Buku novel ini tanpa sengaja saya beli ketika saya di Bandung. Lebih tepatnya di Citilink Mall pas sedang ada promo Pasar Literasi sehingga buku apapun yang kita beli sejumlah 3 buku, akan dihargai sekian rupiah. Ya, lumayan menghemat budget pengeluaran untuk asupan jiwa.
Oh iya ngomong-ngomong, baru kali ini saya kembali menulis di blog saya. Terakhir saya menulis di sini pada tahun 2020 jamannya pandemi sedang merebak. Postingan terakhir saya di tahun itu masih berkutat seputar buku juga. [Hoooraaaaay!!!! Saya menulis blog lagi!!! ✊😁]
![]() |
| Sumber gambar: Shopee |
Kembali kita membahas sesuai judul. Buku novel yang saya baca sebenarnya lebih ditujukan untuk pembaca remaja sih. Tapi kenapa saya beli? Ya saya cuma ingin nostalgia aja dan menarik minat saya begitu saya membaca sinopsis yang terdapat di cover belakang dari buku tersebut.
Sinopsis yang saya baca sekilas seperti ini:
Sudah menjadi rahasia umum bahwa laki-laki dan perempuan nggak akan bisa menjadi hanya sebatas teman. Memang nggak ada penelitian ilmiah yang membuktikan pernyataan itu, tapi ratusan bahkan ribuan pengalaman orang di seluruh dunia seharusnya sudah lebih dari cukup untuk menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan memang nggak bisa murni berteman. Minimal, salah satu di antara keduanya pasti memendam perasaan.
Yang membuat saya tertarik ketika membaca sinopsis tersebut adalah kalimat "laki-laki dan perempuan memang nggak bisa murni berteman." Saat saya membaca baris kalimat ini pada paragraf tersebut, saya jadi teringat peristiwa yang sudah lewat. Bukan hanya satu peristiwa, tapi seperti peristiwa yang berulang. Entah yang terjadi pada diri saya, orang lain, maupun orang terdekat.
Saya pikir, iya juga ya laki-laki dan perempuan memang agak riskan bila statusnya dibilang hanya sebagai teman. Walaupun semisal kenyataannya memang hanya teman, tapi pandangan orang pasti juga berbeda. Orang yang melihat pada keakraban antara laki-laki dan perempuan saat bersama pasti akan mengira mereka berpasangan. Tak bisa dipungkiri, makanya selalu ada batasan dan batasan ini yang sulit untuk dilanggar. Bila tidak dua-duanya, bisa jadi salah satunya.
| Sumber gambar: febaryanto@maps.google.com |
Nah, novel ringan ini juga membahas hubungan antara laki-laki dan perempuan. Yang laki-laki bernama Dery sedangkan yang perempuan namanya Febjae. Mungkin nama terakhir ini sebagai nama panggilan dari di pembuat novel yang menuliskan entah buah pikirannya sebagai kisah fiksi atau memang benar merupakan pengalamannya saat masih di sekolah menengah. Kalau saya cenderung percaya bahwa novelnya merupakan kisah adaptasi dari pengalaman si penulis. Sub judul dari novelnya adalah "A diary of High School".
Dari sub judul yang ada, menambah minat saya untuk membeli novel ini untuk segera dibaca sebagai bacaan ringan saat saya pulang ke Jakarta nanti. Dan memang betul setelah menghabiskan paragraf demi paragraf dimana tulisannya menurut saya memang mengalir begitu saja seumpama tulisan yang diambil dari buku diary seseorang, pikiran saya membayang ke masa-masa sekolah menengah.
Ceritanya cukup ringan (namanya juga novel ringan) dan susunan cerita dari setiap babnya memberikan kita kilas balik pada kisah anak-anak remaja dan kehidupan pertemanannya. Menurut saya sih ini cocok bagi pembaca yang iseng dan punya waktu luang untuk menjelajah kembali kehidupan remaja sebagaimana saya yang langsung terbayang sekolahan dimana saya bertemu kawan-kawan saya, berkumpul dan ngobrol ngalor-ngidul tanpa beban di masa kurang-lebih 24 tahun yang lalu.
Bagi pemalas seperti saya, untuk membaca novel ini hanya butuh waktu sekitar 2 hari saja. Bukunya pun dari segi ukuran cukup portable, sehingga bisa dibawa-bawa kemanapun. Lalu pelajaran apa yang bisa diambil dari novel ini? Namanya juga novel ringan dan cerita remaja, gak harus ada pelajarannya juga kan. Tapi jujurly, novel ini menghibur dan bisa bikin nostalgia para bapaks atau ibu pada masa sekolah dulu. Intinya, jangan bosan untuk membaca. Seringan atau seremeh apapun bacaan yang kita baca, pasti membawa manfaat untuk jiwa. Udah gitu aja. Hehehe.

Komentar
Posting Komentar