Langsung ke konten utama

Setelah Menonton Film Jumbo

Saya bukan tipikal orang Indonesia yang pesimis jika suatu ketika nanti Indonesia bakalan bisa membuat film animasi yang bikin penontonnya akan berdecak kagum. Kini, optimisme saya pun menjadi kenyataan. Setelah di tahun 2021 Visinema Pictures menelurkan film Nussa Rara The Movie, kini di tahun 2025 sebagai kado lebaran 1446 H Visinema Pictures kembali merilis film animasinya yang berjudul Jumbo. 

Sepanjang kurang-lebih 1 jam 40an menit, saya dan keluarga disuguhkan animasi yang gerakan-gerakannya halus banget. Menurut saya tone warnanya pun sangat nyaman di mata. Dari awal dimulainya hingga akhir cerita, kami diberikan animasi yang tidak kalah dari animasi-animasi yang diproduksi PH luar negeri. Dengar-dengar, pembuatan film ini menghabiskan waktu yang cukup lama. Bisa jadi hal ini yang membuat film Jumbo terasa mendekati sempurna. 

Selain dari gerakan dan gambar animasinya, penggambaran dari masing-masing karakternya pun menurut saya cukup khas. Bahkan dari sisi musik pendukungnya saya acungi jempol karena memperkuat 'rasa' dari penceritaan.


Untuk alur cerita, kalau menurut saya cukup mudah dicerna. Hanya saja dari istri dan anak saya berpendapat beberapa alurnya seperti 'kok tiba-tiba ada begini?'. Menurut saya, ya itu ciri khas Indonesia sih memasukkan unsur-unsur seperti itu di dalam cerita. Kalau unsur-unsur itu tidak dimasukkan, bisa jadi cerita yang ditawarkan akan biasa-biasa saja. Bisa jadi juga, unsur-unsur itu pula yang memperkaya dan mengekspos ciri khas dari masing-masing karakter tokoh di film Jumbo ini. 

Secara keseluruhan, worth it kok untuk menonton film ini. Apalagi kalo nontonnya barengan dengan keluarga karena film dengan rate SU alias Semua Usia ini bercerita bukan cuma pertemanan, tapi juga keluarga dan orang tua bahkan tetangga dan lingkungan. 

Pesan saya sebelum nonton film ini, rileks dan jangan terlalu mikir. Ikuti alurnya dan nikmati saja bahwa ini semua untuk hiburan dan tidak ada urusannya dengan lain-lainnya. Cukup nikmati dan lihat pesan yang disampaikan dari film Jumbo ini. Oh iya, saya bukan komentator film. Jadi jangan menjadikan reviu saya pada film ini sebagai acuan. Jadikanlah sebagai opini penonton, bukan opini seorang pakar. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cerita Singkat Tentang Pool DAMRI Kemayoran

Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia , disingkat DAMRI, merupakan angkutan yang jadi andalan bagi saya ketika harus pergi ke Bandara. Kebetulan tempat tinggal saya di Kemayoran yang tidak jauh dari salah satu pool bus milik pemerintah ini. Letak dari pool Damri Kemayoran ini berada di jalan Angkasa nomor 17, Kemayoran, Jakarta Pusat. Tapi selama saya bolak balik daerah sana sih, orang lebih kenal pool Damri Kemayoran di jalan Kran Raya. Kalau dari perempatan jalan Garuda, cukup jalan kaki sekitar 50 meter.

Keliling Jogja Jangan Mau Pakai Jasa 'Guide Keraton'

Jogjakarta, 13 Oktober 2012 - Setelah lelah dan jengah bekerja selama empat hari berturut-turut dari pagi hingga malam, dihari ke lima kami memutuskan untuk berpisah dari rombongan kantor dan menjelajah kota Jogja berdua saja. Karena tidak ingin lelah sebelum "berpetualang" di spot-spot tujuan wisata, kami sepakat untuk menyewa kendaraan berbahan bakar rumput. Yup! Kami naik andong dari depan hotel Inna Garuda dan membayar sebesar Rp. 25.ooo rupiah untuk rute dari Malioboro hingga Keraton Jogja. Memakan waktu kurang lebih seperempat jam, kami tiba disana sekitar pukul 10 waktu setempat. Karena baru pertama kesana, kami pun sedikit bingung mencari loket untuk membeli tiket masuk. Suasana ketika itu agak ramai. Naik Andong dari Malioboro

Obrolan Receh

Setiap kali berangkat atau pulang, saya dan anak-anak hampir selalu sempat mengobrol, meskipun tidak mendalam. Saya menyebutnya sebagai “obrolan receh” karena hampir semua yang kami bahas adalah hal-hal random dari hari itu: kadang terpicu oleh kegiatan yang baru saja kami alami, kadang muncul begitu saja karena melihat sesuatu di jalan. Obrolan-obrolan sepele itu justru sering menjadi cara kami memproses hari yang baru saja lewat agar tetap dekat. Foto koleksi pribadi