Langsung ke konten utama

Berusaha Cuek

Hidup di jaman yang serba anomali, ada baiknya kita berusaha gak peduli. Beberapa hal yang memang benar-benar prioritas saja yang perlu kepedulian kita. Lainnya yang sepele, abaikan saja. 

Ilustrasi Quotes Positif

Itu yang sedang saya usahakan untuk tahun 2025 ini. Setelah di tahun sebelumnya babak belur karena banyak sekali yang harus saya perhatikan dan pedulikan. Untuk tahun yang mulai berjalan ini, bolehlah saya mulai belajar dan berusaha untuk abai pada hal-hal yang saya nilai kurang menjadi yang diutamakan. 

Banyak contoh hal-hal yang bisa saya abaikan. Seperti omongan rekan-rekan kerja yang selalu ada saja yang berusaha mempengaruhi pola pikir. Yaa mungkin itu memang sudah bawaan lahir mereka. Memperdengarkan suara mereka seolah-olah mereka tidak ingin dan tidak mau. Sebenarnya dalam hati mereka pengen juga. Seakan-akan jika suara mereka terdengar, kita pun diharapkan ikut terpengaruh untuk tidak ingin melakukan sesuatu. 

Atau contoh lainnya, ketika orang lain diajak ngobrol dan kita nggak diajakin ngobrol. Ketika situasinya seperti itu, saya mulai belajar untuk cuek alias tidak mempedulikan. Semakin saya tidak mempedulikan, saya merasa semakin sehat dan bersemangat untuk mengerjakan hal-hal yang menurut saya lebih penting dan merupakan prioritas pribadi saya. Ketika hal penting dan prioritas pribadi dapat dijalankan, maka akan berdampak positif bagi lingkungan sekeliling saya. 

Intinya: berusahalah untuk cuek pada objek-objek yang dapat menurunkan imunitas diri, terutama pada objek-objek yang ada di sekeliling kita. Biar apa? Biar bisa lebih bahagia tentunya.  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Singkat Tentang Pool DAMRI Kemayoran

Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia , disingkat DAMRI, merupakan angkutan yang jadi andalan bagi saya ketika harus pergi ke Bandara. Kebetulan tempat tinggal saya di Kemayoran yang tidak jauh dari salah satu pool bus milik pemerintah ini. Letak dari pool Damri Kemayoran ini berada di jalan Angkasa nomor 17, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tapi selama saya bolak balik daerah sana sih, orang lebih kenal pool Damri Kemayoran di jalan Kran Raya. Kalau dari perempatan jalan Garuda, cukup jalan kaki sekitar 50 meter.

Keliling Jogja Jangan Mau Pakai Jasa 'Guide Keraton'

Jogjakarta, 13 Oktober 2012 - Setelah lelah dan jengah bekerja selama empat hari berturut-turut dari pagi hingga malam, dihari ke lima kami memutuskan untuk berpisah dari rombongan kantor dan menjelajah kota Jogja berdua saja. Karena tidak ingin lelah sebelum "berpetualang" di spot-spot tujuan wisata, kami sepakat untuk menyewa kendaraan berbahan bakar rumput. Yup! Kami naik andong dari depan hotel Inna Garuda dan membayar sebesar Rp. 25.ooo rupiah untuk rute dari Malioboro hingga Keraton Jogja. Memakan waktu kurang lebih seperempat jam, kami tiba disana sekitar pukul 10 waktu setempat. Karena baru pertama kesana, kami pun sedikit bingung mencari loket untuk membeli tiket masuk. Suasana ketika itu agak ramai. Naik Andong dari Malioboro

Obrolan Receh

Setiap kali berangkat atau pulang, saya dan anak-anak hampir selalu sempat mengobrol, meskipun tidak mendalam. Saya menyebutnya sebagai “obrolan receh” karena hampir semua yang kami bahas adalah hal-hal random dari hari itu: kadang terpicu oleh kegiatan yang baru saja kami alami, kadang muncul begitu saja karena melihat sesuatu di jalan. Obrolan-obrolan sepele itu justru sering menjadi cara kami memproses hari yang baru saja lewat agar tetap dekat. Foto koleksi pribadi