.
ujar si mbak resepsionis dengan senyum lebarnya.
Oh, tidak apa mbak. Saya juga mau nyari makan siang dulu.
jawab saya sekenanya. Padahal tujuan saya mau lihat-lihat buku di dalam mall.
Setelah melunasi tagihan biaya akomodasi, saya pun menitipkan tas yang berisi baju ganti untuk kemudian saya berlalu masuk ke dalam mall. Hmm.. Mall ini menurut saya serupa dengan mall yang letaknya di segitiga Senen Jakarta. Tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil juga. Banyak tenan makanan dan baju.
| Sumber foto: sama dengan di atas |
Ngomong-ngomong baru kali ini saya sangat antusias untuk datang dan masuk ke dalam mall. Biasanya saya paling malas kalau sudah dengar kata-kata "mall". Setelah masuk ke dalam mall, kemudian saya tenggelam dalam "pasar" buku. Tenggelam melihat-lihat buku yang ditawarkan di sana untuk bisa segera dibeli dan dibaca. Maksud hati hanya melipir dan numpang tidur, apa daya ternyata posisi akomodasi mepet mall yang ada toko bukunya. Walhasil, saya membeli beberapa buah buku untuk saya konsumsi di perjalanan pulang ke Jakarta nanti.
Komentar
Posting Komentar